The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Salah paham lagi


__ADS_3

"Nin bisa ke rumah Luki sekarang, ada yang mau tante bicarakan" Sebuah pesan singkat di terima oleh Nindi dan tentu saja Nindi tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk ke rumah Luki.


Nindi kemudian bersiap untuk pergi ke rumah Luki, ia berdandan seperti biasanya dengan sedikit menor, dan juga kini ia memasukan sesuatu ke dalam tasnya.


Nindi pun pergi dengan perasaan senang, ia sudah tidak sabar untuk melancarkan aksinya kali ini, " Luki tunggu aku kembali" ucap Nindi dengan penuh ambisi.


Rumah Luki tidak jauh dari apartemen Nindi cukup baginya mengendarai mobil dengan waktu tiga puluh lima menit saja agar sampai di rumah mewah laki laki yang dulu pernah menjadi bagian hidup nya.


Ternyata Marta sudah menyambut kedatangan Nindi di teras rumah nya, "Hai sayang apa kabar?" tanya Marta dengan cipika cipiki dahulu.


"Aku baik tante, tante gimana?"


"Ah lihat lah keadaan tante kurang baik" ucap Marta dengan sedikit memelas.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah, namun rumah tampak sepi tidak ada orang lain lagi di sana, "Tante apa tidak ada orang lain lagi di sini?" Tanya Nindi dengan masih celingak celinguk melihat keadaan sekitar rumah.


"Mereka sedang keluar, mungkin sebentar lagi akan pulang"


"Baiklah tante, sebenar nya apa yang ingin Tante bicarakan padaku?"


Martha pun mulai berbicara serius dengan Nindi, ia mengatakan ingin sekali menyingkirkan Shela dari rumah ini dan dari kehidupan Luki, namun ia tidak bisa melakukan apapun di sini karena pergerakan nya selalu di awasi saat bersama Shela.


Memang bener saat Shela di rumah dan di tinggalkan dengan Marta Luki selalu menempatkan seseorang untuk mengawasi gerak gerik ibunya itu agar tidak berbuat macam macam kepada istrinya.


"Oh begitu ya tan, tapi sekarang tidak ada yang mengawasi kita kan?"


"wanita sialan itu tidak ada dan otomatis tidak ada yang menjaganya juga, apa kamu punya rencana untuk melenyapkan dia?" tanya Marta dengan penasaran.


"Serahkan semuanya padaku, tante tahu beres saja oke" seru Nindi dengan penuh percaya diri, sementara terdengar suara mobil berhenti di halaman membuat dua wanita berbeda generasi itu sedikit berpura pura bercanda agar tidak di curigai.


"Hai sayang kamu sudah pulang?" tanya Nindi berbasa basi melihat Luki pulang sendiri tanpa ada pawang nya, dan ia punya kesempatan untuk merayu Luki kembali dengan tipuan nya.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Luki dengan ketus.


"Aku kangen sama kamu Bi" jelas Nindi dengan kata Bi agar Luki mengingat dulu dirinya suka sekali kalau Nindi menyebut nya Bi atau Beby.


Luki hanya melengos pergi tanpa menghiraukan Nindi yang sedang berada di hadapannya, namun Nindi tidak menyerah ia membuntuti Luki sampai ke kamar nya dan juga ikut masuk, membuat Luki kaget.

__ADS_1


"Pergi dari Kamarku, ini bukan tempatmu" usir Luki dengan nada tinggi.


"Ayolah Bi, aku kangen kamu aku juga tau kamu masih sayang kan sama aku, aku ingin kita seperti dulu lagi Bi" Nindi berjalan mendekati Luki membuat Luki mundur dan tanpa terasa punggung nya sudah bersandar di dinding, membuat Luki tidak bisa bergerak mundur lagi.


Sedangkan di luar Shela baru saja sampai rumah, di lihat nya Martha sedang membaca majalah di sopa ruang tamu, "Sore mah!" Sapa Shela ketika melewati ibu mertuanya itu.


"Hemm" Marta hanya berdehem saja menjawab sapaan dari Shela namun hatinya sedang bersorak karena psti akan terjadi sesuatu setelah ini.


"Lihat apa yang akan terjadi setelah ini" guman Marta dalam hatinya sembari menyunggingkan senyuman liciknya. Shela pun berjalan menuju kamar nya dengan gontai karena saat ini tubuh nya sangat lelah, setelah seharian ia berada di perusahaan nya untuk mengurus pengunduran dirinya.


"ceklek"


Suara pintu terbuka dan betapa kaget nya Shela melihat pemandangan di depan matanya, Nindi yang sedang berusaha merayu suaminya dengan sedikit membuka kancing kemeja nya membuat dua buah gunung kembar nya tampak menyembul, Luki pun sudah sangat enggan melihat pemandangan menjijikan di hadapannya.


"Sedang apa kalian?" Tanya Shela dengan suara tinggi membuat kedua orang itu menoleh ke arah suara, Luki kaget melihat istrinya dan yang pasti akan salah paham.


Namun tidak dengan Nindi ia justru semakin menempelkan tubuh nya dengan tubuh Luki membuat Shela geram dan langsung saja menjambak rambut indah Shela dan kemudian membanting badan Nindi ke lantai, sontak Nindi memekik kesakitan.


"Ah sakit, Bi tolongin aku dia kasar banget sama aku" adu Nindi pada Luki dengan suara di buat lirih agar Luki menolong nya.


"Diam kamu disitu Mas, jangan coba coba menolong nya kalau kamu tidak mau aku berbuat lebih kejam dari ini" Shela yang sudah sangat kecewa kepada suaminya karena membiarkan wanita ular itu masuk ke kamar pribadi mereka.


"Aku bilang diam"


Shela kemudian mendekati Nindi dan menjambak rambut nya lagi " Shel sakit lepasin" rintih Nindi yang bener benar kesakitan.


" siapa yang izinin kamu masuk ke kamar ini?" tanya Shela dengan emosi membuat Luki kelabakan karena tak ingin kejadian Nela terulang kembali, ada janin yang harus di jaga di perutnya.


"Sayang udah, jangan nyakitin dia" Luki berusaha agar Shela tidak berbuat nekat lagi, karena ia tau Shela sulit untuk di bujuk.


"Diam kamu, kenapa belain wanita ini? apa kamu juga masih berharap kepada nya?" Shela membentak Luki yang membuat Luki diam seketika.


Shela kemudian melangkahkan kaki nya keluar dari kamar, namun saat berada di pintu ia membalikan badannya dan melihat ke arah suaminya "Aku kecewa sama kamu Mas" ucapnya lirih dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya dan siap untuk di terjunkan.


"Sayang tunggu, kamu salah paham.. Sayang... Shelaaaaa.."


Shela berlari menuju keluar rumah, ia pun segera menaiki mobil nya dan berlalu begitu saja tanpa memperdulikan teriakan suaminya yang memanggil nya sedari tadi.

__ADS_1


Marta yang sudah menduga akan ada kejadian seperti ini hanya tersenyum puas melihat drama dalam rumah itu, Luki pun keluar mengejar mobil Shela dengan menaiki mobil nya, membuat kedua satpam di rumah nya tampak bingung dan bertanya tanya apa yang terjadi.


"Itu bu bos dan pak bos kenapa ya jang?"


"Entahlah sepertinya ada huru hura yang terjadi"


Mereka pun duduk kembali di pos dan melanjutkan ngopi nya sambil bermain catur, sementara Nindi keluar dari kamar Luki dengan acak acakan membuat Marta tertawa terbahak-bahak.


"Nindi apa yang terjadi dengan penampilan mu? apa kah Luki sudah melakukannya dengan mu?" tanya Marta dengan penasaran


Namun Nindi menggeleng, "Aku memang tidak berhasil merayu anak tante tapi aku berhasil menghancurkan mereka" Jelas Nindi dengan senyum devil nya membuat Marta kembali tersenyum.


Kedua wanita itu merasa sangat puas dengan kejadian hari ini, membuat mereka merayakan nya dengan pergi keluar dan menuju Mall untuk Shoping dengan sebuah black card di tangan nya yang tadi sempat ia curi dari dompet Luki.


Luki yang sekarang masih mengejar istrinya, melihat mobil Shela terparkir di sebuah gedung tua yang sempat beberapa hari lalu mereka singgahi bertemu dengan Gara, ya benar Shela masuk ke markas besar nya.


Luki pun menyusul nya masuk, namun saat masuk keadaan markas sudah seperti kapal pecah, Luki pun bergegas mencari Shela dan berpapasan dengan Gara.


"Gar dimana istriku?"


"Ada di kamar atas bos"


Luki pun bergegas menuju ke lantai atas dan menemukan satu satu nya kamar yang berpintu tertutup membuat Luki yakin Shela ada di sana.


"Ceklek" pintu terbuka


Prannk


Brakkk


Bruuukk


to be continued



Maaf ya othor baru bisa updet lagi, kemarin othor sakit jadi harus badrest total, gak bisa pegang hp lemes bawaan nya 🙏🙏

__ADS_1


Makasih buat semuanya yang masih nunggu othor Up, semoga kalian semua sehat selalu ya, jaga kesehatan nya di musim sekarang ini, dan jangan lupa Like komen and vote nya othor tunggu banget..


Love u all ♥️♥️♥️


__ADS_2