
"Bi tolong buka pintu nya" teriak Shela pada Bi Inah yang berada di dapur.
"iya nyah" jawab Bi Inah sambil melenggang pergi menuju pintu utama.
Bi Inah membuka pintu dan ternyata yang datang seorang kurir membawa satu paket bunga mawar putih untuk Shela, "Maaf bu apa ini rumah Bu Shela?"
"Iya mas ada apa?"
"Ini ada kiriman bunga, tolong di terima dan tanda tangan disini" sambil menyodorkan kertas ke depan Bi Inah, Bi Inah pun membubuhkan tanda tangan. ya di kertas itu dan menerima bunga tersebut, lalu kurir pun pergi, Bi Inah menutup kembali pintu dan membawa masuk bunga ke dalam.
"Maaf nyah ada kiriman bunga," Ucap Bi Inah lalu memberikan buket bunga yang sedang ia pegang kepada Shela, Shela pun menerima nya dan melihat ada kartu ucapan di dalam nya, di buka nya kartu itu dan betapa kaget nya Shela yang membaca kata kata di dalam kertas tersebut.
" aku tau siapa kamu sebenar nya, membunuh musuh dengan kejam adalah sifat mu, walau kini kamu sudah lama meninggalkan dunia gelap itu tapi tetap kamu adalah seorang pembunuh"
Duaarrrrrr
Bagai terserang petir bertubi tubi, tubuh Shela gemetar karena ada orang yang tahu pekerjaan Shela dulu, ia hanya tidak mau semua keluarga nya tahu bahkan adik nya pun tidak tau tentang Shela, hanya suaminya yang mengetahui hal tersebut.
"Bagaimana ini, siapa yang mengetahui masa lalu ku" bathin nya membuat Shela mengepalkan tangan nya.
"Dari siapa sayang?"
Shela hanya memberikan kertas tersebut pada suaminya, suamninya pun sama terkejut nya dengan Shela, Luki kemudian menggenggam erat tangan Shela sedikit menenangkan nya, membuat Shela tersenyum ke arah nya.
"Pasti istri kamu selingkuh ya" Tanya Martha pada Luki dengan seringai liciknya,
" sudah punya suami ganteng dan kaya raya begini, mana mungkin saya selingkuh" Balas Shela pada mertuanya.
"Memang nya mama yang suka selingkuh di belakng papa" ucap Luki membuat Marta kalah telak di depan mereka membuat dirinya meninggalkan meja makan dengan menghentakan kaki nya.
"Itu mama kak Luki ya?" Tanya Zifa yang sedari tadi menyimak.
"Iya Zi, itu mama kaka, kenapa memang nya?"
"Gak apa apa sih cuma kok sikap nya ke kak Shela gitu sih"
"Udah udah gak usah di bahas, kakak gak apa apa kok bisa menghandle semua itu,"
Mereka kini sudah selesai sarapan Ardi pun sudah tiba untuk menjemput bos nya itu, "Pagi semua" sapa Ardi pada semua orang di sana.
__ADS_1
"Ehhh sayang nya aku" ucap Zifa keceplosan.
"Haaahhhh sayang???" Luki bertanya tanya mendengar Zifa memanggil Ardi dengan sayang
Zifa dan ardi yang tersenyum kikuk pun tidak luput dari pelototan Shela. Ardi yang melihatnya begitu gugup takut takut bos dan calon kakak iparnya itu tidak setuju dengan hubungan mereka.
"Kalian sudah jadian?" tanya Shela dengan penasaran
"Heheee iya kak, semalam Ardi udah nyatain cinta nya sama aku" Jawab Zifa dengan cengengesan begitu pun Ardi yerlihat menggaruk tengkuk nya yang sebenarnya tidak gatal.
" Mas gimana ini, mereka bahkan sudah jadian tanpa ngasih tau kita" Shela mengadu pada suaminya yang hanya bermuka datar itu, Luki tidak mempermasalahkan tentang hubungan Zifa dan Ardi, namun sepertinya Shela sedikit terganggu.
"Memang nya kenapa sayang" tanya Luki lembut
"Aku GAK SE TU JU" ucap Shela lantang dan sedikit penekanan.
Semua orang yang ada di sana membulatkan mata nya sempurna, heran bingung dan kesal itu yang di pikirkan Zifa saat ini, pasalnya Shela adalah orang yang pertama yang sering mendekatkan mereka.
"Kenapa kalian semua bingung?" tanya Shela yang menatap orang orang di depannya dengan memicingkan matanya.
"Kakak kenapa gak setuju sih? bukannya kakak yang sering mendekatkan kami berdua" tanya Zifa dengan sedikit rengekan
"Ihh kakak rese banget sih, aku pikir kenapa gak setuju huhh" Zifa pun mendengus kesal tapi tak lama ia pun tersenyum.
"Apa sih yang enggak buat kakak, nanti aku traktir deh tenang aja iya kan Bi.." Zia pun meminta persetujuan dari Ardi dan di balas anggukan Ardi.
"Kakak cuma mau cilok ubed yang ada di bandung" ucap nya datar.
"What di bandung? kak yang bener aja itu cuma ada di sinetron preman pensiun" tegas Zifa
"Ini yang mau keponakan kamu loh Zi,Gak mau tau, kalau gak di beliin gak dapat restu" Shela pun merengek.
"Iya bu bos nanti kita beliin cilok ubed yang di bandung" ucap Ardi yang ingin sekali mendapat restu dari Shela.
*
*
*
__ADS_1
Sementara di kamar marta uring uringan karena ternyata sangat sulit untuk mengalahkan Shela, martha pun memikirkan siasat baru untuk mengusir Shela dari sana.
"Wanita itu terlalu kuat berada di hati Luki yang bodoh, aku harus mencari cara agar bisa mengusirnya dari sini" Marta berbicara dengan penuh amarah.
Namun saat ini Shela sendiri bingung dengan siapa orang yang mengirimkan nya bunga tadi pagi, dan mengetahui rahasia besar nya, Shela pun keluar rumah siang ini sendiri mencari toko bunga yang mengirimkan nya bunga tadi.
Akhirnya Shela sampai juga di sana dan di sambut baik oleh pelayan di sana, Shela pun menanyakan perihal siapa yang mengirimkan bunga padanya, ia beralasan si pengirim memberikan ancaman lewat kartu ucapannya.
Pelayan itu pun setuju untuk memperlihatkan CCTV di toko bunga tersebut, karena Shela sebelumnya memaksa akan membawa polisi karena toko tersebut ikut andil dalam teror nya.
Saat Shela melihat CCTv tersebut tidak ada yang mencurigakan, namun saat seseorang memberikan sejumlah uang yang terdapat pada amplop coklat kemudian menyuruh memberhentikan sejenak video tersebut.
"Sebentar Mas tolong jeda video yang barusan," Orang yang memegang kendali di ruang CCTV tersebut menjeda video tersebut dan mengulang denga lambat.
"Maaf Mas siapa pelayan yang menerima amplop tersebut" Mas mas tersebut memberitahukan siapa orang yang berada di video dan tak lama menyuruh orang yang dalam video tersebut menemui Shela.
"Maaf mbak, apa mbak yang ingin menemui saya" tanya pelayan itu
"Duduk"
*
*
*
To be continued
Kira kira siapa ya yang tau tentang masa lalu Shela?
ada yang tau kah??
ikuti terus ya kisah Shela dan Luki...
Maaf ya baru up lagi, othor lagi fokus ngurus anak yang lagi sakit..
Doain ya temen temen biar cepet sehat kembali.
makasih...
__ADS_1