The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Luki vs Richard


__ADS_3

Setelah sampai di apartemen Luki bergegas turun dari mobil,ia kemudian membantu Mira agar dapat berjalan,hati Luki tak karuan mengingat apa yang ia takutkan terjadi.


"Mir apartemenmu di lantai berapa??"


"Hemm" Mira hanya berdehem saja


"Mira sayang jawab,aku sudah gak tahan" goda Luki


......"Hah gak tahan pengen lempar si lampir ke penjara"......


"26 ki,kamu benar-benar sudah gak sabar ya main denganku,bahkan aku bisa lebih gila dari Shela" ucap Shela dengan bibir yang monyong ingin mencium Luki


......"hadeuhh bener-bener ya si lampir,nyosor terus"......


Luki memencet tombol Lift agar terbuka,namun sepertinya lift itu eror pintu nya tak terbuka-terbuka.


..."Oh sial,lift nya mati"...


"Mir apartemenmu pasword nya apa? biar aku langsung masuk"


"gak pake password tapi pake fingerprint sayang,hanya aku dan Richard yang bisa buka pintu nya"


..."hadeuhhhh mau gak mau gue harus gendong ini kunti,biar bisa buka pintu nya"...


Luki menggendong Mira ala bridalstyle ia lari menaiki tangga ke lantai 26,benar-benar perjuangan.


Baru lantai 10 Luki sudah ngos-ngosan,naik tangga sambil menggendong wanita mabuk benar-benar sangat melelahkan.


Luki istirahat sejenak namun pikiran nya menuju kepada Shela,ia langsung berlari lagi tanpa henti.


Setelah sampai di lantai 26 Luki lupa menanyakan no berapa apartemen nya,di lihatnya Mira yang sudah tidur entah pinsan,


..."Argh menyusahkan sekali si mahkluk satu ini"...


Luki mencoba mencocokan jari Mira ke setiap sensor jari di apartemen itu,sudah 14 unit aprtemen yang Luki coba,namun tak ada satu pun yang cocok.


Tenaga Luki sudah terkuras habis,ia benar-benar sudah lelah,namun karena cinta nya begitu besar pada Shela akhir nya ia bangkit kembali.


..."Ya Tuhan bantu hamba untuk menemukan apartemen itu,dan jaga Shela untukku ya tuhan" ...

__ADS_1


Kini giliran apartemen yang ke 15,ia berharap ini yang terakhir,namun setelah di coba masih gagal juga.


"Arggh sial" Luki berteriak kesal


Luki kembali melangkahkan kaki nya lagi kini apartemen itu di pintu nya ada sebuah logo Naga merah,Luki teringat akan mobil yang pernah Mira gunakan,ada logo Naga itu dan sama percis.


"Semoga kali ini benar"


Luki mencocokan kembali jari mira di sensir itu dan


Ceklek


pintu terbuka Lebar,Luki langsung menaruh tubuh Mira di sofa dan ia bergegas mencari kamar di aprtemen itu.


Luki mengedarkan pandangan nya mencari kamar,di lihat nya sebuah kamar tak jauh dari ruang tamu tersebut,ia menuju kesana,namun tak ada siapapun disana.


Luki menuju arah tangga,ia langsung bergerak menuju ke sana,naik dengan berlari,dan menemukan sebuah kamar di sana.


Luki membuka kamar tersebut,untung kamar nya tidak di kunci,Luki melebarkan matanya menatap seorang Laki-laku yang sedang melucuti pakaian seorang wanita yang tidak sadarkan diri.


"Berengsek" Luki mendekati pria itu


Bugh


bugh


bugh


"Jangan campuri urusanku"


Luki terus bergerak meninju dan memukul semua yang ada pada tubuh laki-laki itu,Richard sedikit membalas,mereka baku hantam dengan sangat emosi.


Karena Richard bukan lawan yang seimbang,Richard langsung keluar kamar dan kabur ke lantai bawah,ia melihat Mita yang sedang terbaring lalu,mengguncangkan tubuh Mira agar bangun.


"Mir,bangun ayo kabur"


Namun orang yang di ajak kabur malah asik ngorok,Richard yang tak mau tertangkap meninggalkan Mira begitu saja.


Sementara di kamar dilihat nya Shela yang sudah tanpa pakaian,hanya ada Bra dan Cd nya saja yang tersisa.

__ADS_1


Luki menyelimuti tubuh Shela,lalu di peluk nya tubuh itu erat,di cium nya pucuk kepala Shela dengan lembut.


Luki menitikan air mata nya tanpa sadar,


"Shel maafin aku,hampir saja dia menyentuh tubuh mu ini,maafin aku yang gak bisa jagain kamu"


Air mata Luki yang menetes membasahi wajah Shela dengan perlahan mata Shela terbuka dan sadar dari tidur nya.


"Luki" panggil nya lirih


Luki menoleh dan kemudian menciumi semua wajah Shela.


"Maafin aku Shel,maafin aku,ini semua gara-gara aku,coba aku mengantarmu mungkin gak akan seperti ini jadinya"


Luki menangis kembali,Shela yang kaget melihat Luki menangis kemudian memeluk laki-laki itu erat.


"Jangan Nangis sayang,aku gak apa-apa kok"


Shela menangkup kedua pipi Luki dan menghapus air mata nya,


"Jangan gini ki,air mata mu terlalu berharga untuk kamu jatuhkan,aku gak apa-apa,"


Luki melepaskan selimut Shela dan memakaikan baju pada tubuh wanita itu,Luki sangat telaten memakaikan baju di tubuh Shela.


"Untung aku datang tepat waktu,kalau enggak mungkin si bajingan itu sudah melakukan nya padamu"


"Makasih kamau sudah menyelamatkanku,aku sayang kamu"


Cup


Shela mencium bibir Luki dan memperdalam ciumannya,namun hanya ciuman saja tak lebih dari itu walau si japra dari tadi sudah meronta meminta jatahnya,namun Luki menahan nya.


"Ayo pulang" ajak Luki


Saat tiba di lantai bawah Luki tidak melihat Mira di sofa,sepertinya Mira sudah sadar dan kabur,mereka pun kemudian pulang ke apartemen Luki karena lokaai nya lebih dekat ke apartemen Luki.


Flashback beberapa saat yang lalu.


Mira sadar dari tidur nya,ia langsung menuju ke lantai atas berharap Luki masih ada di sana,namun saat tiba di pintu kamar di lihatnya Richard sudah tidak ada hanya Luki dan Shela yang sedang berpelukan,

__ADS_1


"Ahhh Sial,rupanya si Luki menjebakku,aku harua kabur daripada ketangkap."


Mira buru-buru turun ke bawah dan kabur dari apartemennya.


__ADS_2