
prannkkkkkk
kedua sejoli itu terlonjak kaget dan langsung melepaskan pagutannya, di lihatnya sebuah panci yang di jatuhkan dengan sengaja dan mereka sama sama melihat siapa yang sengaja melempar panci itu.
"Dasarr anak nakal kamu, halalin dulu baru bebas ngapa ngapain" Mama Hana memarahi Rendra sambil tangan nya menjewet telinga anak tua nya itu.
"Ampuuun mah sakit lepas ihh malu" rengek Rendra
Namun Mama Ami tidak menghiraukan rengekan anak nya, ia terus menyeret anka nya hingga ke depan di mana semua orang menunggu nya, mama Hana langsung melepaskan jewerannya dan pamit undur diri dari sana.
Amara yang sedari tadi menahan malu mengamati mobil yang di tumpangi keluarga Rendra menjauh dari pandangan nya, Amara pun tersenyum sambil mengingat hal konyol yang terjadi barusan.
Amara pergi ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah, ia merebahkan tubuh nya dan terpejam menuju alam mimpi.
Rendra dan keluarga nya masih dalam perjalanan, hingga Mama Hana kini bersuara. "Pah anak kamu nakal tuh, bisa bisa nya cium anak orang yang belum halal" ujar Mama Hana
"Namanya juga anak muda mah, asal jangan kebablasan saja, mamah kaya yang gak pernah muda aja sih"
"Tuhh mah papa juga ngerti"
"Isssh anak sama papah nya sebelas duabelas" cicit Mama Hana
Tak ada lagi obrolan di sepanjang perjalanan karena mama dan papah nya Rendra sudah terpejam, mungkin mereka begitu lelag bolak balik jakarta - Garut.
*******
"Sayang gak kerasa ya, kita nikah udah mau dua bulan aja"
"iya mas aku gak nyangka bisa nikah sama kamu"
__ADS_1
"Seneng gak?" tanya Luki
"Bahagia mas" sambil memeluk suaminya erat dan kemudian Luki mengecup Kening Shela dan akhirnya ke uwuan terjadi kembali malam ini..
Skip
Empat jam pertempuran sengit antara mereka selesai dengan sama sama dengan nafas ter engah engah dan juga keringat yang sudah membanjiri tubuh mereka.
"Massss,," panggil Shela
"Apa sayang"
"Pengen...."
Luki langsung menoleh ke arah istrinya, ia langsung mengangguk dan langsung maju menyosor bibir merah muda istri nya itu, namun dengan secepat kilat Shela menutup mulut nya.
"Kenapa, katanya pengen"
"Pengen apa?" tanya Luki lagi
"Pengen bubur sumsum mas"
"oke besok pagi kita beli"
"sekarang mas" lirihnya
"Sayang ini udah jam berapa, mana ada yang jual jam segini"
Shela mencebikan bibir nya, ia langsung tidur memunggungi suaminya. Shela terlihat sesekalu mengusap air mata nya yang mulai jatuh di kedua matanya.
__ADS_1
Luki yang tadi sudah memejamkan matanya, ia terjaga kembali karena merasa mendengan segukan dari istriny, Luki menyibak selimut yang di pakai istrinya dan benar saja Shela tengah menangis.
"Sayang kamu kenapa?"
Shela enggan menanggapi pertanyaan suaminya, dan sekarang Shela malah lebih kencang menangis dan kemudian Luki memeluk nya dengan erat lalu menangkup kedua pipu Shela.
"Kamu kenapa? apa aku menyakitinmu?"
"hiks hiks hiks, kamu jahat mas kamu jahat" Shela memukul mukul dada suaminya pelan.
"Iya iya maafin aku kalau aku jahat padamu, tapi salah aku apa sayang?"
"Aku mau bubur sumsum sekarang"
"ya Tuhan karena itu? baiklah aku akan cari sekarang, kamu tunggu di sini ya"
Luki segera turun dari ranjang dan memungut baju dan celananya yang berserakan di lantai, ia dengan gontai nya berjalan ke lantau bawah, Luki langsung menelpon asisten nya untuk membelikan bubur sumsum.
"Halooo selamat malam pak" Suara serak dari Ardi yang baru bangun tidur
"Di tolong saya, carikan bubur sumsum sekarang dan bawa ke rumah baru saya waktumu cuma setengah jam"
Luki menutup sambungan telpon nya sepihak namun di sebrang telpon seorang laki laki sedang mengumpat kesal karena di bangunkan hanya untuk mencari bubur sumsun.
"dasar bos edan, ini jam berapa? mana ada tukang bubur sumsum jam segini"
Namun Ardi bergegas pergi dan segera mencari pesanan bos nya.
***** sorry ya adegan uwu nya sengaja othor Skip dulu, ****
__ADS_1
happy reading....