TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#15


__ADS_3

"Son, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dad Chris.


Dad Chris dan Mom Clara langsung terbang kembali menuju Switzerland saat mendengar berita mengenai putra mereka.


"Ada yang menjebakku, Dad," ungkap Gavin.


"Siapa?"


"Namanya Antonio Verero."


"Verero Coorp?" tanya Dad Chris.


"Ya, dan yang tidak pernah aku ssangka adalah bahwa istriku sendiri bekerja sama dengannya. Elisa adalah kekasihnya dan saat ini ia sedang mengandung anaknya. Begitu juga dengan Elle, ia bukan anakku," ungkap Gavin sambil menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sayang, tenanglah. Mommy mengerti perasaanmu. Tapi semua ini tidak bisa kamu selesaikan dengan gegabah," Mom Clara duduk di sebelah Gavin dan mengusap punggung belakang anak pertamanya itu.


"Lalu siapa wanita itu? Daddy tidak bisa melihat wajahnya karena di sana hanya wajahmu yang terlihat dengan jelas."


"Aku juga tidak mengenalnya Dad. Aku hanya sempat bertemu 1 kali dengannya sebelum pertemuan kami di Paris."


"Apakah dia salah satu anak buah Antonio?" tanya Dad Chris lagi.


"Dari informasi yang didapatkan oleh Jack saat ia dipukul, sepertinya wanita itu hanya dipekerjakan sementara oleh Antonio."


"Lalu, mengapa kamu bisa melakukan itu dengannya? setahu Daddy kamu sangat mencintai Elisa."


"Mereka memasukkan obat perangsang ke dalam minuman, tapi aku memberikannya pada wanita itu, tapi ternyata semua minuman yang ada di lemari pendingin juga telah mereka suntik dengan obat yang sama dan membuatku kehilangan akal sehatku." Gavin mengacak-acak rambutnya, mengingat apa yang telah ia lakukan malam itu.


"Sudahlah sayang. Biarkan putramu ini beristirahat dulu. Ia juga pasti kelelahan menghadapi semua masalah ini."


"Thank you, Mommy."


"Oya, kemana Gia?" tanya Dad Chris.


"Aku di sini Daddy, sedang memperhatikan kalian bertiga dengan seksama dan mendengar semua cerita kakak," jawab Gia.


"Kamu sendirian di rumah?"


"Tentu tidak, di sini ada banyak pelayan yang menemaniku. Aku tidak suka di rumah kakak, membosankan."


"Lalu, kamu berpakaian seperti itu, kamu mau pergi?"


"Ya Mom, Sena baru saja kembali dari Paris dan ada sesuatu yang ingin ia bicarakan denganku."


"Baiklah, jangan pulang terlalu malam."


"Okay, Mom."


**


"Sen, ada apa kamu memanggilku kemari?" tanya Gia.


"Aku ... "


"Mana Kak Hansen?" tanya Gia tiba-tiba.


"Dasar!" Sena menepuk bahu Gia, "yang kamu pikirkan hanya Kak Hansen saja."


"Ya ampun, sudah lama sekali aku tidak melihatnya."


"Sekarang ada hal yang jauh lebih penting dari itu."

__ADS_1


"Ada apa? wajahmu terlihat sangat gelisah."


"Anna pergi,” jawab Sena dengan wajah sendu.


"Pergi? maksudmu pergi itu apa?" tanya Gia.


"Lihat ini," Sena memberikan ponselnya pada Gia.


Sena, maaf jika aku tiba-tiba pergi. Ada hal penting yang harus kulakukan. Aku berjanji akan memberikan kabar padamu dan Gia. Maaf jika aku tidak sempat berpamitan. Aku menyayangi kalian.


"Ke mana Anna pergi? bukankah terapi Uncle Joe dilakukan di sini?” tanya Gia sambil mengembalikan ponsel milik Sena.


"Itu yang tidak kuketahui. Terakhir aku bertemu dengannya di Paris."


"Paris?"


"Ya, ia menghadiri pertemuan para pengusaha se-Eropa, dan yang paling tidak kusangka adalah ia bersama dengan Mr. Antonio, pemilik Verero Coorp."


"Sejak kapan Anna bekerja di sana?"


"Itu yang masih membuatku penasaran. Aku hanya takut terjadi sesuatu padanya, karena dari apa yang kudengar, Mr. Antonio bukanlah orang baik," kata Sena dengan nada kuatir.


"Apa kamu sudah memghubunginya?"


"Sudah, bahkan berkali-kali. Hanya saja nomor yang biasa ia pakai, sudah tidak ia gunakan lagi."


"Anna sampai mengganti nomor ponselnya, itu berarti memang terjadi sesuatu padanya. Tapi kita tidak tahu di mana ia berada, jadi yang bisa kita lakukan hanya menunggu kabar darinya."


Gia menganggukkan kepala tanda setuju, sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.


**


Gia meneteskan air matanya.


"Sayang, ada apa?" tanya Mom Clara sambil menghampiri Gia.


"Anna..."


"Ada apa dengan Anna sayang? apa terjadi sesuatu dengan Tuan Joe?"


"Tidak Mom. Tapi .... ," Gia kembali menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


"Ada apa ini, sayang?" Dad Chris yang baru keluar dari ruang kerjanya bersama Gavin bergabung dengan mereka di meja makan.


"Gia sedang sedih sayang, hanya saja aku belum jelas mengapa."


"Cepat katakanlah, Mommy dan Daddy akan semakin kuatir jika melihatmu seperti itu," ujar Gavin.


"Kakak sendiri kenapa tidak pulang sana ke rumahmu sendiri."


"Aku mau menginap di sini, memangnya tidak boleh?"


"Ayo katakan sayang, siapa tahu Daddy bisa membantumu," kata Dad Chris berusaha menenangkan.


"Daddy, bisakah Daddy membantuku mencari keberadaan seseorang?" tanya Gia.


"Siapa yang kamu cari?" tanya Dad Chris.


"Anna."


"Memang kemana Anna pergi sayang?" tanya Dad Chris.

__ADS_1


"Justru itu aku meminta bantuan Daddy, karena aku tidak tahu."


Anna? kenapa namanya sama dengan wanita yang sedang kucari? - batin Gavin.


"Mengapa kamu tidak meminta bantuan kakakmu, ia memiliki banyak relasi di luar sana," kata Dad Chris.


"Tapi ini berhubungan dengan seorang yang berpengaruh, apa bisa?" tanya Gia.


"Katakanlah, kalau aku bisa, aku akan membantumu," jawab Gavin yang memang semakin penasaran.


"Mr. Antonio Verero, pemilik Verero Coorp., terakhir Sena melihat Anna berada di Paris bersama dengan Mr. Antonio."


"Apa kamu punya fotonya?!” tanya Gavin tiba-tiba dengan suara yang agak meninggi.


"Ada," Gia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan fotonya bersama Sena dan Anna.


"Wanita ini .... ," gumam Gavin.


"Ada apa Son? apa kamu pernah bertemu dengannya?" tanya Dad Chris.


"Aku ... tidak Dad," Gavin berusaha mengelak karena ia harus menemukan wanita itu lebih dahulu, baru menjelaskannya pada keluarganya.


"Apa kamu punya alamatnya?"


"Tentu saja, kak. Ia juga bekerja di tempat aku berlatih bela diri."


"Beritahu padaku semua yang kamu ketahui, aku akan membantumu mencarinya."


"Benarkah kak? Thank you," kata Gia.


"You're welcome," balas Gavin,


Ini kulakukan semua untuk diriku sendiri, kesalahanku, tanggung jawabku. - batin Gavin.


**


"Apa kamu masih belum menemukan wanita itu Jack?" tanya Gavin.


"Belum, bos."


"Sudah hampir 1 bulan dan belum ada hasil sama sekali. Surat perceraianku saja bisa kamu selesaikan dalam waktu kurang dari 1 minggu."


"Lain bos, surat kan ngurusnya disitu-situ saja, nggak pindah. Lha kalau wanita ini kan lain," jawab Jack nyeleneh.


"Sepertinya aku harus secepatnya mengganti asisten."


"Bosss ....."


"Apa kamu bisa minta bantuan pada Ken?" tanya Gavin.


"Mr. Ken sedang berlibur, dan ia tidak mau diganggu. Sebaiknya anda memikirkan reputasi anda dulu bos. Sejak pemberitaan anda memiliki wanita simpanan, reputasi anda menurun dan kinerja anda kurang diakui."


"Mereka saja yang payah. Mana ada hubungannya antara wanita simpanan dengan kinerja. Mereka hanya ingin membuat perusahaanku anjlok. Tapi mereka tidak tahu bahwa aku masih memiliki seorang Daddy yang luar biasa."


"Aku tahu itu bos, Mr. Chris Neutron is a very excellent executive."


"Dan Daddy memiliki asisten yang sangat luar biasa,” kata Gavin dengan maksud mengejek Jack


"Bosss .... apa anda ingin sekali mengganti diriku?"


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2