TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#14


__ADS_3

"Tidak!! kalian harus bertanggung jawab. Ini juga yang kalian lakukan pada istriku. Ia pasti memohon, tapi tidak kalian hiraukan."


Gavin merobek pakaian yang dikenakan oleh Anna.


"Tidak! tolong, tinggalkan aku.... maafkan aku, Tuan. Aku tidak melakukan apapun."


"Kamu yang telah membuat istriku menderita selama ini, maka kamu juga harus menerima akibatnya."


Gavin mengangkat tubuh Anna dan membawanya ke atas tempat tidur. Ia melihat tubuh polos Anna, begitu menggoda. Panas di dalam tubuhnya terus meningkat dan membangkitkan gairahnya.


Tanpa basa-basi dan tanpa mendengar ungkapan memohon dari Anna, Gavin langsung memasukkan juniornya yang sudah mengeras sejak tadi ke dalam inti milik Anna.


Gavin mencoba beberapa kali namun tidak berhasil. Amarah yang semakin nampak dan gairrah yang meninggi, membuatnya mendorong lebih kuat dan tentu saja tanpa menghiraukan ungkapan memohon dari Anna.


"Agghhhh ..... sakit, sakit .... tolong ....,” Anna mencengkeram sprei dengan kedua tangannya. Ingin sekali ia memukul Gavin dengan kuat, tapi tubuhnya benar-benar lemas saat ini.


Gavin yang sedang diliputi gairah dari obat yang diminumnya, serta rasa ingin balas dendamnya, menutup telinganya rapat-rapat.


Ia terus memaju-mundurkan juniornya. Ia bahkan sangat menikmatinya, begitu sempit dan menjepit miliknya dengan pas. Gavin juga ikut mengerrang karena nikmat yang ia rasakan.


Gavin mulai melummat bibir Anna, menggigit bibir Anna agar wanita itu membuka mulutnya, agar Gavin bisa menjelajah dan menikmati setiap rongga. Kemudian dengan terus memaju-mundurkan juniornya, ia melummat kedua ujung bukit kembar yang terpampang di depan matanya. Sampai akhirnya, ia mengalami pelepasan.


Ketika panas di tubuhnya datang kembali, ia akan kembali melakukannya pada Anna, tentu saja dengan kasar. Ia ingin membalaskan perlakuan yang telah diterima istrinya.


Anna yang juga meminum obat perangsang tersebut, justru hanya bisa merasakan rasa sakit pada tubuhnya. Sakit karena ia harus merasakan siksaan secara fisik dan mental. Ia hanya bisa menerima dan menangis, karena ia tidak memiliki tenaga untuk melawan laki-laki di hadapannya.


Setelah beberapa kali Gavin melampiaskan nafsunya, ia pada akhirnya tertidur, sementara Anna masih terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa.


Tanpa merasakan rasa sakitnya, ia segera beranjak menuju kamar mandi, membersihkan dirinya. Menggosok seluruh tubuhnya. Ia merasa dirinya kotor dan sangat menjijikkan. Hanya suara tangisan yang terdengar di kamar mandi tersebut.


Anna melihat ke arah jam yang terletak di atas nakas, jam menunjukkan pukul empat pagi. Ia segera berpakaian dan membereskan barang-barangnya. Sebelumnya ia telah memeriksa pintu, yang ternyata sudah tidak terkunci. Ia dijebak! Tuan Antonio dan Boris sudah menjebaknya dan menjadikan dirinya sebagai seorang wanita .....


"Tugasmu selesai. Hutang Daddymu pada Tuan Antonio sudah dianggap lunas. Terima kasih manis. note : ada sedikit tambahan dari Tuan Antonio untukkmu karena kerjamu yang begitu bagus."


Demikianlah bunyi pesan yang masuk ke dalam kotak pesan milik Anna.


Saat ini yang ingin ia lakukan adalah menghilang, tanpa diketahui oleh siapapun.


Ia menarik koper kecil miliknya, kemudian keluar dari kamar hotel tersebut. Segera pergi menuju bandara, pulang untuk bertemu dengan Dad Joe.


Hanya tangisan yang mengiringi kepergiannya. Diam, itulah yang harus tetap ia lakukan. Selama Dad Joe bisa berada dalam keadaan aman dan bisa menjalani terapi untuk kesembuhannya, ia rela melakukan apapun.


Ia akan terus menjaga Dad Joe, menemani satu-satunya yang ia miliki, yang paling berharga saat ini.


**


Gavin terbangun, kepalanya sangat pusing. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan sedikit menepuknya dengan tangan.


Ingatannya kembali mereka ulang kejadian semalam, ketika ia melakukan adegan panas dengan seorang wanita yang bukan istrinya.


Jujur, ia sangat menikmatinya, apalagi ...

__ADS_1


"Wanita itu masih virgin," gumam Gavin saat ia menyibakkan selimut untuk membuktikan apa yang ia rasakan semalam.


"Apa aku yang salah telah menuduh wanita itu. Tidak! aku yakin saat ini ia sudah kembali ke pangkuan Antonio, karena misinya sudah berhasil."


Gavin mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Ia harus segera kembali ke kamarnya, istrinya pasti mencarinya semalaman.


**


Berita yang tersiar di televisi pagi ini sungguh mencengangkan, seorang Gavin Adelio Neutron, ternyata memiliki seorang wanita simpanan.


Gavin kembali ke kamar hotelnya, namun ia belum mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi headline di berbagai macam media massa.


Jack yang baru sadarkan diri dan mendapati dirinya berada di salah satu sofa di area ruang tunggu hotel, langsung menghambur menuju kamar milik atasannya tersebut.


"Lisa, honey .... kamu di mana?" panggil Gavin sambil matanya mencari ke setiap sudut kamar hotel yang ia dan istrinya tempati.


Tokkk .... Tokkk ..... Tokkkk .....


"Siapa?"


"Jack."


"Ke mana semalam kamu pergi Jack?" tanya Gavin.


"Ehhh ....,” Jack menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Gavin mengambil ponselnya, berusaha menghubungi istrinya.


"Maaf bos, sepertinya anda tidak perlu menghubunginya lagi."


"Maksudmu?"


"Nyonya Lisa dan Tuan Antonio adalah memang sepasang kekasih dan mereka-lah yang merencanakan semua ini,” jelas Jack.


Flashback On


"Jack, bantu aku Jack. Kepalaku sangat pusing,” pinta Elisa.


"Baik, Nyonya. Kamar anda sudah tidak jauh."


Tanpa disadari, seseorang memukul tengkuk belakang milik Jack dan membuatnya terjatuh. Jack merasakan pusing yang amat sangat, namun ia masih sadarkan diri dan mampu mendengar, meski tubuhnya terasa tak berdaya. Ia juga berpura-pura pingsan untuk mengetahui situasi sekitar.


"Boris, sejak kapan kamu di sini?” tanya Elisa.


"Sejak beberapa menit yang lalu."


"Bagaimana dengan Gavin?"


"Tenang saja, ia akan segera masuk dalam perangkap kita."


"Antonio kesayanganku?"

__ADS_1


"Ia akan segera menemui anda di kamar setelah masalah ini selesai,” jawab Boris.


"Lalu, wanita itu?"


"Ooo Anna, dia hanya seorang wanita yang dijadikan alat oleh Tuan Antonio untuk dijadikan kambing hitam."


"Dari mana Antonio mendapatkannya?"


"Tentu saja karena sebuah permasalahan pribadi, yang ternyata kini menguntungkannya."


"Lalu di mana kamu memasukkan obatnya?"


"Di dalam minuman yang dibawa oleh Anna."


"Hanya di sana? Kamu tahu, Gavin itu tidak bodoh. Ia sudah tahu sejak awal bahwa Antonio berniat buruk padanya."


"Tenanglah, aku juga tidak bodoh. Semua minuman dalam kamar itu sudah terkontaminasi. Sudah bisa dipastikan, ia tidak akan lepas dari perangkap kita."


"Lalu, bagaimana dengan Jack?" tanya Elisa.


"Ooo Asisten bodoh ini .... aku akan membawanya ke bawah, dan aku akan memberikannya obat tidur agar ia tidur nyenyak dan mimpi yang indah."


Flashback Off


"Setelah itu?" tanya Gavin.


"Setelah itu saya terbangun di sofa area lobby hotel, lalu langsung lari ke sini.”


"Ternyata .... selama ini aku dibodohi. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Kurang ajar!” ujar Gavin geram.


"Wanita itu?"


"Namanya Anna. saya sempat mendengar bahwa ia memang dipekerjakan oleh Tuan Antonio sebagai bentuk cicilan hutang, tapi saya belum jelas duduk perkaranya."


"Segera kamu cari tahu, aku harus menemukan wanita itu."


"Baik, Bos."


"Dan satu hal lagi, siapkan segera berkas perceraianku. Aku tidak akan menunggu lebih lama."


"Tapi bos .... "


"Ada apa?"


"Ini .... ," Jack memperlihatkan tampilan sebuah portal media yang memberikan headline mengenai Gavin pada halaman utamanya.


"Kurang ajar, mereka ingin menjatuhkan reputasiku."


Gavin mengepalkan tangannya hingga buku-buku jari tangannya memutih.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2