TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#73


__ADS_3

Gavin masih berada di dalam kamarnya sejak pulang mencari sarapan tadi. Sedangkan Anna sedang bersiap-siap untuk kembali ke Maastrich.


"Apakah kamu harus kembali secepat itu, sayang?" tanya Mom Clara.


"Ya, Mom. Aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku terlalu lama."


"Kalau kamu bekerja, siapa yang akan menjaga Nathan dan Nixon?" tanya Mom Clara.


"Ada Mom Lia yang akan menjaganya. Dad Joe sudah menikah dengan Mom Lia, meskipun hanya secara negara."


"Kamu pasti bahagia sekali melihat Daddymu, sayang."


"Tentu saja, Mom. Kebahagiaan Daddy adalah kebahagiaanku juga. Apalagi Mommy Lia adalah cinta Daddy. Mereka berdua juga memiliki Bella,” kata Anna. Mom Clara bisa melihat ada bulir air mata keluar dari sudut mata Anna.


"Sayang, ada apa? Mengapa kamu menangis?" tanya Mom Clara.


"Aku .... aku tidak menangis, Mom,” kata Anna sambil menghapus air matanya


"Aku sudah siap, Mom. Dimana Nathan dan Nixon?"


"Mereka ada bersama Dad Chris. Lalu sayang, sebenarnya apa yang terjadi pada Gavin? Kenapa dia mengunci dirinya di kamar setelah kalian pulang?"


"Tidak apa-apa, Mom. Mungkin ....,” Anna hanya tersenyum melihat Mom Clara.


Mom Clara membantu Anna membawa barang-barangnya.


"Aku pulang dulu, Uncle."


"Kenapa kamu masih memanggilku Uncle, huh? sedangkan kamu memanggil Aunty menjadi Mommy."


Anna tersenyum, sambil memindahkan kedua putranya ke dalam stroller dan memakaikan seatbelt.


"Dad sudah meminta Uncle Han untuk mengantarkanmu ke bandara. Apa kamu yakin kamu bisa sendiri?" tanya Dad Chris.


Anna pun mengangguk. Mereka pun segera menuju ke mobil.


"Mom, boleh aku minta tolong?"


"Katakanlah."


"Katakan pada Gavin, aku menunggunya untuk berbicara dengan Daddy."


"Masalah apa, sayang?" tanya Mom Clara.


"Nanti Gavin akan memberitahu pada Mommy."


Setelah kepergian Anna, Mom Clara yang merasa penasaran pun langsung menuju ke kamar Gavin. Ia membuka pintunya, yang memang tidak dikunci.

__ADS_1


"Sayang?"


Mom Clara tidak melihat keberadaan Gavin sama sekali di dalam kamar.


"Kemana anak itu?" guman Mom Clara.


Tak lama, Gavin pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit sendu. Ia langsung kaget begitu melihat Mom Clara yang sudah duduk di atas tempat tidurnya.


"Mom, kamu mengagetkanku."


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan sejak tadi?"


"Aku .... mandi."


"Mandi? kamu mandi atau semedi?"


"Memang sekarang jam berapa?" tanya Gavin kemudian ia melirik jam di dinding kamarnya. Ia sendiri kaget karena ia menghabiskan waktu 1 jam di dalam kamar mandi. Pasalnya ia tengah merenung tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Anna tadi. Hatinya galau karena Anna belum memberikan jawaban padanya.


"Jadi, katakan pada Mommy apa yang kamu lakukan?"


"Aku mandi, Mom."


"Maksud Mommy, apa yang kamu lakukan pada Anna?"


"Anna? aku tidak melakukan apa-apa. Aku tidak mengerti maksud Mommy."


"Benarkah, Mom. Apa dia sungguh mengatakan itu?" Wajah Gavin tiba-tiba menjadi bersinar dan senyum terukir di sana.


"Hmmm ..."


"Lalu di mana Anna?"


"Han sedang mengantarkannya ke bandara."


"Apaaa??!! Kenapa dia pergi begitu saja. Aku kan baru saja melamarnya."


"Apa katamu?" tanya Mom Clara.


"Aku melamar Anna, Mom."


"Lalu, apa dia bersedia?"


"Dia hanya diam saja tanpa memberikan jawaban apapun, Mom. Dan mengatakan kalau selamanya aku akan menjadi Daddy dari Nathan dan Nixon."


"Ya memang kamu adalah Daddy-nya. Ishhh anak ini. Apa kamu melamarnya tidak memberikan cincin?"


"Sudah, Mom. Bahkan aku melamarnya di hadapan pemandangan Switzerland yang sangat mempesona."

__ADS_1


"Lalu?"


"Lalu apalagi Mom?"


"Apa kamu mengatakan kamu mencintainya?"


"Aku ... "


"Kamu ini. Seorang wanita akan menerima laki-laki yang mencintai dirinya. Ia tidak ingin kamu menerimanya hanya karena anak-anak. Itulah mengapa tadi Anna menangis saat ia menceritakan tentang Joe yang sudah menikah dengan cintanya."


"Anna menangis?"


"Hmmm, dan kalau kamu masih menginginkannya, kamu harus menyusulnya, dan berbicara langsung dengan Joe."


"Apa Mommy dan Daddy mau ikut denganku? Kita pergi ke Maastrich untuk langsung melamar Anna."


**


"Sialan!!" teriak Elisa.


"Kita akan bersenang-senang, sayang."


"Apa maksud kalian, huh?!" tanya Elisa dengan tatapan nyalang.


"Bukankah tadi kamu yang bersedia melayani kami bertiga."


"Tapi tidak seperti ini."


Elisa kini tengah diikat tangan dan kakinya, menggunakan tali di ujung-ujung tempat tidur.


"Sialan kalian semua, lepaskan aku!!"


Ketiga lelaki itu membuka baju mereka masing-masing hingga tubuh mereka polos, dan satu persatu mereka mulai memuaskan hasrat mereka.


Bahkan mereka melakukan pukulan, tamparan, dan kekerasan lain yang semakin memuaskan gairrah mereka. Sementara Elisa semakin tak berdaya.


Bahkan, tidak hanya sekali mereka melakukannya. Secara bergantian mereka melakukannya berkali kali, Elisa seperti dihujani ratusan bahkan ribuan pisau ke tubuhnya.


Kini ia sangat lemas, lemah, dan seperti ingin mati.


Salah seorang dari ketiga lelaki itu berkata,


"Terima kasih sudah memuaskan kami. Kamu akan mendapatkan hadiahmu nanti. Tapi mungkin saja sebelum hadiah itu datang, kamu sudah tak bisa menikmatinya."


Ketiga pria itu pun langsung memakai pakaian mereka dan meninggalkan Elisa sendirian di dalam kamar hotel, tanpa melepaskan ikatan di tangannya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2