TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#22


__ADS_3

Melalui Video call,


"Jack, apa kamu bisa menghubungi Mr. Ken?"


"Saya sudah mencobanya terus bos, tapi sepertinya Mr. Ken masih tidak ingin diganggu. Sambungan ponsel tidak pernah terhubung hingga saat ini."


"Arghhhh!!!"


"Apa yang sebenarnya terjadi, bos?” tanya Jack yang mulai penasaran.


"Jack, apa kamu yakin jika anak yang dikandung Elisa bukan anakku?"


"Sebetulnya saya tidak bisa memastikan kecuali dengan tes DNA. Tapi, melihat bagaimana hubungan Nyonya Elisa dan Tuan Antonio, rasanya tidak mungkin Nyonya Elisa mau mengandung anak darimu bos."


"Bagaimana jika anak tersebut memang anakku, dan ia menggunakannya untuk mengancamku."


"Wah itu juga mungkin bos, tapi .... saat ini saya pun belum bisa menemukan posisi Nyonya Elisa, karena sepertinya Tuan Antonio sangat melindunginya."


"Kakakkk!!!" tiba-tiba Gia masuk ke dalam ruang kerja Gavin di perusahaan Ginea.


"Gia, bisakah kamu berhenti berteriak jika memanggil orang lain?" tanya Gavin.


"Kak, Sena bilang ada kemungkinan Anna amnesia. Apa bisa kak?" tanya Gia saat menghampiri Gavin.


"Amnesia?" gumam Gavin, yang masih bisa didengar oleh Jack di seberang telepon.


"Itu mungkin saja, bos. Tapi apa penyebab dia amnesia?" tanya Jack.


"Kakakkk, jawab aku!"


Seketika Gavin mengangkat sebelah tangannya, mengisyaratkan agar Gia berhenti berbicara.


"Jack, kamu cari informasi mengenai hal ini. Aku tidak mau tahu, nanti sore sudah harus ada hasilnya."


"Baik, Bos."


"Oya, bagaimana keadaan Daddy dan Mommy?"


"Tuan dan Nyonya baik bos. Perusahaan juga masih dalam penanganan Tuan Chris dan Tuan Han."


"Baiklah kalau begitu. Untuk sementara ini aku akan berada di Indonesia. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku."


"Siap bos!" kata Jack bersemangat.


"Kamu sudah dengar bukan, aku sudah meminta bantuan Jack, kita tunggu saja informasinya nanti sore. Apa ada hal lain? Aku harus menyelesaikan ini lebih dahulu," kata Gavin sambil memeriksa beberapa dokumen.


"Besok ada jadwal perkenalan kepada media, untuk memberitahukan pada khalayak bahwa Nona Arianna Howard merupakan brand ambasador produk kita."


"Jam berapa?" tanya Gavin.


"Setelah jam makan siang,” jawab Gia.


"Baiklah, kamu siapkan semuanya!"


"Baik, kak. Ahhh, aku butuh Uncle Lexy saat ini," kata Gia sambil mengangkat tangannya.


**


"Dokter, ada apa meneleponku tiba-tiba?" tanya Anna pada Dokter Peter.

__ADS_1


"Begini, aku memiliki senior di Paris yang merupakan seorang Dokter ahli bedah. Aku memperlihatkan hasil terapi Uncle Joe selama sebulan ini."


"Lalu?"


"Terapi ini memang sangat berguna untuk kesembuhan Uncle Joe, tapi tetap harus dilakukan operasi pada kaki Uncle Joe satu kali. Setelah itu akan kembali dilanjutkan dengan terapi yang berbeda."


"Tapi apa kaki Daddy bisa sembuh?" tanya Anna.


"Ya, Dokter Harry mengatakan ia yakin 99% bahwa kaki Uncle Joe masih bisa disembuhkan."


"Kapan operasi itu bisa dilaksanakan? dan .... apa biayanya mahal?" tanya Anna.


"Operasi akan dilakukan setelah kita melakukan beberapa kali terapi lagi. Mungkin sekitar 1 - 2 bulan ke depan dan itu akan dilakukan di Paris, di rumah sakit milik Dokter Harry. Dan mengenai biaya, Dokter Harry akan membebaskan biaya operasi tersebut asalkan Uncle Joe mau mengikuti semua proses pemulihan ini karena akan digunakan untuk pendidikan."


"Benarkah? Daddy pasti mau, Dok."


"Baiklah. Kita akan berjuang melakukan terapi selama 1 - 2 bulan ke depan dengan lebih maksimal, supaya operasi bisa segera dilakukan,” kata Dokter Peter.


"Baik Dokter. Aku akan memberitahukan kabar gembira ini pada Daddy."


"Oya Anna, kamu sehat-sehat kan?"


"Iya Dok, Anna sehat, kenapa?" tanya Anna.


"Tidak, hanya saja saat kamu menemani Uncle Joe terapi kemarin itu, aku sempat melihatmu keluar dari ruangan Dokter Bella. Aku hanya kuatir terjadi sesuatu," kata Dokter Peter.


"Tidak Dok, tidak ada apa-apa. Anna sehat. Terima kasih atas perhatian Dokter. Aku akan segera memberitahu Daddy dulu. Terima kasih Dokter."


"Sama-sama Anna."


**


"Belum, dan aku sudah bisa menebaknya."


"Apa para wartawan sudah standby?"


"Sudah, tapi memang belum semua karena aku mengatakan pada mereka 30 menit lagi baru dimulai."


"Uncle Nic?”


"Uncle sudah siap dan Uncle bilang kalau Arianna sudah tiba, baru memanggilnya karena Uncle juga tidak mau menunggu terlalu lama,” jawab Gia.


"Baiklah kalau begitu. Kamu yang akan menunggu di sini, sementara aku akan kembali ke ruanganku dulu."


"Kakakkk!!" Teriak Gia dengan kesal.


"Lha, kamu kan asistennya Uncle Lexy, jadi kamu harus siap dengan hal semacam ini."


"Ahhh tidakkk!!! Uncle … aku butuh Uncle sekarang,” Gia sedikit menghentakkan kakinya. Ia tak menyangka pekerjaan Lexy begitu banyak dan berat, terutama masalah menunggu.


40 menit kemudian,


"Selamat siang saudara sekalian. Pada kesempatan kali ini, kami ingin memperkenalkan Nona Arianna Howard sebagai brand ambasador dari produk kosmetik terbaru kami, Autumn Leaf.


Kami memilih Nona Arianna karena saat ini Nona Arianna adalah salah satu model yang dikenal sebagai pribadi yang muda, modis, energik, feminim, dan tentu saja cantik.


Diharapkan ke depannya, Ginea Coorp bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi untuk meramaikan industri kosmetik tanah air.


Akhir minggu ini, kami akan mengadakan launching perdana produk Autumn Leaf kami. Oleh karena itu, kami mengundang saudara-saudari sekalian untuk ikut meramaikan acara tersebut. Dan secara khusus, Nona Arianna Howard akan mempersembahkan talenta terbaiknya."

__ADS_1


Sementara Manager Marketing sedang berbicara di depan para wartawan, Gia menarik Gavin ke belakang.


"Kak, apa kamu tidak merasa risih?"


"Maksudmu?"


"Kakak tidak memperhatikan tatapan mata Arianna yang tidak berhenti memandang kakak?"


"Aku tidak memperhatikan."


"Kak, bagaimana pun juga, kita harus mengetes amnesianya. Apa benar seperti yang dikatakan Jack kemarin?"


Flashback On


"Bos."


"Apa kamu sudah dapatkan informasinya?"


"Sudah, bos."


"Sebentar, aku panggil Gia. Aku tidak ingin mengulangi apa yang akan kamu katakan nanti."


Tak lama Gia pun datang ke kamar Gavin.


"Apa Kak?"


"Jack."


"Kak Jack, bagaimana? Apa obat amnesianya?" tanya Gia.


"Aku tidak menjualnya Gi ....," jawab Jack.


"Aku juga tidak mengatakan Kak Jack menjualnya."


"Hei kalian berdua, belum apa apa sudah bertengkar. Cepat katakan Jack, informasi apa yang kamu dapatkan,” kata Gavin untuk menengahinperdebatan antara Jack dengan Gia.


"Amnesia ada yang sifatnya sementara, ada yang permanen. Biasanya amnesia terjadi akibat adanya gangguan pada saraf otak yang disebabkan oleh benturan di kepala,” jelas Jack.


"Tapi Anna masih mengirimkan pesan pada Sena sebelum ia pergi. Jika terjadi kecelakaan setelahnya dan itu mengenai kepala, tentu ia tidak akan dengan mudah menjadi seorang model,” kata Gia memotong perkataan Jack.


"Tapi ada juga amnesia yang disebabkan karena trauma psikologis, terutama karena mengalami pelecehan seksual,” lanjut Jack.


"Obatnya?"


"Tidak ada obat bagi penderita amnesia, Gi. Biasanya penderita amnesia hanya diberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul di kepala saat ia mengingat sesuatu dan vitamin saja. Bisa juga dilakukan terapi untuk mengingat kejadian di masa lampau, misalnya melalui foto, tempat yang sering dikunjungi, atau barang-barang yang memiliki kenangan atau memori tertentu.


Atau mungkin akan lebih cepat kalau dipukul saja kepalanya, siapa tahu sarafnya bisa putar balik lag,” kata Jack nyeleneh.


"Kak Jackkk!!"


Flashback Off


"Kakak tidak tahu, Gi. Bukankah kamu sahabatnya, seharusnya kamu yang bisa membantunya untuk mengingat dirimu lagi,” kata Gavin.


"Iya juga, akan aku pikirkan kalau begitu. Aku tidak suka sifat Anna yang sekarang, berbeda 180 derajat,” kata Gia.


Apakah mungkin yang kulakukan padamu malam itu membawa trauma yang sangat besar padamu? Sampai sampai kamu melupakan sahabatmu sendiri. - batin Gavin


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2