
"Untuk apa kamu membawaku kemari? bukankah ini Verero Coorp?" tanya Anna.
"Ya benar, kamu akan bertemu dengan bos-ku, Antonio Verero."
"Apa sih sebenarnya mau kalian?" gumam Anna yang sedikit bisa didengar oleh Boris.
Dengan menggunakan T-shirt berwarna putih dan celana jeans serta rambut yang dikuncir kuda, Anna melangkahkan kakinya memasuki gedung perusahaan tersebut.
Penampilannya sungguh jauh dari para pegawai yang bekerja di sana, penampilan Anna jauh dari kata anggun untuk memasuki perusahaan sekelas Verero Coorp. Oleh karena itu, banyak pasang mata yang melihat ke arahnya dengan tatapan curiga.
Memasuki lift khusus eksekutif, Boris membawa Anna menuju lantai khusus CEO Verero Coorp. Begitu pintu lift terbuka, Anna langsung diarahkan menuju salah satu ruangan yang terdiri dari sofa panjang dan beberapa lemari berisikan buku.
"Duduklah," kata Boris.
"Jika kamu ingin membawaku ke sini, tak perlu kamu menutup mataku. Tempat ini cukup dikenal, dasar bodoh!" ungkap Anna kesal.
"Hei manis, jaga bicaramu. Sudah bagus aku tidak bermain-main denganmu," Boris menarik rambut Anna ke belakang untuk sedikit mengancamnya, membuat mata Anna langsung membulat melihat ke arahnya.
Tak berselang lama, pintu penghubung antara ruangan tersebut dengan ruangan sebelahnya terbuka, dan muncullah seorang pria dengan perawakan tinggi besar dan memiliki kumis serta jambang tipis.
Pria itu tersenyum saat melihat Anna, sedangkan Anna menampilkan wajah sinis dan kesal.
"Anna, benarkan itu namamu?" tanya Antonio.
"Ya," jawab Anna singkat, "Cepat katakan apa mau kalian, aku sungguh tidak ingin berhubungan sama sekali dengan kalian."
Antonio tertawa mendengar ucapan Anna.
"Tak bisa, mau bagaimana pun, kamu tetap akan berhubungan dengan kami. Kamu tahu Daddymu, Joe Harland, ia memiliki hutang yang cukup besar padaku, dan sudah lama sekali ia tidak membayarnya."
"Daddy memang punya hutang, tapi bukan denganmu. Ia hanya berhutang sedikit pada Boris, dan aku berjanji akan membayarnya."
"Sedikit? apa aku tidak salah dengar. Sebaiknya kamu tanyakan pada Daddymu dengan sebenar-benarnya, berapa jumlah hutangnya pada kami."
"Daddy tidak akan membohongiku," kata Anna membela Dad Joe.
"Kamu yakin?" Antonio meminta asistennya memberikan sebuah map kepada Anna.
Anna yang menerima map tersebut langsung membukanya dan melihat jumlah hutang yang dimiliki oleh Daddynya. Di kertas tersebut juga tertera tanda tangan Dad Joe yang mempertegas bahwa surat perjanjian tersebut nyata adanya. Seketika itu juga Anna menjadi lemas, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Kamu lihat, berapa jumlah hutangnya dan dengan siapa Daddymu berhutang."
"Tidak, ini pasti bukan .... ," kata Anna berusaha mengelak.
"Atau aku perlu membawa Daddymu kemari untuk membuktikannya?"
__ADS_1
"Tidak!! jangan sekali-kali kau menganggu atau menyentuh Daddyku."
"Kalau begitu, aku bertanya, kapan kau akan membayar hutang-hutang Daddymu ini?"
Anna terus menggenggam kertas perjanjian hutang antara Dad Joe dengan pria bernama Antonio ini.
"Beri aku waktu. Aku pasti akan melunasinya,” kata Anna.
"Aku tahu kamu akan melunasinya, tapi sampai kapan? sampai Daddymu mati?"
"Hei! jangan kamu mengatakan itu. Aku bilang aku akan melunasinya dan aku pasti akan melakukannya,” Anna berdiri seketika karena kesal.
"Duduklah dulu. Begini, aku meminta Boris membawamu kemari, aku berencana akan menghapuskan semua hutang Daddymu."
"Benarkah?" tanya Anna seakan tak percaya.
"Ya, tapi ada yang harus kamu lakukan untukku."
"Apa? asal itu tidak melanggar hukum, aku bersedia melakukannya."
"Aku ingin kamu masuk ke Neutron Coorp dan menghancurkannya."
Neutron .... Gia. Tidak! Aku tidak bisa. Meskipun itu bisa menyelamatkan keluargaku, tapi aku tidak akan menghancurkan sahabatku. - batin Anna
"Mengapa kamu tidak meminta Boris saja, dia kan ahli kalau soal menghancurkan. Lagipula, aku tidak mau tugas seperti itu, sama saja kamu menjadikanku kambing hitam dari segala kejahatanmu," kata Anna dengan tegas.
"Tidak!" jawab Anna, "Aku berjanji akan mengembalikan hutang Daddyku. Beri aku waktu."
"1 bulan. Ya, maksimal 1 bulan, kamu harus melunasinya. Jika tidak, maka nyawa Daddymu yang akan menjadi taruhannya. Tidak hanya itu, jika Neutron Coorp sampai tahu akan rencana yang barusan kita bicarakan, maka aku akan mencarimu dan menghabisimu serta keluargamu, tanpa sisa," kata Antonio sambil membuat tanda melintang di lehernya.
"Anda tenang saja Mr. Antonio. Aku bukan orang yang besar mulut. Aku hanya memiliki hutang denganmu, tidak ada urusan dengan orang lain. Aku pergi," Anna pun langsung melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut.
Sebenarnya, ia merasa bahwa keputusannya pergi dari sana dan menolak pekerjaan tersebut adalah hal yang tepat, hanya saja ia bingung ke mana ia harus mencari uang sebanyak itu saat ini.
Ia melangkahkan kaki keluar dari gedung kantor milik Verero Coorp.
"Hei manis!"
"Mengapa kamu mengikutiku?" tanya Anna saat melihat Boris mengikutinya.
"Apa kamu yakin tidak mau menerima pekerjaan yang diberikan oleh Mr. Antonio?"
"Yakin."
"Itu jumlah yang besar untuk suatu pekerjaan yang kecil."
__ADS_1
"Sekali kukatakan tidak, tetap tidak."
"Baiklah. Mr. Antonio memberikan ini sebagai pengingat akan hutang-hutangmu," Boris memberikan sebuah amplop berwarna coklat ke tangan Anna.
"Katakan terima kasih pada Mr. Antonio, dan katakan bahwa aku tidak memerlukan ini sebagai pengingat. Tapi aku akan menyimpannya," Anna pun memasukkan amplop tersebut ke dalam tas nya.
"Sampai jumpa lagi manis," kata Boris sambil melambaikan tangannya pada Anna dan berbalik masuk lagi ke dalam Perusahaan Verero.
Anna pun kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan tempat tersebut.
**
"Sudah kukatakan honey, aku tidak akan mengkhianatimu. Ini semua hanya kesalahpahaman saja."
"Salah paham bagaimana?"
"Duduklah, aku akan menceritakannya perlahan-lahan padamu, tapi yang terpenting kamu mau mendengarkanku."
Gavin yang awalnya kesal akhirnya menuruti permintaan Elisa. Ia akan memberikan istrinya kesempatan untuk menjelaskan semua perbuatannya.
"Honey, aku benar benar mencintaimu, sungguh. Sebelum kita menikah, apa kamu pernah melihatku bersama dengan laki-laki lain? aku benar-benar hanya mencintaimu."
"Satu kesalahanku adalah berkenalan dengan seorang laki-laki bernama Antonio. Pada awalnya ia hanyalah salah seorang CEO perusahaan tempat dimana aku di kontrak sebagai model produk mereka.
Aku pergi untuk launching produk mereka dan di sana-lah tragedi itu bermula. Ada seorang wanita yang mengajakku pergi ke suatu ruangan, ia mengajakku berbincang mengenai produk baru lagi, kemudian mereka mencampurkan obat perangsang ke dalam minumanku dan .... "
Elisa sontak mulai mengeluarkan air mata, tanpa sadar pun Gavin mendekatinya dan menghapus air matanya.
"Mereka memperkosaku honey ...."
"Mereka?"
"Ya, Mr. Antonio dan .... " Elisa kembali menangis.
"Tapi kamu masih bertemu dengannya sampai saat ini."
"Aku terpaksa honey. Mereka mengancamku, akan menyebarkan video saat mereka memperkosaku dan akan .... membunuh keluargamu," Elisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Gavin yang mendengarnya, langsung memeluk tubuh Elisa.
"Honey, maafkan aku. Aku tidak tahu kamu mengalami hal seperti ini dan aku langsung menghakimimu. Maafkan aku .... ," Gavin memeluk erat dan mengusap kepala Elisa dengan lembut.
"Kamu tidak akan menceraikanku kan honey? aku sungguh-sungguh mencintaimu."
"Tidak honey, aku juga tidak mau berpisah denganmu. Aku justru akan membalaskan dendammu ini. Tenang saja."
__ADS_1
Gavin menampakkan kekesalan dan dendam di wajahnya, sementara Elisa tersenyum karena aktingnya kali ini sangat luar biasa.
🌹🌹🌹