The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Nella


__ADS_3

Shela kini bingung,pesan yang di kirim nya pada Luki tak ada balasan,padahal sudah di baca,Shela kemudian mencoba untuk menghubungi Luki lagi namun tetap sama tal ada jawaban dan tak ada balasan apapun..


"Ya Tuhan,Luki kamu kemana sih,gak biasanya gini," gerutu Shela


Shela mengambil tas dan dan kunci mobil lalu segera beranjak dari apartemen Zifa,Zifa yang melihat kakanya akan pergi kemudian menyapanya.


"Kak mau kemana?"


"Keluar sebentar" Shela menjawab tanpa menoleh ke arah Zifa,


"ohh,oke hati-hati kak"


Shela tak menjawab karena sudah keluar dari apartemen,tak lama Shela sudah berada di parkiran lalu mengendarai mobil nya menuju apartemen Luki.


45 menit ia mengendarai mobilnya dan kini sudah di parkiran apartemen Luki,ia segera Turun dari mobil dan menuju lantai apartemen Luki.


Shela menaiki lift namun lift terasa lambat,ia menggerutu di sepanjang jalan menuju lift "kaya siput aza sih ini lift jalan nya"


Pintu lift terbuka dan Shela langsung melangkahkan kaki nya menuju unit punya Luki,ia segera memencet Password pintu itu namun pintu tak kunjung di buka.


Shela heran,apa dia salah apartemen dilihat nya kembali unit itu tapi tak ada yang salah,dia kembali berusah untuk memencet tombol pintu namun tetap gagal.


"apa password nya di ganti,kok dia gak bilang sih,aku coba telpon"


tutttt


tuutt


tuutt


panggilan terhubung dan terdengar jawaban dari sebrang.


"Iya Haloo"


Suara seorang wanita yang menjawab telpon Shela,ia merasa bingung dan melihat kembali layar ponsel nya,tapi benar ini no Luki.


"Maaf ini siapa ya??" tanya Shela


"Saya sekertarisnya pak Luki,mohon maaf bu pak Luki sedang meeting"


"Oh gitu,iya bilang saja saya barusan ke apartemennya"


"Baik bu,"


"makasih ya"

__ADS_1


Shela menghela nafas nya kasar,pikiran Shela Luki mungkin sedang sibuk saat ini,karena beberapa hari kebelakang Luki sering mengabaikan kerjaan nya.


Sementara di sebuah ruangan Luki sedang merenung ia di temani sekertarisnya yang barusan mengangkat telpon nya.


"oke terimakasih,kamu boleh keluar sekarang"


"Baik pak sama-sama,oia pak lima belas menit lagi kita ada meeting dengan Pak Budi santosa dari Perusahaan XX di cafe Xz,apa kita bisa pergi sekarang"


"atur saja,"


"baik pak,saya pamit permisi"


Sekertaris itu melengos pergi sambil menggerutu "si bos dingin itu sepertinya sedang patah hati,"


Shela yang tidak bisa masuk ke aprtemen Luki kini kembali turun menuju parkiran,sebenarnya ia sangat kesal karena Luki mengabaikan nya.


"Tapi ya sudah lah dari pada kesal tak berujung mending sekarang aku ngopi aza di tempat biasa" guman Shela


Ia kemudian menuju cafe Xz dimana Luki akan mengadakan Meeting dengan Klien nya,cukup lama di perjalanan karena sedikit macet.


Sementara Luki dan sekertarisnya sudah menuju cafe Xz,perjalanan tak begitu lama karena jarak dari kantor Luki ke cafe itu hanya 10 menit saja.


Luki telah sampai di cafe dan masuk ke meja yang sebelumnya sudah reservasi.


Tak lama seorang wanita cantik dan Sexy,menghampiri meja Luki ia membuka kaca mata nya.


"Maaf dengan Pak Luki" tanya wanita itu


Luki mengernyit bingung dari mana wanita itu tau namanya,apalagi belahan dada wanita itu cukup rendah jadi jelas terlihat dua buah squisy menyembul ke atas,seketika si japra bereaksi.


"Oh my god,ujian apa lagi ini" Guman Luki dalam hatinya dan seakan menelan saliva nya


..."Hallooooo" wanita itu mengagetkan Luki yang sedang terbengong...


"ehhh iya sorry,,iya saya Luki,maaf anda Siapa? tanya Luki


..." Gugup kan liat yang bahenol kaya gitu,hihihi" guman Sekertaris Luki...


"saya Nella anak dari pak Budi Santoso,dan saya di suruh menggantikan beliau untuk bertemu anda disini"


"oh gitu,iya silahkan duduk" titah Luki


"Mau pesan apa bu?" tanya sekertaris Luki


"Sama kan saja" ucapnya jutex

__ADS_1


..."cantik-cantik judes"...


"Baik kita mulai saja" ucap Luki


Mereka bertiga membahas semua yang menjadi tujuan nya bertemu siang ini,bahkan Nella tak berkedip sedikitpun saat Luki sedang menjelaskan apa saja yang ia sampaikan..


"ohhh perpecto" guman Nella namun masih terdengar jelas di telinga Luki dan Anya Sekertarisnya.


"Baik bu itu saja pembahasan kita hari ini,ada pertanyaan??"


"No hp nya berapa pak" ucap Nella tanpa sadar


Luki mengernyit bingung,pertanyaan yang gak penting menurut nya.


"maksudnya?" tanya Luki lagi


"Eehh maaf pak,jangan salah paham dulu,saya pasti akan menghubungi bapak untuk lebih lanjut lagi nanti,makanya saya butuh no hp bapa" elak Nella


"silahkan nanti minta pada Anya" titah Luki


"Mari bu silahkan di makan dulu," ucap Anya


Mereka makan dengan hening tanpa suara hanya dentingan alat makan yang beradu.


Sementara di meja paling pojok seorang wanita sedang memperhatikan mereka,dengan penuh tanda tanya,


"Siapa wanita yang sedang bersama Luki" guman Shela


Luki yang tak sengaja melihat Shela dari kaca ponsel nya,ia sedikit terkejut namun ia sadar kini Shela telah kembali pada Rendra.


"Maaf bu" ucap Luki sambil mengusap ujung bibir Nella yans sedikit belepotan.


"Aduuhh pak saya jadi malu,kaya anak kecil ya makan saya" ucap nella gugup


Shela yang melihat adegan itu benar-benar emosi ia langsung saja menyimpan dua lembar uang 100 ribuan di meja itu dan melangkah pergi sambil menghentakan kaki nya.


Luki yang melihat Shela seperti itu sebenarnya tidak tega melakukan itu di hadapannya,namun karena rasa sakit hati yang ia alami,ia terpaksa melakukannya.


"Dasar cowok,gak bisa liat cewek sexy sedikit aja udah banyak tingkah,pantes di hubungi susah banget lahh meeting nya sama cewek cantik,iya lah betah" Shela uring-uringan dan sedikit meneteskan air matanya.


Ia kemudian melaju dengan kecepatan tinggi,dengan pikiran kacau dan hati yang tak karuan ia membanting stir ke kiri karena tak bisa mengerem saat ada kendaraan lain yang melintas di hadapannya.


Braaaaaakkkkk


Mobil Shela menabrak sebuah pohon dan terbalik...

__ADS_1


__ADS_2