TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#24


__ADS_3

"Anna, kamu bisa berangkat minggu depan,” kata Dokter Peter.


"Benarkah? kapan rencana operasinya?" tanya Anna.


"Setelah kamu sampai, Dokter Harry akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan setelah mendapatkan hasil, ia akan langsung menjadwalkan operasinya."


Anna tersenyum. Ia sudah tidak sabar melihat Dad Joe kembali berjalan dengan normal.


"Tapi, aku tidak tahu lokasi rumah sakitnya."


"Tenanglah, aku akan ikut bersamamu. Untuk menemanimu dan Uncle Joe. Ini merupakan sebuah pengetahuan untukku, jadi Dokter Harry juga memintaku untuk menyaksikan proses operasinya."


"Wahhh, terima kasih Dokter Peter."


"Bersiap-siaplah, kamu juga harus meminta izin pada atasan tempatmu bekerja bukan?"


"Ah ya benar, aku harus minta izin Mr. Ken. Baiklah kalau begitu, aku akan kembali ke sini untuk menjemput Daddy. Aku titip Daddy dulu ya Dokter Peter," pinta Anna.


"Ya, berhati-hatilah," kata Dokter Peter sambil tersenyum.


**


"Anna, apa semua barang-barang sudah siap?" tanya Dad Joe


"Sudah semua Dad. Daddy tenang saja, tidak ada barang yang tertinggal,” jawab Anna.


"Apa kamu sudah minta izin pada Mr. Ken?"


"Ya ampun Daddy, kan Anna sudah bilang kalau Anna mendapatkan cuti selama menemani Daddy di Paris."


"Lalu, bagaimana dengan kandunganmu? apa kamu sudah meminta izin pada Dokter Bella?"


"Sudah, Dad. Dokter Bella bilang kandunganku sehat dan kuat. Ia tidak pernah merepotkanku, terutama yang sering disebut sebagai morning sickness. Ia mengerti bahwa Mommy-nya harus bekerja, jadi dia tidak rewel."


Tokkk ..... Tokkkk .... Tokkk .....


"Itu pasti Dokter Peter," kata Dad Joe.


"Ayo Daddy, kita tidak boleh membuat Dokter Peter menunggu. Ia sudah banyak membantu kita."


"Ayo sayang."


**

__ADS_1


Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit, sampailah Anna di Kota Paris. Kota yang mengingatkannya kembali akan tragedi yang menimpa dirinya.


Namun kali ini, ia membawa serta Dad Joe, untuk menjalani proses penyembuhan kakinya. Mudah-mudahan ini akan menjadi kenangan yang indah di Paris baginya, yakni kesembuhan Dad Joe.


Menggunakan mobil yang disiapkan oleh pihak rumah sakit, Dad Joe dan Anna diantar menuju sebuah apartemen yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk memudahkan Anna membawa ayahnya terapi setelah proses operasi nanti.


"Inilah apartemen kalian. Jika merasa kurang nyaman, kalian bisa memberitahuku, dan aku akan mencarikan tempat yang lain," kata Dokter Peter.


"Tidak Dokter, ini sudah sangat bagus. Kami sudah sangat berterima kasih karena diberikan tempat seperti ini."


"Baiklah, sekarang kalian bisa beristirahat. Besok kita akan menemui Dokter Harry. Kalau ada perlu apa-apa, aku ada di unit sebelah."


"Baik, Dokter."


Dokter Peter pun meninggalkan mereka dan mereka mulai membereskan barang bawaan mereka.


"Dad, apa Daddy mau minum sesuatu?" tanya Anna.


"Bisa buatkan Daddy secangkir teh hangat? udara di sini dingin."


"Anna akan membuatkannya Dad, dan Anna juga sudah menyalakan pemanasnya."


"Terima kasih, Sayang," kata Dad Joe.


**


Sesampainya di rumah sakit, Dad Joe menjalani serangkaian test untuk melihat bagaimana kondisinya saat itu. Hal ini akan sangat membantu untuk proses operasi.


"Bagaimana perasaan anda, Mr. Joe?" tanya Dokter Harry.


"Saya sangat senang, dan saya sangat berterima kasih pada Dokter."


"Kami juga berterima kasih karena anda mau turut ambil bagian dalam program pengembangan ilmu pengetahuan."


"Setelah test hari ini, apakah akan ada test lanjutan?" tanya Dad Joe.


"Kami akan melakukan 2 hingga 3 test lagi, setelah itu kami akan menjadwalkan proses operasinya. Dan melihat dari hasil test hari ini, kurasa tidak akan ada masalah. Kemungkinan kita bisa melakukan operasi akhir minggu ini."


"Apakah sekarang kami bisa pulang?"


"Ya, kalian sudah boleh pulang. Untuk informasi lanjutan, saya akan memberitahukan pada Dokter Peter."


"Baik Dokter. Terima kasih," mereka pun bersalaman.

__ADS_1


**


Hari ini adalah jadwal operasi Joe Harland. Sejak beberapa hari yang lalu, Dad Joe sudah diharuskan menginap di rumah sakit agar dapat terus dipantau kondisinya sehingga siap untuk melakukan operasi pada hari yang telah ditentukan.


Operasi akan memakan waktu beberapa jam. Dokter Peter turut menyaksikan proses operasi tersebut, sementara Anna berada di depan ruang operasi, menunggu Dad Joe dengan setia.


Setelah operasi selesai, Dad Joe langsung dipindahkan ke ruangan khusus agar Dokter Harry bisa terus memantau hasil operasi yang telah ia lakukan.


"Anna, Uncle Joe sudah dipindahkan ke ruangan khusus. Kita tinggal menunggu Uncle sadar," kata Dokter Peter.


"Apa aku sudah bisa menemui Daddy?" tanya Anna.


"Untuk sementara ini belum, nanti akan kucari tahu kapan kamu bisa menemui Uncle Joe."


"Thank you so much, Dokter Peter. Aku tidak tahu harus membalas dengan apa."


Dokter Peter tersenyum, "Bagaimana jika menemaniku makan malam?


"Aku tidak akan mampu menolaknya,” kata Anna. Ia tak ingin mengecewakan Dokter Peter yang sudah banyak membantu Dad Joe.


"Baiklah, kita akan jalan-jalan dulu saja. Taman di Kota Paris sangat indah, kamu harus melihatnya."


Anna mengangguk, menyetujui permintaan Dokter Peter.


**


Di sebuah taman, Anna memasukkan tangannya ke dalam saku jas panjangnya, udara masih sangat dingin saat ini. Angin pun menerpa rambut panjang Anna yang tidak diikat.


"Anna, apa kamu suka berada di sini?" tanya Dokter Peter.


"Hmmm .... aku tidak bisa bilang suka, tapi aku juga tidak membenci kota ini. Hanya saja aku lebih suka berada di Maastrich, aku merasa lebih tenang," kata Anna.


Dokter Peter tersenyum.


Aku suka dimanapun, asal ada kamu di sana. - batin Dokter Peter.


"Apa kamu memiliki kekasih, An?" tanya Dokter Peter.


"Tidak, dan aku tak ingin memilikinya. Aku hanya perlu Daddy."


Dokter Peter menatap ke arah Anna, melihat bahwa wanita itu menyimpan sesuatu, terlihat dari sorot matanya yang begitu sendu.


"Sementara aku memerlukanmu, An .... "

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2