
mereka berciuman Luki langsung membawa Shela keluar, namun Robby terus mengamati kepergian mereka berdua hingga senyum cerah terlihat dari sudut bibir nya, Robby tau dimana sekarang Shela tinggal.
"ternyata di sebrang sana, baiklah kita mulai"
Robby sekarang kembali duduk di kursi cafe tersebut, ia memesan secangkir kopi hitam kesukaan nya.
"Kamu gak berubah Shel, masih seperti dulu" ucap nya sambil membuka dompet nya dan memandangi sebuah foto wanita yang masih berseragam putih abu abu.
Ia teringat akan kenangan masa SMA nya dengan Shela, penampilan Robby dulu dan sekarang sangat berbeda, dulu Robby sangan culun, rambut belah tengah dan kaca mata berlensa tebal yang setia bertengger di hidungnya.
Pantas saja Shela tidak mengenal nya sekarang, karena penampilannya berubah 100%, Ia ingat waktu dulu di sekola ia yang sering di bully oleh teman teman nya selalu mendapatkan pembelaan dari Shela seorang, hingga Ia menyimpan rasa yang sampai sekarang belum sempat ia utarakan.
Dulu dirinya begitu takut untuk mengungkapkan rasa pada gadis itu, ia sangat takut Shela akan menolaknya bahkan akan menjauh darinya, makanya ia memendam sendiri perasaan nya.
Sampai sekarang rasa itu masih sama, namun keadaan Shela yang sudah berubah, Shela sudah tak sendiri lagi bahkan suaminya terlihat sangat muda.
"Yang menikah masih bisa bercerai kan" Guman nya dalam hati, ia bertekad akan menghancurkan rumah tangga Shela dan suaminya sekarang.
sementara di rumah Shela Luki kini uring uringan tak menentu, ia sangat cemburu dengan pria yang tadi menghampiri istrinya itu.
"Udah Mas jangan marah terus, dia hanya teman masa sekolah aku Mas, bukan siapa siapa bahkan mantan pun bukan."
"Tapi sepertinya ia menyukaimu"
Shela menghela nafasnya kasar, ia bingung sendiri melihat suaminya merajuk seperti ini, cara ampuh agar suaminya tidak marah lagi ya dengan olah raga ranjang.
"Aku gak mau ya kalo ka...."
"Emmmmmppphhhh"
Shela kembali membungkam bibir suaminya dengan bibirnya, agar suaminya berhenti mengoceh hal yang dianggapnya tak penting.
Kedua nya kini saling menyesap dan memagut, membuat keduanya seakan di mabuk kepayang, apalagi hormon kehamilan Shela membuat dirinya kini sering menuntut bercinta, bahkan kadang Luki yang sudah cape pun ia biarkan terbaring dan dia yang mendominasi permainan.
__ADS_1
Seperti sekarang Shela lah yang sedang memuaskan suaminya di ranjang, terlebih ia tak mau suaminya kembali merajuk tentang kejadian tadi di cafe.
"Ohhh yess honey teruss lebih cepat lagi sayang"
"Arrrrgggghhhh" Suara erangan panjang Luki terdengar merdu di telinga Shela, Luki melakukan pelepasan nya setelah 3 jam bercinta dengan istri luar biasanya.
"Sayang lagi ya"
Suara Shela dengan manja nya meminta permainan terus berlanjut, Luki yang sudah kewalahan melawan ***** bercinta sang istri kini tidak bisa menolak lagi dimana Shela sudah berada di atas nya lagi, mengambil alih permainan.
Kini Luki berhadapan langsung dengan buah kesukaan nya, ia lahap habis buah itu membuat Shela sedikit meringis merasa perih karena Luki tak segan segan menggigit kecil buah gantung nya.
Setelah Shela benar benar mengeluarkan lahar panas nya kembali, Luki membalikan tubuh istrinya dan dengan sekali hentakan langsung amblas masuk.
Sambil tak henti hentinya Luki menghentakan pinggul nya ke depan dan belakang bahkan satu tangan nya sudah berada di bukit kenyal milik Shela.
Entah lah sudah berapa lama, namun Luki ingat Shela tak boleh kelelahan ada nyawa yang harus ia jaga di dalam tubuh istrinya itu.
Kini kedua manusia itu sedang mengerang berdua muntahkan seluruh rasa cinta dan ***** yang sudah sama sama memuncak dari tadi.
" Belummm"
"Sayang ingat ada baby di sini" ucap Luki sambil mengelus perut Shela yang masih rata.
"Ia aku tau kok,"
Mereka akhirnya terlelap di sore hari, saking lelah nya mereka tak sadar kalau hari sudah petang dan menuju malam.
********
Amara yang masih mengunci diri di kamar kini berhenti menangis, ia sadar untuk sekarang mungkin Rendra belum bisa melupakan mantan istri cantik nya itu.
tok
__ADS_1
tok
tok
Pintu kamar di ketuk oleh Rendra ia sendiri baru berani menghampiri Amara yang sedari tadi mengurung diri, ia sudah merenungi kesalahan nya karena membentak istrinya.
"Ra buka pintu nya kita makan malam yuk" Ajak Rendta yang bingung harus dari mana ia mulai untuk meminta maaf.
Namun tak ada jawaban apapun dari dalam kamar, Rendra hawatir terjadi apa apa dari sana, ia kemudian mencari kunci cadangan dari laci lemari di ruang tamu.
Setelah menemukan nya ia buru buru membuka pintu kamar nya, namun ternyata pintu nya tak terkunci.
"Perasaan tadi di kunci deh" Rendra menggaruk tengkuk nya yang sudah pasti tidak gatal, kemudian mendorong pelan pintu kamar itu.
"Ra.... Amara.... kamu dimana?"
Rendra sangat takut kalau Amara akan pergi meninggalkn nya, ia bergegas membawa kunci mobil hendak ingin keluar.
"Kamu mau kemana Mas?"
Suara bariton dari ruang makan mengagetkan Rendra, ia langsung menoleh dan kemudian memeluk Amara.
"Kamu kemana aku kira kamu pergi lagi"
"Kan kamu sendiri tadi yang mengajak ku untuk makan malam".
...Ada yang punya ide buat kasih judul ulang novel ini?? soalnya gak lulus kontrak karena judul nya yang terlalu vulgar hehehe, boleh kasih ide di kolom komentar ya, nanti judul yang terpilih ada hadiahnya juga loh.....
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
__ADS_1
...makasih.. muahhh muahhh muahhh sun jauh dari othor buat kalian yang selalu setia nunggu othor up ya.....