TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#29


__ADS_3

"Mam, apa berita itu masih beredar di media?" tanya Arianna pada Kristin, sang manager.


"Ya, dan kurasa tak akan hilang dengan cepat. Kamu adalah model terkenal dan Tuan Gavin adalah cucu dari pemilik Ginea Coorp."


Arianna tersenyum, membuat sang manager bertanya-tanya.


"Apa kamu senang dengan berita seperti ini?"


"Tentu saja. Bukan aku yang membuat berita ini, tapi aku-lah yang diuntungkan. Bisa kamu bayangkan jika istri dari Tuan Gavin melihat ini, pasti mereka akan bertengkar, lalu aku akan dengan mudah masuk di antara mereka, bukan begitu?”


"Ya ampun, Nona. Banyak laki-laki yang mengantri untuk menjadi pasanganmu, tapi mengapa kamu malah ingin menjadi wanita di antara suatu keluarga."


"Mam, aku yakin Tuan Gavin sebenarnya tertarik padaku. Kamu tidak melihat saat aku berdua dengannya, ia seperti ingin terus berdekatan denganku. Aku harus mengambil keuntungan dari itu. Perlahan, aku akan menjeratnya dan menjadikan dia milikku seutuhnya."


"Apa kamu sudah gila, Nona Arianna? kamu akan merusak citramu sendiri."


"Aku tidak peduli dengan itu, Mam. Aku hanya menginginkan dirinya, Tuan Gavin. Kamu tidak lihat bagaimana tubuhnya, ahhh ... sangat menggoda. Ya ampun, aku sudah tak tahan lagi ... Ingat Mam, kamu itu seumuran denganku, tak perlu kamu menasehatiku seperti itu."


"Ya, aku mengerti."


"Mam ..."


"Ada apa?"


"Hari ini, tinggalkan aku, aku mau sendiri. Besok kamu baru datang jam 12 ya. Sebelum itu, jangan ganggu aku," perintah Arianna tegas.


"Baiklah," Kristin sang manager mengambil beberapa dokumen dan tas miliknya, kemudian keluar dari apartemen.


Arianna mengambil ponselnya,


"Datanglah .... I need you"


**


"Daddy, bagaimana perasaanmu?" tanya Anna.


"Ntahlah, sayang. Daddy tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Rasanya semua ini seperti mimpi."


"Ini bukan mimpi, Daddy. Saat ini kaki Daddy sudah sembuh. Operasi yang dilakukan oleh Dokter Harry sudah berhasil dan selanjutnya Dokter Peter akan kembali membantu Daddy untuk menjalani terapi. Kita akan segera kembali ke Maastrich."


"Bagaimana cara kita mengucapkan terima kasih pada mereka sayang?" tanya Dad Joe.


"Anna juga tidak tahu Dad. Rasanya jasa mereka begitu besar sampai sulit untuk membalasnya."


"Mungkin kita bisa langsung bertanya pada Dokter Peter," kata Dad Joe.


"Apa yang ingin kalian tanyakan padaku?" tanya Dokter Peter saat memasuki ruang rawat Dad Joe.

__ADS_1


"Dokter Peter, kebetulan sekali dokter datang ke sini. Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih karena sudah banyak membantuku untuk memperoleh kesempatan ini," kata Dad Joe.


"Tidak perlu berterima kasih padaku. Semua ini karena campur tangan Tuhan dalam kehidupan Uncle Joe, juga Anna," kata Dokter Peter sambil memegang tangan Dad Joe.


"Tapi tetap saja, kami sangat berterima kasih. Apa yang bisa kami berikan untuk membalas semua kebaikanmu untuk keluarga kami."


Kalau saja bisa, aku menginginkan Anna. - batin Dokter Peter.


"Tidak perlu, Uncle Joe. Uncle sudah sangat membantu kami para Dokter untuk mengembangkan riset kami, itu sudah lebih dari cukup," kata Dokter Peter.


"Bagaimana kalau makan malam bersama di rumah kami?" tanya Dad Joe.


"Saya tidak akan pernah menolaknya," senyum Dokter Peter.


"Baiklah kalau begitu, Deal!"


Anna hanya bisa tersenyum sambil memandangi kedua lelaki itu.


**


"Daddy, sadarlah!" teriak Gia


Dad Chris yang sedang bekerja mendadak mengalami sakit kepala yang tak tertahankan, sehingga ia jatuh pingsan. Gia yang baru saja sampai di kantor Neutron Coorp, untuk membawakan bekal makan siang buatan ibunya, langsung membawa Dad Chris ke rumah sakit, bersama dengan Han.


"Daddy, ayo sadarlah," Gia terus memegang dan memeluk Dad Chris di dalam mobil. Ia tak pernah melihat Daddy-nya seperti ini.


"Mom, Daddy .... ," Gia menghubungi Mom Clara sambil menangis, akhirnya Han yang mengambil alih sambungan ponsel tersebut.


Para dokter langsung menangani Dad Chris. Hingga Mom Clara tiba di sana, belum ada satu pun dari mereka yang keluar dari ruang ICU.


"Mommy!" panggil Gia sambil menghampiri Mom Clara.


"Tenanglah, Mommy yakin Daddy akan baik-baik saja. Daddy-mu adalah pribadi yang kuat sayang," Mom Clara mencoba menenangkan Gia.


15 menit kemudian,


"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Mom Clara


"Sepertinya suami anda mengalami kelelahan yang amat sangat dan stres yang berlebihan. Untuk sementara, suami anda akan mendapatkan perawatan secara intensif. Boleh saya tahu, apa sebelumnya pasien pernah mengalami cedera kepala?"


"Tidak, tapi dulu memang ia pernah mengalami koma, hingga tidak sadarkan diri beberapa lama," kata Mom Clara.


"Mungkin cedera tersebut kembali, tapi kita harapkan tidak akan sampai seperti itu lagi. Pasien diharapkan memiliki cukup waktu istirahat saat ini," terang sang Dokter.


"Baik Dok, lakukan yang terbaik."


Dokter itu mengangguk dan meninggalkan Mom Clara.

__ADS_1


"Mom, apa yang sebenarnya pernah terjadi pada Daddy?" tanya Gia.


"Tidak apa-apa sayang. Tidak usah kamu pikirkan."


Gia langsung memeluk Mom Clara. Ntah mengapa ia melihat ada kesedihan di dalam mata Mommynya itu.


"Han, sementara ini tolong kamu yang menjalankan perusahaan."


"Baik, Nyonya. Saya akan menghubungi Jack untuk membantu."


"Baiklah, kamu boleh kembali ke kantor."


"Siap, Nyonya."


Mom Clara dan Gia duduk di sofa, masih di depan ruang ICU. Mereka menunggu hingga Dad Chris dipindahkan ke ruang rawat biasa.


"Mom, apakah kita perlu memberitahu Kak Gavin?" tanya Gia.


"Jangan dulu sayang. Kita tidak boleh membebaninya lagi. Biarkan ia menyelesaikan masalahnya dulu di sana."


"Baiklah Mommy."


**


Semakin hari, berita mengenai Gavin dan Arianna semakin menjadi-jadi. Media dan para netizen terus menambahkan bumbu-bumbu penyedap sehingga berita yang awalnya hanya makan malam berdua menjadi merambah ke mana-mana.


Hal ini membuat Gavin menjadi jengah, sementara Arianna sangat menikmati pemberitaan ini.


"Nona Arianna, bagaimana pendapat anda tentang berita yang sedang beredar. Apa benar anda memiliki hubungan khusus dengan Tuan Gavin Adelio dari Ginea Coorp?"


"Seperti yang anda lihat."


"Berarti benar adanya bahwa anda memiliki hubungan spesial."


Arianna tersenyum.


"Lalu, kapan kalian akan melakukan konferensi pers mengenai hubungan kalian? sampai di jenjang mana?"


"Kalian semua terlalu terburu-buru, tunggu saja. Jika sudah tiba waktunya, kalian akan segera mengetahuinya," ujar Arianna.


"Nona, ayo kita masuk. Kita sudah ditunggu oleh Tuan Nicholas dari Ginea," ujar Kristin.


"Kalau begitu saya permisi dulu," kata arianna pada para wartawan, sambil menempelkan jarinya ke bibir dan mengibaskannya.


"Ayo, Nona."


Arianna mengakhiri wawancara singkatnya di depan perusahaan Ginea Coorp. Dengan menggunakan kacamata hitam, rambut yang digerai indah dan setelah gaun di atas lutut membuat penampilannya semakin mempesona.

__ADS_1


Seorang pria memandangi Arianna dari kejauhan, "Kamu cantik sekali, manis. Aku tidak akan melupakan malam-malam kita bersama. Kamu akan selalu menjadi milikku, apapun yang terjadi."


🌹🌹🌹


__ADS_2