TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#25


__ADS_3

Hari ini, acara makan malam antara Gavin dengan Arianna Howard. Gavin tidak bisa menolak karena ini demi nama perusahaan. Gavin memberitahukan pada Uncle Nicholas bahwa ini semua hanya sebagai ungkapan rasa terima kasih karena Arianna sudah bersedia menjadi brand ambasador untuk produk terbaru mereka.


Di sebuah restoran yang sengaja dipesan oleh Arianna, Gavin datang hanya menggunakan setelah kemeja dan celana panjang. Ia tak ingin orang-orang yang melihat salah sangka mengenai kedekatannya dengan model Arianna Howard.


Sudah hampir 2 bulan ia berada di Indonesia, artinya sudah 3 bulan sejak dirinya menjadi trending di media karena perbuatan Antonio dan Elisa. Secara perlahan, ia sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di Jakarta.


Makan malam berlangsung dengan lancar selama 15 menit pertama, selanjutnya Arianna mulai melakukan pendekatan seperti biasanya, membuat Gavin harus mengambil sikap.


"Maaf sebelumnya, Nona Arianna. Saya berada di sini hanya mewakili Ginea Coorp untuk berterima kasih atas kesediaan anda menjadi brand ambasador dari produk kami. Saya mohon anda bisa menjaga sikap anda," kata Gavin.


"Apa kamu takut terlihat oleh wartawan? Tenanglah, aku sudah meminta managerku untuk menutup semua akses ke restoran ini," Arianna mulai mendekati Gavin dan secara tiba-tiba duduk di pangkuan Gavin.


"Nona Arianna ....,” Gavin ingin langsung berdiri, akan tetapi ia takut Arianna akan jatuh.


Arianna menyentuh wajah Gavin dengan jari jemarinya, "Sudahlah, kamu jangan munafik. Banyak laki-laki yang menyukaiku, tapi aku justru memilihmu, bukankah itu hal yang istimewa?"


"Nona Arianna, aku sudah .... "


"Apa? sudah menikah? aku tidak peduli. Aku menyukaimu, benar-benar menyukaimu," Arianna mendekatkan wajahnya ke wajah Gavin.


Tiba-tiba, ponsel Gavin berbunyi,


"Maaf Nona .... ," Gavin pun menjawab sambungan telepon tersebut.


"Apa kamu yakin, Jack?"


"Yakin, Bos. Informan kepercayaan kita melihat seorang wanita yang persis seperti foto milik Miss Gia di Kota Paris."


Paris? apa kamu menetap di sana? - batin Gavin.


"Bos bisa melihat foto yang saya kirimkan."


Dengan cepat Gavin langsung membuka pesan gambar yang ia terima. Ia langsung melihat seorang wanita yang persis sama dengan wanita yang saat ini sedang berada di hadapannya.


"Mereka memang ada dua," gumam Gavin.


Ia melihat foto yang lainnya, di sana terlihat Anna sedang bersama dengan seorang laki-laki. Tiba-tiba Gavin mengepalkan jari-jarinya. Ntah mengapa, ia tidak suka melihat foto itu.


"Jack, siapkan tiket pesawat untukku ke sana malam ini. Aku akan menemuinya!"


Tanpa melihat ke arah Arianna, Gavin langsung berdiri dan pergi meninggalkan Arianna yang jatuh terjerembab. Gavin tak lagi mempedulikan Arianna karena sepertinya wanita yang ia cari bukanlah Arianna. Ia langsung pulang dan segera membereskan barang-barangnyq.


"Kak, kamu mau pergi ke mana?" tanya Gia.


"Ada yang harus aku lakukan. Tolong katakan pada Uncle Nic, bahwa ada yang harus aku kerjakan."


"Tapi kakk .... ," Gia mencoba mengejar Gavin yang sedang menuruni tangga.


"Grandpa, Grandma, Gavin pamit dulu. Ada hal yang harus Gavin kerjakan. Gavin titip Gia dulu,” kata Gavin.


"Apa itu begitu penting? sampai kamu harus pergi malam malam begini?" tanya Grandma Kezia.


"Ya, Grandma. Ini sangat penting sekali untuk Gavin."

__ADS_1


"Apa kakak sudah menemukan Kak Lisa?" tanya Gia.


"Jangan pernah kamu bicarakan wanita itu lagi. Aku tidak ingin mendengarnya," kata Gavin dengan nada tinggi.


"Tapi anaknya .... "


"Diamlah! Jika itu memang anakku, dia akan meminta pertanggungjawabanku," ujar Gavin.


Gavin pun pamit pada Grandpa Brandon dan Grandma Kezia. Ia segera pergi ke bandara diantar oleh supir pribadi keluarga Ginea.


**


Setelah melakukan perjalanan sekitar 16 jam, sampailah Gavin di Kota Paris. Jack yang sudah lebih dulu sampai, sudah menunggunya di bandara.


"Jack, bawa aku ke lokasi tempat foto itu diambil."


"Baik bos."


Jack mengantarkan Gavin menuju sebuah taman. Gavin turun dari mobil, dan melihat ke sekeliling.


Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu tahu bahwa Gia sangat ingin bertemu denganmu. Aku pun ingin bertemu denganmu, untuk melepaskan semua rasa bersalah ini. - batin Gavin.


"Lalu sekarang dimana wanita itu? Apa orang kita terus mengawasinya?" tanya Gavin.


"Mereka sedang mencarinya. Karena sesaat setelah mengambil foto, wanita itu menghilang, ntah pergi ke mana,” jawab Jack.


"Dasar kalian tidak becus! baru mencari seorang wanita saja lama sekali dan sekarang sudah kehilangan dia lagi," ungkap Gavin kesal, "Bawa aku ke hotel sekarang!"


"Baik, bos."


"Jack!" panggil Gavin.


"Iya, bos."


"Kamu cari tahu siapa laki-laki yang sedang bersamanya. Aku mau info detail, mengerti!"


"Siap bos, mengerti."


Jack merasa aura Gavin berbeda dari biasanya. Aura dingin dan marah yang ditampilkannya saat ini jauh lebih besar dibanding saat ia dikhianati oleh Nyonya Elisa.


"Kita sudah sampai, bos," kata Jack.


Mereka turun dari mobil dan memberikan kunci mereka kepada pihak valet.


Jack segera mengantar Gavin menuju kamarnya, dengan membawa koper milik bos-nya, karena sejak tiba tadi, Gavin langsung menuju ke tempat ditemukannya wanita itu.


Setelah mengantarkan Gavin ke kamarnya,


"Saya permisi dulu, bos."


"Pergilah!" Gavin merasa saat ini ia ingin sendiri.


**

__ADS_1


"Kak! mengapa tidak kamu katakan kalau kamu bertemu dengan Anna?" teriak Gia kesal.


"Apa maksudmu?" tanya Gavin.


"Kakak mengadakan acara makan malam dengan Arianna kan?"


"Dari mana kamu tahu?"


"Semua media menyiarkannya. Kakak tahu kan kalau Arianna itu aktris dan model yang sedang naik daun. Segala hal yang menarik perhatian pasti akan menjadi berita."


"Tapi aku hanya menemaninya makan malam sebagai ucapan terima kasih, Uncle Nicholas juga tahu akan hal itu."


"Ya, Uncle Nic memang tahu, tapi netizen tidak tahu. Yang mereka percaya adalah sesuatu yang mereka lihat, apalagi ditambah dengan bumbu-bumbu oleh media."


"Siallan, wanita itu memperdayaku!" kata Gavin dengan geram.


"Apa jangan-jangan kakak pergi semalam karena tahu akan terjadi hal seperti ini. Kakak melarikan diri lagi setelah membuat masalah."


"Gia! jaga bicaramu! Aku tidak akan pernah melarikan diri."


"Kalau begitu kembalilah dan selesaikan masalahmu. Jangan biarkan Uncle yang menyelesaikan masalahmu,” kata Gia.


Gavin mengepalkan tangannya, kesal dan kepalanya terasa sangat panas. Ia belum bertemu dengan Anna, dan harus bermasalah dengan Anna palsu.


"Aarggghhh!!!" Gavin menggebrak meja karena kesal.


Gavin mengambil ponselnya dan menghubungi Jack,


"Jack, siapkan tiket kembali ke Jakarta besok pagi."


"Whattt!!!" teriak Jack.


"Kamu dengar aku Jack?"


"Baik bos, siap!"


Keesokan harinya, di bandara ...


"Jack, aku serahkan semua masalah yang ada di sini padamu. Aku harap kamu segera menemukannya. Jangan mengecewakanku, dan apa kamu sudah mendapat informasi yang kuminta semalam?"


"Baik bos, saya pastikan akan menemukan wanita itu dan mengenai informasi yang bos minta semalam, saya baru mendapatkan sedikit informasi."


"Apa itu?"


"Laki-laki itu bernama Peter Abraham, ia adalah seorang dokter," kata Jack.


"Dokter? Apakah wanita itu sedang sakit?" gumam Gavin.


"Lalu apalagi yang kamu dapat?"


"Belum ada lagi bos," kata Jack sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Gavin menghela nafasnya dan melipat tangannya di depan dadda

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2