
Anna sedang menggendong Nixon setelah selesai menyusui kedua buah hatinya. Kemudian ia mempersilakan Gavin yang ingin masuk ke dalam kamar.
"Apa mereka tertidur?" tanya Gavin
"Ya, setiap selesai menyusu, mereka berdua pasti akan tertidur,” kata Anna sambil tersenyum, kemudian meletakkan Nixon di tempat tidurnya, bersebelahan dengan Nathan.
Gavin mendekati kedua buah hatinya tersebut. Tak akan ada yang memungkiri kalau mereka berdua adalah anaknya, karena wajahnya sangat mirip dengan Gavin.
"Apa saat hamil kamu menderita morning sickness?" tanya Gavin.
"Tidak sama sekali. Mereka anak-anak yang baik, tidak merepotkanku. Aku jadi bisa bekerja tanpa kuatir akan hal itu."
"Kamu tahu An. Mungkin itu cara Tuhan memberitahuku bahwa aku akan memiliki anak, karena aku mengalami apa yang disebut dengan couvade syndrome."
"Benarkah? pasti pekerjaanmu sangat terganggu,” kata Anna sambil tertawa kecil
"Kamu menertawakanku?" Gavin melirik ke arah Anna sambil memasang senyum kecut di wajahnya
"Tidak, tidak sama sekali,” Anna berusaha menghindar karena Gavin tiba-tiba mendekatinya dan mulai menggelitikinya. Anna pun tertawa.
"Sssttt .... ssttt ...,” Gavin menutup mulut Anna dengan tangannya.
Anna merasa jantungnya kembali berdetak cepat saat tangan Gavin menyentuhnya. Begitu juga dengan Gavin, ia merasakan hembusan nafas Anna di tangannya.
Mereka saling berpandangan dan mata mereka terkunci satu sama lain. Gavin menurunkan tangannya dan memegang kedua tangan Anna di samping tubuhnya. Dengan perlahan ia menurunkan wajahnya, mendekati wajah Anna, kemudian dengan lembut ia mencium bibir Anna.
Hanya sebentar kemudian Gavin melepaskan ciuman itu, "Maafkan aku. Aku ... terbawa suasana."
Anna menunduk, kemudian terdengar suara ponselnya berbunyi. Meskipun ia tak mengenal nomor yang muncul di layar ponselnya, ia mengangkatnya karena ia takut Dad Joe yang menghubunginya.
"Halo."
"Dengarkan aku, jangan berteriak atau banyak bicara."
"Ya."
"Joe Harland ada bersamaku. Jika kamu ingin membebaskannya, datanglah. Aku akan mengirimkan lokasinya. Dan ingat! kamu harus datang sendiri."
"Baik, aku mengerti." jawab Anna, kemudian melirik sedikit ke arah Gavin
Ponsel pun dimatikan.
"Tuan Gavin, apakah aku boleh minta tolong padamu?" tanya Anna
"Tentu, katakanlah.“
Anna tersenyum, “Aku harus pergi sebentar. Bolehkah aku menitipkan Nathan dan Nixon padamu?"
"Kamu mau ke mana?" tanya Gavin
"Aku akan bertemu dengan temanku sebentar."
"Biar aku mengantarmu. Aku akan meminta Mommy dan Gia menjaga Nathan dan Nixon."
"Tidak, tidak perlu. Aku bisa berangkat sendiri. Tolong bantu aku menjaga mereka saja."
__ADS_1
"Baiklah."
"Terima kasih, Tuan Gavin,” sambil berjalan ke arah pintu
"Anna,” Gavin meraih tangan Anna, "Tolong jangan panggil aku Tuan Gavin lagi. Panggil namaku saja."
Anna pun tersenyum, kemudian pergi.
Gavin mengambil ponselnya,
"Jack, minta orang untuk mengikuti Anna. Aku merasa ada yang tidak beres, karena setahuku teman Anna hanya Gia dan Sena."
"Baik, bos."
**
Di dalam taksi, Anna merasa cemas. Ia takut jika hal buruk terjadi pada Daddy-nya, Joe Harland. Anna sedikit merapikan ikat rambutnya.
"Agak cepat sedikit ya, Tuan,” pinta Anna pada supir taksi
"Okay, Miss."
Supir taksi tersebut menambah kecepatan. Untung saja jalanan tidak terlalu ramai, sehingga Anna bisa sampai di tujuan dengan lebih cepat.
Setelah membayar ongkos taksi, ia turun dan berdiri di depan sebuah rumah. Rumah tersebut adalah sebuah rumah tua yang dipenuhi pepohonan. Memiliki pagar sebatas leher Anna.
Anna pun mengetuk pintu pagar tersebut karena pagar tersebut dikunci menggunakan gembok. Tak lama, muncul seorang laki-laki.
"Dimana Daddy?" tanya Anna.
"Tidak, sebelum kamu katakan dimana Daddy."
"Tenanglah, An. Uncle Joe dalam keadaan baik-baik saja, bahkan aku membantu merawat kakinya yang kembali sakit."
Akhirnya Anna masuk ke dalam rumah itu.
Sementara di luar,
"Halo, bos. Saya sudah mengirimkan gambar dan juga lokasinya."
Gavin yang berada di rumah menerima pesan gambar tersebut, langsung menitipkan kedua putranya pada Mom Clara.
"Kak, kamu mau kemana?"
"Menyusul Anna."
"Aku ikut!" teriak Gia tanpa berpikir lagi. Ia pun naik ke dalam mobil yang dikendarai Jack.
Bersama, mereka menuju lokasi yang dikirimkan oleh anak buah Jack.
Anna masuk ke dalam satu ruangan, di sana nampak Dad Joe yang sedang duduk dengan tangan terikat dan dijaga oleh 4 orang berpakaian hitam-hitam.
"Daddy!!" teriak Anna sambil mendekati Dad Joe, dan berusaha untuk melepaskan ikatan Daddy-nya.
"Anna,” panggil Dad Joe lemah.
__ADS_1
Anna bisa melihat luka lebam dan memar di sekujur tubuh dan wajah Dad Joe. Anna berhasil melepaskan ikatan yang ada di tangan Dad Joe, kemudian Dad Joe terjatuh. Ia sangat lemah karena hampir semalaman ia dipukuli karena tidak mau menuruti keinginan Nyonya Besar.
"Apa yang kalian lakukan pada Daddy?" tanya Anna.
"Aku tidak melakukan apa-apa, justru aku membawanya ke sini untuk menyelamatkannya. Seharusnya kamu berterima kasih padaku."
"Aku tidak akan berterima kasih padamu. Kalian telah membuat Daddy seperti ini. Apa sebenarnya mau kalian?"
"An, aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin kamu menikah denganku, apa aku salah? Aku akan melakukan apa saja untukmu, bahkan aku telah menyelamatkan calon mertuaku."
"Dokter Peter yang terhormat, dengarkan aku. Aku berterima kasih karena kamu telah membantu pemulihan Daddy, mengenalkan Daddy pada Dokter Harry dan juga atas semua kebaikan yang mungkin tidak dapat kusebutkan satu-persatu. Tapi aku tidak bisa menikah denganmu."
"Kenapa An? Apa karena kamu sudah pernah punya anak dengan laki-laki lain? Tenang saja, aku tidak akan pernah mempermasalahkan itu. Aku akan mencintai dan menyayangi anakmu seperti anakku sendiri,” kata Dokter Peter.
"Akan aku pikirkan nanti. Sekarang aku akan membawa Daddy untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu,” kata Anna.
"Tidak, An. Kamu dan Uncle Joe tidak akan kemana-mana, sebelum kamu mengatakan ya untuk menikah denganku. Apa kamu mengerti?!!!" teriak Peter dengan mata yang mulai menatap Anna tajam.
Namun, bukan Anna jika ia tidak berani menatap kembali lawan bicaranya. Dengan tatapan yang sama tajamnya, ia melihat ke arah Peter.
"Dengarkan aku sekali lagi Dokter Peter yang terhormat. Aku, Brianna Harland, tidak mau dan tidak akan menikah denganmu!"
"Kenapa Annn, kenapa????" teriaknya.
"Karena Anna hanya akan menikah denganku,” kata Gavin yang tiba-tiba muncul.
Anna dan Peter langsung melihat ke arah Gavin yang datang bersama Gia, Jack dan seorang pengawal yang diminta mengintai pergerakan Anna sedari tadi.
Peter langsung berbalik ke belakang Anna dan mengunci leher dan tangan Anna. Keempat orang berpakaian hitam-hitam juga menjadi pagar penjaga di depan Peter.
Gia mulai memasang kuda-kuda. Kini saatnya ia kembali mempraktekkan kemampuan bela dirinya.
Gavin dan Jack tidak terlalu pandai ilmu bela diri, tapi mereka akan berusaha.
Anna agak sedikit menurunkan tubuhnya kemudian dengan sekali hentakan ia mendorong tubuh Peter ke arah depan, sehingga Peter terjatuh.
"Siall!" umpat Peter saat merasakan sakit di tubuhnya.
"Kemarilah, aku akan dengan senang hati meladenimu,” kata Anna sambil menggerakkan telapak tangannya
Peter berusaha memukul wajah Anna, tapi dengan cepat Anna menunduk dan memberikan pukulan tangan kanannya ke perut Peter. Kemudian dengan cepat ia berbalik badan dan menendang 2 orang penjaga dengan kaki kanan, kemudian dilanjutkan dengan kaki kirinya.
Gia pun kini berusaha menghajar 2 orang yang sudah siap di hadapannya. Gavin dan Jack berbagi tugas, yang satu membantu Anna dan yang lain membantu Gia. Jack memerintahkan anak buahnya untuk segera menghubungi polisi.
Anna kembali memukul Peter. Namun dari belakang tiba-tiba tubuhnya ditahan hingga ia tak bisa bergerak. Peter pun berjalan ke arahnya, Anna langsung mengangkat kedua kakinya dan menendang tubuh Peter hingga ia terpelanting ke belakang, kemudian Anna menghantamkan kepalanya ke belakang dan mengenai hidung dan bibir penjaga yang mengekang tubuhnya.
Penjaga itu seketika melepaskan pegangannya dan memegang hidungnya yang sepertinya patah. Anna berbalik badan dan menggunakan kesempatan ini untuk menendang junior milik si penjaga, karena Anna tahu inilah kelemahan laki-laki.
Setelah penjaga itu terjatuh, Anna membantu Gavin yang sedang melawan penjaga 1 lagi. Anna langsung meraih leher penjaga itu dan memelintirnya, yang akhirnya terjatuh.
Gia dan Jack juga sudah berhasil meringkus 2 penjaga lainnya.
Tak lama berselang, polisi datang dan menangkap Peter dan juga keempat anak buahnya.
🌹🌹🌹
__ADS_1