
Setelah 2 hari dinyatakan kritis, kini kondisi Anna sudah lebih stabil. Ia sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Hanya saja, kedua bayi kembarnya masih berada di inkubator.
Dad Chris meminta pada pihak rumah sakit agar memindahkan inkubator nya ke dalam ruang rawat Anna, agar ibu dan bayi bisa bersama dalam satu ruangan.
Di ruang rawat tersebut, Gavin berdiri dekat kotak kaca inkubator. Ia bisa melihat kedua bayi mungilnya.
"Maafkan Daddy karena tidak menjaga kalian selama ini," kata Gavin pelan, "Tapi Daddy berjanji, Daddy akan menjaga kalian dan juga Mommy kalian."
Pintu ruangan tersebut terbuka, masuklah Gia bersama Jack. Gia sudah tidak banyak berkata pada Gavin, yang dia pikirkan saat ini hanya Anna.
Anna yang sudah lama terlelap, mengerjapkan matanya, karena cahaya lampu dan ruangan berwarna putih yang membuat matanya sedikit silau. Gia yang menyadari gerakan Anna langsung berjalan mendekat dan sedikit menutupi mata Anna dengan tangannya.
"Di mana aku?" tanya Anna.
Gavin yang mendengar pun menghampiri Anna.
"Kamu sedang di rumah sakit, An," jawab Gia.
Anna tiba-tiba teringat, ia langsung memegang perutnya.
"Anakku, di mana anak-anakku?" tanya Anna
"Di sana An, kamu tenang saja. Anak-anakmu selamat. Mereka sangat lucu dan menggemaskan," senyum Gia.
Anna menghela nafas lega, tapi kembali ia panik, "Daddy, apa kamu menemukan Daddy?"
"Kami belum menemukan Uncle Joe. Ternyata benar seperti perkiraanmu, Uncle Joe tidak berada di lokasi yang sama dengan kita. Tapi kamu jangan kuatir, Daddy sudah meminta Uncle Han untuk mencarinya," kata Gia sambil memegang tangan Anna.
"Anna ... ," panggil Gavin pelan.
Anna melihat ke arah Gavin, kemudian ia mengucapkan, "Terima kasih," sambil tersenyum.
"Untuk apa?"
"Karena kamu telah membantuku, sehingga anak-anakku selamat. Terima kasih."
Mendengar Anna mengatakan kata 'anak anakku', membuat Gavin mengerti bahwa Anna belum menerimanya menjadi daddy dari anak-anak mereka.
Anna belum boleh terlalu banyak berjalan, bahkan ia disarankan untuk tetap berada di atas tempat tidur selama beberapa hari untuk memulihkan bekas operasinya. Padahal Anna sudah ingin mendekati bayi-bayinya.
Pintu kembali terbuka,
"Anna!" sapa Sena.
"Sena."
Ketiga wanita tersebut saling berpegangan tangan dan tersenyum sambil berpelukan.
"Sungguh terlihat seperti telletubies," gumam Jack, "apalagi jika ada aku, pas deh 4," tiba-tiba dia tersenyum sendiri.
"Apa kamu sudah memberi mereka nama?" tanya Sena sambil melihat kedua bayi kembar Anna.
__ADS_1
"Aku sudah lama memikirkannya, tapi aku tidak begitu yakin apa nama ini cocok untuk mereka," ucap Anna
"Ayo katakanlah," Gia tak sabaran.
"Nathan Ace Harland dan Nixon Agler Harland."
"Wow, itu nama yang bagus, An. Nathan and Nixon," kata Gia tersenyum.
"Kenapa mereka tidak memakai namaku dibelakangnya?" tanya Gavin yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka. Jack pun mulai mendekat ke arah Gavin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Karena mereka adalah anak-anakku," kata Anna.
"Mereka anak-anakku juga," kata Gavin.
"Gi, sepertinya akan terjadi perang besar," bisik Sena pada Gia.
"Tenang saja, aku akan melindungi Anna. Aku tidak akan membiarkan kakakku melakukan yang tidak-tidak," bisik Gia pada Sena.
"Bos, tenangkan dirimu," kata Jack.
"Lepaskan aku, Jack. Anna, mereka adalah anak-anakku. Aku berhak atas mereka," kata Gavin.
"Maaf Tuan Gavin, tapi aku-lah yang mengandung mereka, mereka anak-anakku. Aku tidak akan melarangmu untuk bertemu dengan mereka. Lagipula, kamu sudah menikah dan memiliki anak, aku tidak ingin anak-anakku merasa terasingkan," terang Anna.
"Aku sudah bercerai dan aku tidak memiliki anak. Hanya mereka anak-anakku," kata Gavin sambil mengarahkan pandangannya ke arah bayi kembar mereka.
Anna melihat ke arah Gia, dan Gia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa apa yang Gavin katakan adalah benar.
"Aku akan bertanggung jawab padamu dan anak-anak. Aku akan menikahimu," kata Gavin tegas.
“Tuan Gavin, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan melarangmu untuk menemui mereka. Tapi untuk menikah, aku rasa aku tidak bisa," ujar Anna.
"Mengapa? kita bisa memberikan keluarga yang utuh bagi mereka."
"Keluarga yang utuh tidak hanya karena orang tua mereka bersama, tapi juga diikuti kasih sayang bagi mereka dan cinta kedua orang tuanya. Aku rasa, aku tidak bisa melakukan itu. Saat ini yang bisa kujanjikan adalah memberikan seluruh kasih sayangku pada mereka."
"Arghhh ....," teriak Gavin.
Gia memberi tanda pada Jack untuk membawa Gavin keluar dari ruangan. Itu dilakukan agar Gavin bisa menenangkan pikirannya.
Setelah Gavin keluar,
"Anna," panggil Gia sambil memegang tangan Anna, "Aku minta maaf atas semua yang dilakukan oleh kakakku. Aku sama sekali tidak tahu. Jika aku tahu, aku akan langsung menghajarnya sampai babak belur."
"Sudahlah, Gi. Aku tidak apa-apa," ujar Anna.
"An, apakah kamu benar-benar tidak akan memberikan nama Neutron di belakang nama mereka?" tanya Sena.
"Aku tidak tahu."
"Apa kamu membenci kakakku?" tanya Gia.
__ADS_1
Anna menggeleng perlahan, tapi Gia bisa melihat ada kesedihan tersirat di wajah Anna.
**
Gavin kembali ke rumah orang tuanya, diantar oleh Jack. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa dan menghela nafasnya keras.
"Apa aku se-hina itu Jack, hingga namaku tidak mau ia pakai?"
Jack diam.
"Apa dia tidak tahu bagaimana perasaanku?"
Jack tetap diam.
"Aku ini ingin bertanggung jawab, menikahinya dan bersama-sama merawat anak kami. Apa aku salah?"
Jack tetap diam memperhatikan.
"Apa kamu itu bisu, hingga tak menjawab pertanyaanku?"
Mom Clara yang mendengar suara Gavin seperti orang sedang marah-marah, langsung keluar dari dapur.
Dengan mengibaskan tangan, Mom Clara meminta Jack untuk pergi, sementara ia mendekati Gavin.
"Ada apa, sayang?" tanya Mom Clara menghampiri Gavin dan duduk di sebelahnya.
"Mom, kenapa Anna tidak mau memberikan namaku di belakang nama anak-anak kami?" tanya Gavin.
"Apa kamu sudah mengatakan padanya bahwa kamu akan bertanggung jawab?"
"Sudah, Mom. Aku bahkan mengatakan padanya aku akan bertanggung jawab atas mereka. Aku akan menikahinya."
"Lalu?"
"Lalu dia bilang kalau dia tidak mau menikah denganku," kata Gavin.
"Tapi dia mengijinkanku untuk bertemu dengan anak-anak kami," sambung Gavin.
"Kamu harus tenang, sayang. Kamu seharusnya paham, kamu kan sudah pernah berumah tangga. Kamu harus sabar, itulah kuncinya."
"Mom, saat aku melihat bayi-bayi kecil itu, perasaanku sangat bahagia. Mereka benar-benar anakku Mom, bukan seperti yang Elisa lakukan padaku."
"Mommy mengerti. Kamu pasti sangat antusias mengetahui bahwa mereka anak-anakmu. Berikan perhatianmu pada anak-anakmu, dan juga tunjukkan kepedulianmu pada Anna. Seorang wanita butuh kasih sayang. Wanita seperti Anna, ia tak akan menikah hanya karena anak. Ia adalah wanita yang mandiri. Bersabarlah, hanya itu nasihat yang bisa Mommy berikan."
"Okay, Mom."
"Oya, siapa nama bayi kembar itu sayang?" tanya Niki
"Nathan Ace Harland dan Nixon Agler Harland."
"Wow, nama yang indah. Sepertinya besok Mommy akan pergi ke sana menjenguknya," Mom Clara beranjak dari sofa dan kembali ke dapur.
__ADS_1
Sementara Gavin kembali menyandarkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya, mencari cara untuk meluluhkan hati Anna.
🌹🌹🌹