The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Adik ipar gak ada akhlak


__ADS_3

Sore ini Zifa pulang tanpa Ardi, ia sengaja naik taxi online karena nanti malam Ardi akan menjemput nya untuk kencan perdana mereka.


Saat Zifa masuk ke rumah di lihat nya Luki dan Shela yang sedang duduk berdua saling tertawa dan bercanda, juga menampilkan kemesraan mereka.


"Haii kak... haii kakak ipar" Sapa Zifa yang baru pulang.


"Ehh Zi mana Ardi?" tanya Luki


"Aku pulang sendiri kak, kayanya dia masih sibuk d kantor, oh iya aku mandi dulu ya gerahhh liat kalian mesra mulu."


"makanya punya pacar sono" ucao Luki meledek nya.


Zifa pun berjalan ke kamar nya dengan sedikit bernyanyi membuat Shela dan Luki melihat nya dengan sedikit bingung.


"Adik kamu kenapa, kaya lagi happy" tanya Luki yang di balas dengan mengangkat bahu nya karena Shela pun tidak tau Zifa kenapa.


Namun tak lama Zifa kembali keluar meminta tolong kakak nya untuk di pinjamkan baju untuk mal ini.


"Kak,, boleh minjem baju gak?"


Shela mengernyit bingung tidak biasa nya adiknya itu meminjam barang miliknya, bahkan sambik mengedip ngedipkan ke dua mata nya.


"Baju apa Zi?"


"Baju yang bagus di pakai buat nge date" ucap Zifa sambil berbisik di telinga Shela membuat kakak nya menjadi kaget karena kini adik nya sudah mempunyai gebetan atau pacar.


"What ngedate?" gak salah?" sejak kapan kamu punya pacar? terus siapa laki laki yang bisa dapetin hati kamu?" Shela memberondong Zifa dengan pertanyaan pertanyaan nya yang membuat Zifa sedikit kesal karena kakak nya sedikit tidak yakin kalau dirinya bisa punya pacar.


"Aduhh kak nanya nya satu satu donk, nanti deh aku ceritain sekarang pinjemin aku baju terus dandanin aku ya please" Zifa pun memohon kepada Shela dengan wajah memelas nya, Shela tak sampai hati tega tidak membantu adik satu satu nya ini.


"Iya iya iya, ya udah mandi dulu sana nanti kakak pilihin baju buat kamu"


"Yeeyyy makasih kakak sayang, muahh muahh muachh" Zifa pun mencium kedua pipi kakak nya itu dengan gemas.


"Zifaaaa itu punya aku" Suara Luki terdengar nyaring di telinga mereka, Luki seperti tidak rela ada yang mencium istrinya sendiri bahkan adik wanita nya,


"Dasarrr bucin, posesif wleekk" Zifa malah mengata ngatai kakak ipar nya itu sambil menjulurkan lidah nya, Shela hanya geleng geleng kepala saja melihat tingkah Luki dan Zifa sudah begitu akrab, padahal dulu dengan Rendra terkesan biasa saja, mungkin karena usia mereka tidak jauh beda.

__ADS_1


"Mas aku ke kamar dulu ya nyari baju buat Zifa" Luki hanya mengangguk dan meneruskan kembali menonton TV upin ipin kesukaannya.


Luki memang laki laki dewasa tapi kebiasaan nya menonton upin ipin seperti anak kecil tidak bisa di hilangkan, Shela sendiri tidak mempermasalahkan nya bahkan ia sering ikut nonton bersama.


Setelah selesai memilih baju untuk Zifa dan mendandani Zifa kini Shela kembali ke ruang keluarga dimana suami nya masih asik dengan kartun duo bocil kembar botak itu.


Shela yang melihat Zifa sudah siap , gadis itu terlihat berbeda dari biasanya, "Cantik banget sih adik ku yang satu ini, mau pergi sama siapa sih Zi, dari tadi di rahasiain terus" tanya Shela yang begitu penasaran dengan sosok laki laki yang sedang dekat dengan adiknya itu.


"Ada aja, nanti juga kakak tau" tukas nya.


"Heh anak kecil, awas lo itu baju istri gue, awas kotor dan rusak" ancam Luki


"Ya elahh katanya sultan tapi baju gini aja di takutin rusak, beli lagi aja donk kak kaya orang susah aja sih"


"Udahh udah kalian ini kenapa sih ribut terus"


Bel berbunyi dan yang membuka pintu Art di sana, "Ehh den Ardi mari masuk den" suruh Bi inah


Ardi pun langsung berjalan ke ruang keluarga, ia sangat terpesona dengan penampilan Zifa malam ini, Ardi sampai tak berkedip memandang Zifa dari atas sampai bawah benar benar perpect.


Ardi terus berjalan tanpa melihat sekitar karena fokus memandangi Zifa, padahal di depan nya ada kursi yang seharusnya ia lewati namun tanpa sengaja malah ia tabrak.


"Aduuhhhh" suara Ardi mengaduh karena kaki nya kepentok kursi tersebut membuat ke tiga orang yang ada di sana menoleh ke asal suara.


"Ardi, hati hati donk, gak apa apa kan" Zifa begitu menghawatirkan Ardi membuat Shela dan Luki saling bertanya tanya.


"iya gak apa apa sayang ehh Zi" Ardi langsung keceplosan memanggil Zifa dengan sebutan sayang, dan menutul mulut nya dengan sebelah matanya.


"tunggu tunggu, kamu yang mau ngedate sama dia?" tunjuk Luki pada Zifa.


"Hehhee iya bos" Ardi malah cengengesan karena mungkin ini pertama kali nya ia menjemput seorang wanita, apalagi wanita tersebut bagian dari keluarga bosnya.


"Boleh ya bu bos, saya ajak Zifa malam ini keluar" izin Ardi pada Shela dan langaung du jawab oleh Luki.


"Gak bolehhh" ucap Luki tegas.


Mereka semua terkejut dengan Luki yang tak memberi nya izin, padahal Zifa sudah cape cape dandan bahkan tadi Zifa mandi sampai tiga puluh menit saking tidak mau membuat kecewa Ardi.

__ADS_1


"Kok gak boleh sih kak?" tanya Zifa yang sedikit kecewa karena Luki melarangnya pergi.


"Mass...." Shela pun dengan pelan memanggil Suami nya, namun wajah datar Luki memperlihatkan kalau Luki sangat serius.


"ya Gak boleh kalau kamu pulang nya tidak membawakan saya Roti bakar strobery" ucap Luki dengan sedikit terkekeh.


"Isssshh dasar kakak ipar nyebelin,,,"


Plukk


Zifa menimpuk kakak ipar nya dengan bantal sofa, membuat Luki geram dan berteriak.


"Zifaaaa, dasar adik ipar gak ada akhlak......"


"Di ayo kabuuur" Zifa malah menarik Ardi untuk kabur dari amukan kakak ipar nya, dan tertawa sampai di luar.


Namun saat di luar Zifa dan Ardi bertemu dengan dua orang wanita berbeda usia, kedua wanita itu terus memperhatikan Zifa dan Ardi.


"Dasar kampungan" cetus Nindi


"Gila, udah cantik gini di sebut kampungan,,"


"Udah Zi biarin aja orang kaya gitu" ucap Ardi mencoba menenangkan Zifa yang tersulut emosi.


"Siapa sih mereka?" tanya Zifa pada Ardi, karena Zifa sedikit penasaran karena mereka membawa koper dan barang lainnya.


"Gak tau juga, udah yuk keburu malam"


Sementara di dalam rumah Luki uring uringan karena kesal dengan Zifa yang melemparnya dengan bantal sofa, "Awas saja kalau dia pulang, aku lempar lagi"


"Udah lah mas biarin aja gak usah di layanin, dia emang usil kaya gitu" sambung Shela menenangkan Luki namun terdengar suara langkah sepatu mendekat membuat Luki yakin kalau itu Zifa yang kembali karena lupa ponselnya tertinggal di meja.


Sebelum orang itu masuk Luki sudah siap siap untuk melemparkan kembali bantal yang berada di tangan nya, tanpa basa basi lagi saat tubuh orang itu terlihat sedikit Luki langsung saja melemparkan bantal sofa itu ke wajah orang itu.


Pluukk


"Yesssss kena" seru Luki yang kegirangan karena misi nya berhasil.

__ADS_1


"Awwww" Suara orang itu meringis kesakitan karena bantal itu tepat mengenai wajah dan kepalanya.


To be continued...


__ADS_2