
Mira pergi meninggalkan kediaman Rendra dan menuju apartemen Richard,tanpa sengaja ada sepasang mata memergoki Mira yang sedang berjalan di koridor apartemen,ternyata Mira masuk ke salah satu apartemen di lantai itu,ia melihat ada seorang pria yang menyambut kedatangan nya dengan sebuah ciuman mesra.
Orang itu adalah Luki,,ternyata apartemen Luki dan Richard bersebelahan,Luki curiga dengan hubungan Mira dan tetangga nya itu,,ia akan mencari tahu lebih lanjut tentang hubungan mereka.
Sementara di sebelah apartemen Luki ada 2 insan yang sedang bergulat di siang bolong,mereka begitu menikmati kebersamaan mereka saat ini.
Suara ******* dan erangan saling bersahutan di ruangan itu,,keringat mengucur deras dari tubuh dua manusia yang sedang menyatukan tubuh mereka,walaupun di ruangan itu Ac menyala namun rasa panas begitu terasa menjalar di tubuh mereka.
Kurang lebih 2 jam mereka bermain di atas ranjang,membuat mereka kelelahan dan akhir nya mereka ambruk bersamaan.
"Sayang,,satu orang penghalang telah mati,kini tinggal istrinya yang harus kita singkirkan"
"apa rencanamu selanjutnya"
Mira merencanakan sesuatu untuk shela,agar shela pergi dari kehidupan Rendra,Mira sangat percaya diri dengan semua rencana yang akan dia lakukan.
"Oia mobil kemarin sudah kamu kembalikan ke pemiliknya.
" aman" ucap Richard singkat
Richard Bagaskara adalah seorang pengusaha kecil yang sangat iri dengan usaha yang di rintis oleh Rendra,katakanlah saingan perusahaan Rendra.
Richard ingin menghancurkan keluarga Rendra melalui Mira.Namun Mira tidak tahu niat Richard sebenarnya,yang ia tahu Richard mencintainya,dan ingin membantu Mira mengeruk semua harta kekayaan Rendra.
Sementara di kediaman Rendra kini shela tertidur di kamar Key,,ia masih memeluk bingkai Foto key.
Rendra yang sejak tadi mencari keberadaan shela akhirnya menemukan nya,Rendra mendekati Shela ia mencium kening shela.
Ada rasa bersalah yang masih ia rasakan atas perlakuannya belakangan ini kepada istrinya itu,
Shela terbangun karena sentuhan di kening nya,,ia mengerjapkan mata nya berkali-kali,,di lihat nya sosok orang yang sekarang ini menjadi salah satu daftar orang yang ia benci.
"Ada apa?" tanya nya ketus
"Maafin aku shel"
"Maaf,,semuanya sudah terlambat mas"
"oia besok aku akan mengurus perceraian kita"
"Gak,,gak boleh ada perceraian antara kita shel"
__ADS_1
"Mau kamu apa sebenarnya?? kamu gak mau kita bercerai tapi kamu juga gak mau meninggalkan wanita itu"
Shela meneteskan kembali air mata nya,sungguh ia benar-benar muak dengan Drama dalam hidup nya ini.
Rendra hanya terdiam tak bisa menjawab semua pertanyaan Shela,,ia memang egois tak mau melepaskan salah satu dari kedua wanita yang kini ada dalam hidup nya.
"Sudahlah Mas dengan diam nya kamu aku sudah tahu jawabannya,tolong tinggalkan aku sendiri disini"
Aku mengusir nya keluar,namun ia nurut saja mungkin dia juga sudah lelah dengan pertengkaran kami.
############
Satu minggu berlalu,shela yang selama satu minggu ini mengurung dirinya di kamar karena masih dalam keadaan berduka,kini perlahan bangkit.
Hari ini ia akan ke kantor polisi melayangkan laporan atas tabrak lari yang korbannya adalah anaknya sendiri.
Sekarang polisi sudah mulai bertindak,mencari bukti dan beberapa saksi mata kejadian itu.
Shela kini berada di sebuah cafe,ia sedang melamun sendiri,dan lagi-lagi air mata nya lolos begitu saja.
Ia tak menyadari ada seseorang yang menghampirinya dan mengusap air mata nya.
Aku baru tersadar saat aku merasakan sentuhan tangan di pipiku,,ku lihat seseorang itu tersenyum manis padaku,,aku pun membalas senyuman nya dengan penuh keterpaksaan,karena saat ini aku benar-benar tak mau tersenyum.
"Sayang jangan menangis lagi ya,cantiknya ilang loh"
Aku mulai tersenyum dengan godaan Luki,ya seseorang itu adalah Luki lawan main ku di ranjang selain Mas Rendra.
"Ikut aku yuk,,aku mau kasih sesuatu"
Luki mengajakku pergi,dan aku mengikutinya saja.
Luki mengajakku ke sebuah danau,danau yang indah dengar air yang bening tanpa sampah atau limbah yang bisa mengotori danau itu.
"Coba berteriak sekencang nya,luapkan segala emosi yang ada di hatimu,,lihat aku contohin ya"
"Arrrrgggggggghhhhhhh"
Luki berteriak dengan lantang,
"cobain deh"
__ADS_1
"Arrrgghh"
"labih keras lagi"
"Arrrggghhhh"
"Sekali lagi ya coba"
"Arrrrrrggggggggghhhhhhhhhh"
Aku berteriak dengan lepas dan lantang,,bahkan aku kembali berteriak lagi dan lagi,,hingga akhir nya suaraku sedikit serak namun hatiku sedikit lebih lega..
Aku bisa sedikit tertawa karena dari tafi Luki selalu menghidaku dengan gombalan-gombalan receh nya,namun itu bisa membuatku sesikit lupa kesedihanku.
"kamu cantik deh kalau lagi senyum ginu,bikin aku emeeeshh" Goda Lukibsambil mencubit pipiku,hingga pioiku benar-benar merah merona.
"Ki,makasih ya udah ajak aku kesini"
Aku memeluknya erat,rasa nyaman yang kini ku dapatkan kembali setelah sekian lama tak pernah kurasakan lagi dari suamiku.
Ku tatap manik mata Luki yang mampu membuatku lebih tenang,ku kecup bibir nya sekilas,,hanya sekilas dan hanya meyalurkan rasa terima kasih ku saja.
Luki pun menatap ku balik,,aku hanya tersenyum dengan degup jantung yang tak beraturan.
"Kok gue deg-degan ya liat mata nya Shela,,padahal dulu gak pernah kaya gini" batin Luki
Luki mulai mendekatiku dan mencium bibirku,,tak hanya sekilas namun ciuman itu lebih dalam dan dalam,,akhirnya ku balas ciuman itu hingga ku terhanyut dalam ciuman yang memabukan.
Bahkan hanya ciuman saja jantung ini bisa langsung bermaraton,apakah ada benih-benih cinta yang tumbuh di antara kami?
Ahh aku tak tau,mungkin yang tau hanya author saja tapi yang aku tau aku merasa nyaman di dekat bocah berondong ini.
"Ehemmm"
Ada suara orang berdehem saat kamu sedang saling memagut,kami gelagapan dan melepaakan ciuman kami,ku menoleh ke arah suara orang tadi,
...Dan hayooooo siapa dia........
...penasaran gak,,,panasaran gak,,,...
...kalau penasaran jangan lupa jempol ,komen dan vote nya ya,,...
__ADS_1