TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#63


__ADS_3

"Lex, kurasa mereka saat ini sudah bermain terang terangan. Buktinya mereka bisa menembak Gia di depan umum."


"Tapi Ken, apa rencana mereka selanjutnya?"


"Aku sedang mencari tahu. Mereka sudah menyiapkan orang di beberapa titik. Salah satunya ada di coffee shop milikku."


"Maksudmu?"


"Ya, mereka mengincar Anna. Mereka mengincar setiap orang yang berhubungan dengan keluarga Neutron, bukan Ginea."


"Jadi maksudmu ini sudah tidak ada hubungan dengan Ginea?"


"Ya, kamu benar Lex. Ini lebih pada dendam pribadi antara wanita bernama Marcella terhadap Tuan Chris,” kata Ken.


"Dan dendam Elisa pada Gavin. Keduanya adalah dendam wanita yang sakit hati,” lanjut Lexy.


"Kamu tahu kan apa yang akan dilakukan oleh wanita yang sakit hati ..."


"Aku tahu, Ken."


"Lalu bagaimana keadaan Gia saat ini?"


"Nyonya Kezia sudah menghubungiku. Saat ini Gia masih dalan keadaan koma. Aku merasa sangat bersalah,” jawab Lexy.


"Saat ini bukan waktunya untuk merasa bersalah. Mereka akan terus mengintai Gia dan memastikan wanita itu benar-benar mati, begitu juga dengan keluarga Neutron yang lain, terutama cucu-cucu keluarga Neutron."


"Kamu harus memberitahu Joe, Ken,” kata Lexy.


"Ya, aku akan segera melakukannya. Dan kamu juga harus menjaga Gia. Selain itu, minta bantuan pada keluarga Ginea untuk menjaga keluarga Neutron."


"Aku mengerti."


**


Kini, Anna sudah bekerja kembali di coffee shop milik Mr.Ken. Untuk sementara, Dad Joe yang akan menjaga kedua putra kembarnya.


Sambil berjalannya waktu, Anna akan mencari pengasuh bayi yang sekaligus bisa membantunya bersih-bersih.


"Bri, aku senang kamu kembali. Di sini sangat sepi jika tak ada dirimu,” kata Hanna


"Benarkah?"


"Tentu saja benar. Lihat, Mr. Ken tidak pernah meminta kita kerja bersama-sama seperti ini, bukan? Ini pasti karena ia rindu dengan keramaian kita bertiga,” jelas Craig.


"Keramaian? kita bersama-sama bekerja hanya hari ini. Apa kamu tidak tahu kalau coffee shop hari ini hanya buka sampai jam 5?" tanya Hanna.


"Ya ampun Han, masa gitu aja aku nggak tahu. Tapi emang bener kan, biasanya kalau kita mau tutup cepat, pasti yang bekerja hanya 2 orang saja, yang lain bisa libur,” jawab Craig.

__ADS_1


"Hei, kamu benar juga. Berarti Mr. Ken benar-benar rindu pada kita bertiga,” Hanna tertawa, diikuti dengan Anna dan Craig.


"Kenapa kalian tertawa, huh? Apa mau kutambah jam kerjanya?" suara Mr. Ken tiba-tiba mengagetkan mereka


"Tidak .... tidak .... Mr. Ken."


"Kalau begitu, kembalilah bekerja. Brianna, bisa kamu datang ke ruanganku? ada yang perlu kubicarakan."


"Baik, Mr. Ken, aku segera ke sana,” kata Anna.


Mr. Ken pun kembali ruangannya.


"Bri, kira kira kamu dipanggil karena apa ya?" tanya Hanna.


"Mungkin aku mau naik gaji,” kata Anna sambil tersenyum. Ia memang memberikan jawaban asal.


"Naik gaji??!!" teriak Hanna dan Craig, membuat seluruh pengunjung menoleh ke arah mereka.


"Ssttt .... ssttt .... aku cuma bercanda, jangan kalian anggap serius,” kata Anna.


"Ya ampun, Bri. Kukira itu benar. Kalau benar kan aku juga harus minta kenaikan gaji."


"Ya sudah, aku ke ruangan Mr. Ken dulu ya."


Anna tersenyum melihat teman-temannya, ia pun melangkahkan kaki menuju ruangan Mr. Ken.


Tokkk .... tokkk .... tokkk ...


"Masuklah."


Anna pun masuk ke dalam ruangan Mr. Ken. Dari wajah Mr. Ken, Anna bisa melihat ada hal penting yang ingin ia bicarakan.


"Duduklah,” perintah Mr. Ken sambil menunjuk kursi yang ada di hadapannya.


"Terima kasih."


Mr. Ken menatap wajah Anna dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa ada sesuatu, Mr. Ken?"


"Hmmm .... begini, An. Sebenarnya .... "


"Anda membuat saya jadi kuatir, Mr. Ken."


"Saat ini, kamu sedang diawasi."


"Diawasi? oleh siapa?" tanya Anna.

__ADS_1


"Mereka adalah orang yang memiliki dendam dengan keluarga Neutron. Saat ini, kamu dianggap berhubungan dengan keluarga Neutron, terutama anak-anakmu."


"Maksud Mr. Ken, mereka ingin mencelakai anak-anakku?"


"Bisa dikatakan begitu. Apa kamu tahu kalau Gia saat ini sedang dirawat di rumah sakit?"


"Gia? di rumah sakit? ada apa sebenarnya? terakhir aku meneleponnya saat aku sampai di sini.”


"Gia tertembak saat ia berada di Indonesia. Kondisinya saat ini masih kritis. Kasus ini juga sudah ditangani oleh pihak kepolisian, hanya saja saat ini orang-orang mereka mengawasi seluruh gerak-gerik keluarga Neutron."


"Menurut anda, apa yang harus saya lakukan?"


"Aku juga tidak bisa mengatakan apa yang harus kamu lakukan, tapi yang pasti kamu harus berhati-hati. Peringatkan Joe juga tentang hal ini, apalagi ia bersama dengan anak-anakmu, bukan?"


"Daddy?"


**


Baru saja tadi siang Mr. Ken memperingatkan dirinya, kini Anna merasa was-was. Ia menjadi sangat berhati-hati, melihat ke kiri dan ke kanan, bahkan sesekali ia menengok ke belakang.


"Ya ampun, perasaan ini membuatku menjadi sangat kuatir. Sebaiknya aku berjalan cepat saja untuk sampai di rumah. Daddy dan anak-anak pasti sudah menungguku,” kata Anna.


Anna mengeratkan jaket yang ia gunakan. Udara dingin di Kota Maastrich semakin menusuk kulit. Ia menggerakkan kakinya lebih cepat.


Baru saja ia menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan sangat tinggi hampir menabraknya. Anna langsung menjatuhkan diri di trotoar untuk menghindari mobil tersebut.


Telapak tangannya terasa sakit karena langsung terkena trotoar akibat menahan beban tubuhnya.


"Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya seorang pejalan kaki sambil membantu Anna berdiri.


"Aku tidak apa-apa, terima kasih,” jawab Anna.


Kini, pikiran Anna benar-benar tertuju pada apa yang dikatakan oleh Mr. Ken.


"Apa mobil tadi memang sengaja ingin menabrakku?" gumam Anna.


Tanpa memikirkan rasa sakit pada telapak tangannya, Anna langsung bergegas pulang ke rumah. Semakin lama semakin cepat ia melangkah. Ia tak peduli lagi jika ada orang yang mengawasinya ataupun mengikutinya. Yang terpenting yang ada dalam pikirannya saat ini adalah keluarganya.


Anna berlari menuju rumahnya. Nafasnya setengah terengah-engah. Ia menarik nafasnya pelan, tak ingin Dad Joe bingung ataupun kuatir saat melihatnya.


"Anna pulang!"


"Kamu sudah pulang, An."


"Sudah, Dad. Hari ini coffee shop tutup jam 5 karena Mr. Ken ada keperluan. Apa Nathan dan Nixon rewel, Dad?" tanya Anna.


"Tidak, mereka tidak rewel. Mereka sangat pengertian, seperti saat kamu masih bayi dulu."

__ADS_1


Anna tersenyum. Ia lega keluarganya baik-baik saja. Kini ada kebimbangan di dalam hatinya untuk memberitahu atau tidak apa yang tadi Mr. Ken katakan, kepada Daddynya.


🌹🌹🌹


__ADS_2