
Alhamdulillah ya Allah anakku lahir juga"
Tak terasa Luki menangis melihat anak nya yang sudah lahir, ia langsung memelul dan menci Shela dengan perasaan haru dan bahagia.
"Terimakasih sayang terima kasih kamu sudah memberiku anugrah terindah dalam hidupku"
"Ini kado untuk hari ulang tahun mu sayang, sebenarnya aku sudah menyiapkan nya tapi ternyata Tuhan memberikan hadiah yang lain untukmu" ucap Shela.
"Apa? hari ini aku ulang tahun?? ya ampun aku sampai lupa sayang, tapi benar katamu Tuhan sudah memberikan hadiah lain yang jauh lebih indah dari apapun yang ada di dunia ini, terimakasih I Love you" ucap Luki yang langsung memeluk dan mencium istrinya dengan lembut.
"Oh iya dok jenis kelaminnya apa ya?"
"Hemm wajahnya tampan seperti ayahnya" ucap dokter paruh baya tersebut dan langsung membawa anak Luki untul di bersihkan membuat Luki langsung berjingkrak senang
"Berarti anakku laki-laki kan dok, dia akan menjadi pelindung mu suatu saat nanti sayang" ucap Luki dan langsung mencium wajah Shela bertubi-tubi.
"Mass ahhh berhenti... perutku sakit mass ahhh" Seketika Luki berhenti menghujami cian di wajah istrinya itu dan memandang nya dengan panik.
"Kenapa sayang"
"Mas perutku sakit ahh, mas tolong" rintih Shela terdengar begitu memilukan membuat Luki kembali berteriak memanggil dokter.
"Dokter... Dokter... tolong dok"
Tak lama dokter datang kembali, dengan tergesa-gesa.
"Ada apa pak?"
"Dok perut istri saya katanya sakit dok, tolong dok saya gak mau terjadi apa-apa pada istri saya.
Sang dokter langsung kembali masuk ke ruang dimana Shela berada, "kenapa bu?"
"perut saya sakit dok ahh tolong"
__ADS_1
Dokter dengan cepat kembali memberi penanganan kepada Shela di bantu dengan dua orang perawat, namun saat dokter memeriksa perut Shela ia kembali tersenyum membuat Luki malah bingung.
"Dok kenapa malah tersenyum, istri saya sudah kesakitan dok"
"Tenang dulu pak, sepertinya akan ada yang keluar lagi dari perut istri anda"
"Ayo buk tarik nafas dan keluarkan dari mulut, setelah dalam hitungan ke tiga ibu kembali mengejan ya bu"
"ayo bu satu... dua... tiga"
"Euunngggg" suara Shela yang tertahan karena mengejan dan membuat sesuatu kembali keluar dari perutnya serta di barengi tangisan bayi kedua mereka.
"oeekk oeekk oeekk"
"Selamat ya pak, satu lagi anak anda keluar dengan selamat dan yang ini wajahnya begitu mirip dengan anda tapi dia cantik seperti ibunya"
"Dok ini tidak mimpi kan, saya punya anak kembar dok?
Dokter hanya tersenyum dan memberikan kembali baby girl kepada perawat untuk di bersihkan.
"Bos keponakan saya sudah lahir?" tanya Gara.
"Iya dan bonus untuk kalian yaitu dua keponakan sekaligus."
Membuat ketiga pria muda itu berjingkrak saking senang nya dan mendapat teguran dari perawat yang hendak melewati mereka.
"Maaf mas jangan berisik ini rumah sakit"
"Kata siapa kuburan Sus" jawab Gara cuek.
"Sudahlah, karena hari ini saya senang kalian akan dapat bonus besar dari saya sekarang"
Kedua orang itu langsung berbinar mendengar bos nya akan memberikan bonus besar, seketika keduanya berpelukan karena senangnya membuat orang-orang di sekitar merasa sangat jijik.
__ADS_1
"Ganteng-ganteng kok malah belok sih"
"Hiyyy menjijikan, suka sesama jenis"
"Sayang sekali kegantengan kalian sia-sia"
Yah begitulah kasak kusuk di antara orang-orang yang melihat adegan pelukan mereka, membuat keduanya sadar karena membuat orang lain salah paham, namun berbeda dengan Luki ia hanya tertawa dan tak berpengaruh untuknya.
"Issh kau kenapa main peluk, lihat lah di kira kita gay" ucap Gara
"Siapa juga yang peluk kamu, justru kamu yang peluk saya" timpal Ardi
"Sudahlah berisik, jangan sampai saya tidak jadi memberikan kalian bonus" Luki mengancam kedua anak buahnya itu dan pergi meninggalkan mereka keluar dan kembali ke ruangan istrinya.
Ternyata Shela sedang melakukan tekhnik menyusui dini pada anak pertamanya, "Sayang memang sudah keluar ASI nya?" tanya Luki penasaran.
"Belum mas ini masih di coba agar cepat keluar"
"Haiiss mereka akan menjadi saingan beratku"
"Maksudmu?"
"Itu kan punya ku sayang," ujar Luki sambil menunjuk Gunung kembar istrinya, membuat suster yang ada di ruangan Shela tersenyum malu, pasalnya ia belum pengalaman.
"Ihh jaga omongan kamu Mas ada suster"
Luki hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tak melihat ada suster di belakangnya.
"Sayang udah punya nama untuk twins?" tanya Luki mencoba mengalihkan pembicaraan, karena sudah terlanjur malu.
Shela kemudian berpikir sejenak, namun sedetik kemudian menggeleng, "Entahlah aku belum menemukan nama yang cocok untuk mereka."
"Kalau begitu kita tanya saja pada aunty online disini, siapa tau mereka punya nama yang pas untuk anak kita"
__ADS_1
to be continued
yuk sumbang yuk..