
"Lisa, kenapa sampai hari ini kamu belum bertindak?"
Mom Marcella menegur Elisa yang saat ini sedang duduk di sofa, mengangkat kakinya, dan mengikir kuku jari tangannya.
"Ya ampun Mom, tenanglah. Aku ingin santai sebentar sebelum pertarunganku yang sebenarnya dimulai."
"Apa kamu juga tidak mencari anak-anakmu?" tanya Mom Marcella.
"Sudahlah Mom, biarlah mereka bersama Antonio. Kehidupan mereka akan terjamin. Lagipula aku jadi bisa bebas melakukan apapun, tanpa harus dikelilingi anak-anak yang hanya membuat kepalaku pusing."
Mom Marcella duduk di sofa single berhadapan dengan Elisa.
"Tapi kamu tahu kan kalau Antonio itu sumber keuangan kita?"
"Aku tahu, Mom. Tenanglah, aku akan mencari sumber yang baru, dan tentu saja lebih segala-galanya dari Antonio. Mommy pasti akan menyukainya."
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan membuat semua laki-laki bertekuk lutut di bawah kakiku. Sehingga apapun keinginanku, mereka akan memenuhinya. Kita tidak perlu kuatir lagi akan apapun, Mom. Mereka juga pasti akan membantu kita menghancurkan musuh-musuh kita."
"Lakukanlah apa yang menurutmu bagus. Mommy hanya ingin 1 hal, kehancuran keluarga Neutron. Lalu dimana adikmu, Peter?"
"Peter? mungkin saat ini dia sedang memburu wanita yang ia sukai. Di dalam penjara kan ia tidak bisa menyalurkan hawa nafssunya,” kata Elisa sambil tertawa.
Mom Marcella pun meninggalkan Elisa, ia pergi menuju ke dalam suatu ruangan tersembunyi di dalam kamar tidurnya.
**
Gavin terbangun, matanya mengerjap perlahan. Ia melihat ke sekeliling, tak ada siapapun. Semalam ia tertidur di kamar Anna, setelah hampir semalaman ia mencurahkan isi hatinya pada Anna.
Gavin langsung beranjak dari tempat tidurnya,
"Apa Anna pergi?" gumam Gavin kuatir.
Ia segera keluar dan berteriak memanggil nama Anna. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Mom Clara.
"Ada apa denganmu, kenapa kamu berteriak sekeras itu pagi-pagi?" ujar Mom Clara.
__ADS_1
"Mom, kemana Anna?"
"Anna?"
"Iya Anna Mom. Kemana dia?"
"Untuk apa kamu mencarinya?"
"Dimana dia Mom? apa dia sudah kembali ke Maastrich? kenapa dia tidak membangunkanku?"
Mom Clara tertawa melihat tingkah Gavin.
"Anna ada di taman belakang, ia sedang memberikan sarapan untuk Nathan dan Nixon."
"Ya ampun Mom, kenapa kamu tidak langsung menjawabnya sedari tadi."
"Kamu sendiri seperti orang kesurupan, teriak-teriak nggak jelas."
Gavin langsung meninggalkan Mom Clara dan menuju ke taman belakang, tempat kemarin acara pernikahan Gia digelar.
Di taman belakang masih tersisa pita-pita dan balon-balon yang melilit di beberapa lampu taman. Gavin melihat Anna sedang menyuapi anak kembar mereka sambil memainkan balon yang ada disana.
"An ...,” panggil Gavin.
"Vin .... Nathan, Nixon. Lihat itu Daddy datang,” balas Anna sambil berbicara dengan kedua anak mereka.
"Halo anak-anak Daddy. Kalian sedang sarapan apa?"
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Anna pada Gavin.
"Belum, bahkan mandi saja aku belum. Aku terlalu takut kamu pergi meninggalkan aku."
"Aku akan pamit padamu jika aku akan pergi. Jangan terlalu kuatir. Sekarang mandilah dulu dan sarapan."
"Apa kamu tidak ingin mandi bersamaku?"
"Vin, apa kamu mulai mabuk lagi?"
__ADS_1
"Sudah kukatakan aku tidak mabuk. Semalam pun aku tidak mabuk. Apa yang kukatakan semalam adalah benar dari dasar hatiku. Maafkan aku, An. Aku telah salah memilih. Maukah kamu memaafkanku dan menerimaku kembali?" tanya Gavin.
"Aku pun tidak ingin salah dalam memilih. Jadi, biarkan aku memikirkannya dulu."
"Terima kasih. Dan aku sangat mengharapkan kamu memilihku,” Gavin mengecup kening Anna dan tersenyum. Kemudian ia pergi meninggalkan mereka.
**
Setelah bebas dari penjara, Peter selalu mengawasi gerak-gerik Anna. Semua orang mengira bahwa ia hanya diam di rumah meratapi kesedihan karena cinta.
Tidak! Peter bukanlah lelaki seperti itu. Peter akan berjuang untuk wanita yang ia cintai, apapun resikonya.
Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan wanitanya. Kini, ia sedang menyusun rencana untuk mendapatkan Anna kembali ke tangannya. Ia tidak rela jika Anna bersama dengan laki-laki lain.
Jika ia tidak bisa memiliki Anna, maka tidak ada yang boleh memilikinya. Lebih baik ia mati bersama dengan Anna.
Dari kejauhan, Peter mengawasi Anna yang sedang bermain bersama anak-anaknya menggunakan teropong. Ia memegang sebuah pisau di tangannya.
"Lihatlah Anna, aku akan memilikimu, bagaimana pun caranya."
Peter memerintahkan beberapa anak buahnya untuk terus mengawasi gerak-gerik Anna. Jangan sampai lengah karena jika mereka kehilangan Anna, maka mereka akan kehilangan nyawa mereka.
Ponselnya pun berbunyi,
"Peter!"
"Yes, Mom."
"Cepat kembali. Apa yang sebenarnya kamu lakukan."
"Baiklah."
Peter mematikan sambungan ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku.
"You're gonna be mine, Anna. See you!"
Peter pun turun dari salah satu rumah di sana dan menaiki mobil miliknya.
__ADS_1
🌹🌹🌹