TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#26


__ADS_3

Gavin harus kembali menempuh jarak yang memakan waktu 16 jam. Kepalanya kembali sakit, sepertinya morning sickness itu masih datang. Gavin terus memijat pelipisnya dan memejamkan matanya.


"Ya Tuhan, sampai kapan hal ini terus menyiksaku?" gumamnya.


Setelah beristirahat sebentar, ia kembali membuka matanya. Ia membuka email dari Gia yang tadi sudah ia unduh di bandara.


'Artis dan Model Papan Atas Arianna Howard terlihat sedang makan malam bersama seorang pria'


'Arianna Howard bertunangan?'


'Artis Arianna Howard terlihat bersama Pengusaha dari Ginea Coorp, Gavin Adelio'


'Setelah dikabarkan menghilang, Gavin Adelio terlihat bersama artis Arianna Howard di Indonesia'


'Apakah wanita yang bersama Gavin Adelio di Paris adalah Arianna Howard?'


Begitu banyak berita yang dikirimkan oleh Gia, membuat Gavin semakin kesal. Ia pun mematikan tablet miliknya, dan memandang ke arah jendela.


Belakangan ini, ia merasa hidupnya kacau, berantakan. Dulu ia merasa hidupnya sangat luar biasa. Ia memiliki keluarga yang harmonis, Mommy dan Daddy yang sangat menyayanginya. Seorang istri yang sangat ia cintai dan seorang putri yang lucu dan cantik. Semua orang iri dengan apa yang ia miliki, tapi sekarang?


Tak ada lagi yang istimewa dari dirinya. Saat ini yang ia miliki hanyalah keluarganya, Daddy, Mommy dan keluarga besarnya. Asalkan mereka semua percaya kepadanya, itu sudah cukup.


"Semua ini berawal dari Elisa," gumamnya kesal, "Kemana wanita itu pergi? Jika aku bisa bertemu dengannya, ingin rasanya kukuliti hidup-hidup."


Gavin tiba saat malam hari di Jakarta. Ia langsung menuju ke kediaman Ginea, diantar oleh supir pribadi keluarga. Ia tahu, besok akan menjadi hari yang berat baginya. Sekali lagi ia harus berhadapan dengan masalah dan gosip yang muncul di berbagai media.


Ia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur, tak punya kekuatan lagi untuk sekedar berganti pakaian. Tak lama, ia pun terlelap.


**


"Honey, aku tidak bersalah. Mr. Antonio lah yang mengancamku, aku terpaksa."


"Kamu bohong! kamu sudah membohongiku sejak awal. Kamu tidak pernah mencintaiku."


"Aku mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu."


"Apa? mana bukti kamu mencintaiku?"


"Lihatlah, saat ini aku sedang mengandung anakmu. Aku akui bahwa Elle memang bukan anakmu, tapi kamu sudah tahu apa yang terjadi padaku."


"Cihhh ..... apa kamu mau memperdaya diriku lagi?"


"Tidak, honey. Apa kamu ingin aku membuktikan cintaku padamu?"

__ADS_1


"Apa? apa yang bisa kamu buktikan?"


Lisa memutar tubuhnya dan melompat dari sebuah atap gedung.


"Tunggu, Lisaaaaa!!!"


Gavin terbangun dan membelalakan matanya, ia berkeringat meskipun kamarnya menggunakan pendingin ruangan.


Ia berusaha bangkit dari tidurnya, tapi kepalanya kembali sakit. Mual dan muntah sudah tidak ia rasakan, tapi sakit kepala hampir menyiksanya setiap hari.


"Apa benar anak yang dikandung Lisa adalah anakku? Aku harus menemukannya. Dia membawa anakku," ungkap Gavin.


**


Hari ini, Ginea Coorp kembali ramai didatangi oleh para wartawan dari berbagai media dan juga para reporter dari pertelevisian. Mereka ingin mengklarifikasi atas berita yang muncul mengenai hubungan antara Gavin Adelio, cucu dari Brandon Ginea, dengan Aktris dan Model yang saat ini sedang naik daun, Arianna Howard.


Gavin awalnya ingin memberikan klarifikasi atas semua yang terjadi, namun ditahan oleh Nicholas. Nicholas memerintahkan pada Lexy untuk membubarkan para wartawan dan reporter yang berada di luar gedung.


"Tapi Uncle, jika mereka tidak mendapatkan yang mereka inginkan, mereka akan terus datang, bahkan ada kemungkinan mereka akan menginap diluar gedung," ungkap Gavin.


"Tapi kita tahu bahwa kamu tidak melakukannya. Jika kita melakukan sesuai keinginan mereka, mereka akan dengan cepat memutarbalikkan fakta lagi, dan memberikan pertanyaan yang menjebak."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" tanya Gavin.


"Tapi, bagaimana bisa? kita akan harus membayar ganti rugi yang besar pada Arianna."


"Sepertinya itulah yang dia inginkan, materi. Jika ia berhasil mendapatkanmu sebagai kekasihnya, ia juga akan mendapatkan segalanya bukan? Aku sudah tahu permainan seperti ini," kata Uncle Nicholas.


"Aku datang dan bekrrja di sini hanya membuat masalah bagi Uncle dan perusahaan," Gavin terduduk di sofa sambil memegang erat jari jemarinya.


"Tidak, sepertinya ada yang sengaja ingin menghancurkan keberhasilan yang telah kita raih. Oya, apa kamu sudah menghubungi Chris?" tanya Nicholas


"Daddy? ada apa dengan Daddy?"


"Neutron Coorp di sana juga sedang dilanda masalah. Salah seorang customer dari resort yang kalian buat di Amsterdam mengatakan bahwa kalian menggunakan material kualitas rendah, sehingga saat ini sebagian bangunannya retak dan hancur."


"Apa???!!" teriak Gavin.


"Mungkin sebaiknya kamu menghubungi Daddy-mu dulu."


"Baik, Uncle. Aku pergi ke ruanganku dulu."


Gavin keluar dari ruangan Nicholas dan langsung menuju ke ruangannya. Di sana sudah ada Gia yang sedang duduk melakukan panggilan video call dengan Mom Clara.

__ADS_1


**


"Babe, apa kamu berhasil?"


"Tentu saja sweety."


"Kamu sangat hebat, babe," kata Elisa sambil memainkan jarinya di atas dada Antonio yang terbuka.


"Aku selalu akan hebat untukmu, sweety. Apapun yang kamu inginkan, aku akan memenuhinya. Kamu adalah segalanya untukku."


Elisa memainkan jemarinya kembali di wajah Antonio, dan menyentuh bibir Antonio dan mengusapnya. Ia lalu dengan perlahan mencium bibir Antonio dengan sangat lembut. Tangan Antonio dengan lembut mengusap punggung Elisa yang sangat halus, kemudian dengan perlahan ia membuka lingerie yang digunakan oleh Elisa.


Ia dapat melihat tubuh Elisa yang begitu indah, tentu saja karena Elisa selalu merawat tubuhnya dengan biaya yang tidak sedikit. Antonio mulai meremas kedua bukit kembar milik Elisa, membuat suara dessahan terdengar keluar dari mulut Elisa. Hal itu bagaikan sebuah not lagu yang indah bagi Antonio.


Antonio membalikkan tubuhnya dan berada di atas Elisa saat ini. Ia mengungkung Elisa dengan kedua lengan kekarnya. Antonio memandang Elisa yang begitu cantik, dan Elisa pun kembali memainkan jarinya di dada Antonio.


Dengan perlahan jari-jemari itu menyusuri dada, perut Antonio, kemudian Elisa memegang junior milik Antonio, membuat Antonio merasakan kenikmatan.


"Sweety, I love you," kata Antonio.


"Do it, babe," kata Elisa.


"As you wish."


Antonio memasukkan juniornya ke dalam inti milik Elisa, kehangatan langsung ia rasakan. Ia mendiamkannya sebentar sambil menatap Elisa. Kemudian Antonio mendekatkan wajahnya pada Elisa dan melummat bibirnya penuh gairrah.


Ia mulai memaju-mundurkan juniornya perlahan, lama kelamaan semakin cepat.


"Faster babe, faster. I love it," teriak Elisa.


Hal itu membuat Antonio menjadi semakin bergairrah, apalagi mendengar eranngan dan dessahan yang dikeluarkan dari mulut Elisa.


Ia terus bergerak maju mundur, kemudian ia mengeluarkan juniornya dan membalik Elisa, kemudian memasukkan kembali juniornya dari belakang.


"Arrghhh, babe ..... do it babe."


Elisa merasakan junior Antonio masuk dengan sempurna dan terasa lebih dalam, membuat dirinya merasakan kenikmatan yang tiada tara.


Setelah pertempuran yang mereka lakukan hampir 1 jam, mereka berdua mengalami pelepasan. Antonio berbaring di sebelah Elisa, setelah ia mencium dengan lembut bibir dan kening wanitanya.


"I love you, sweety."


“Hmm … “

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2