
"Bertahanlah, sayang," kata Gavin.
Jantung Gavin berdetak dengan sangat cepat saat melihat Anna tertembak.
"Sialannn!!! Dasar wanita jallang! Sekarang kamu bisa melindungi anakmu dari tembakanku, tapi lihat saja, saat aku bebas, aku akan menghabisi mereka. Tak akan ada lagi keturunan keluarga Neutron. Camkan itu!!" Elisa tertawa saat dibawa oleh pihak kepolisian.
Gavin meminta Jack beserta anak buahnya untuk membawa kedua putranya kembali ke rumah, sementara ia akan berada di dalam ambulance untuk menemani Anna.
"Bertahanlah, aku yakin kamu adalah wanita yang kuat," bisik Gavin sambil menggenggam tangan Anna.
Seorang perawat terus memantau keadaan Anna, dan memberikan asupan oksigen karena nafas Anna yang mulai tersengal-sengal.
Sesampainya mereka di rumah sakit, brankar langsung diturunkan dan Anna langsung dibawa ke ICU. Gavin pun juga segera mendapatkan penanganan karena lengan bagian atasnya terkena tembakan.
Anna harus menghadapi operasi, begitu juga Gavin. Hanya saja untuk Gavin yang dilakukan hanya operasi kecil. Sebentar saja, peluru sudah berhasil dikeluarkan dari lengan bagian atasnya. Kini tangannya diperban dan diberi penyangga seperti tali.
Kini ia berada di depan ruang operasi. Dad Chris datang menghampirinya bersama dengan Jack.
"Son, bagaimana keadaanmu?" tanya Dad Chris.
"Aku tidak apa-apa, Dad. Bagaimana si kembar?" tanya Gavin.
"Mereka aman di rumah bersama Mommy, Gia dan juga Lexy. Daddy juga sudah meningkatkan penjagaan di rumah."
"Jack, aku minta padamu agar wanita itu dihukum seberat-beratnya, termasuk wanita pengasuh itu. Selain itu, siapa sopir yang membawa pengasuh dan kedua anakku?" tanya Gavin.
"Kami sudah menyelidikinya. Sepertinya ia adalah salah seorang pengawal dari Nyonya Elisa yang membuka pintu mobil kita dengan kunci khusus. Sopir pribadi kita ditemukan pingsan tidak jauh dari lokasi," kata Jack menjelaskan.
"Lalu bagaimana keadaan Anna?" tanya Dad Chris.
"Anna sedang berjuang di dalam sana, Dad. Ia tertembak di bagian perut. Aku tahu dia wanita yang kuat dan ia pasti bisa melewati ini semua."
__ADS_1
"Sabar, Son," Dad Chris menepuk bahu Gavin.
"Iya, Dad."
Operasi sudah memakan waktu hingga 3 jam. Gavin sudah berkali-kali mondar-mandir di depan ruang operasi.
"Duduklah, Son," kata Dad Chris, "Jack, tolong belikan aku kopi. Sekalian juga untukmu dan Gavin."
"Baik, Tuan," jawab Jack.
Jack segera berlalu dari sana. Tak lama setelah Jack pergi, seorang dokter dan perawat keluar dari ruang operasi. Gavin dan Dad Chris bergegas mendekat.
"Operasi berjalan dengan baik. Kami berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya. Kami harus memeriksanya lebih lanjut karena peluru tersebut mengenai rahim milik pasien. Meskipun hanya sedikit, tapi kami harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut."
"Apa akan ada masalah karena hal itu, Dok?" tanya Gavin.
"Kami belum tahu. Harus menunggu beberapa hari."
"Sebentar lagi kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap. Anda bisa menemuinya di sana."
"Baik, Dok."
Jack yang baru saja datang, memberikan 2 gelas kopi kepada Tuan Chris.
"Jack, kamu urus semua administrasi agar Anna dipindahkan ke ruang rawat inap yang terbaik," perintah Dad Chris.
"Baik, Tuan."
**
Gavin memegang tangan Anna dan terus berada di sampingnya saat Anna telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pulang dan beristirahat dulu. Daddy akan meminta pengawal untuk berjaga di sini."
"Tidak, Dad. Aku akan tetap di sini. Saat ini Anna sudah menjadi istriku, makan aku harus tetap berada di sampingnya."
"Baiklah, Daddy akan pulang dulu menemani Mommy dan memberitahu kabar ini. Jack akan kembali dan membawakanmu pakaian ganti," kata Dad Chris.
"Baik, Dad. Terima kasih."
Dad Chris kembali ke rumah dengan wajah yang terlihat lelah. Mom Clara, Gia dan Lexy langsung menghampiri Dad Chris.
"Bagaimana, sayang?" tanya Mom Clara.
"Dad, bagaimana keadaan Anna?" tanya Gia.
"Sabar sayang, biarkan Daddymu duduk dulu," kata Lexy menenangkan.
Mom Clara meminta pelayan untuk mengambilkan secangkir teh untuk suaminya. Semalaman Mom Clara tidak dapat tidur, sedangkan Gia dan Lexy juga tidak tidur terlalu nyenyak. Mereka semua kuatir dengan keadaan Gavin dan Anna.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mom Clara.
"Aku baik. Anna sudah melewati operasi, kini kita hanya perlu menunggunya sadar."
"Syukurlah ia tidak apa-apa, aku tidak bisa tidur memikirkannya," kata Kok Clara.
"Dimana Nathan dan Nixon?" tanya Dad Chris.
"Mereka ada di kamar kita, masih tidur. Sebaiknya kamu juga beristirahat. Aku tidak ingin kamu sakit," ujar Mom Clara.
"Iya Dad, istirahatlah. Hari ini aku akan pergi ke rumah sakit melihat keadaan Kak Gavin dan Anna. Daddy dan Mommy di rumah saja," kata Gia.
Akhirnya Dad Chris pergi membersihkan diri kemudian ia beristirahat, ditemani oleh Mom Clara. Sementara Gia dan Lexy pergi sarapan, karena setelahnya mereka akan pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
🌹🌹🌹