
Keadaan Elisa sangatlah tidak baik. Ia ditinggalkan dalam keadaan terikat dan tubuh yang polos, setelah diharuskan melayani 3 orang lelaki berkali-kali dalam semalam.
Saat petugas hotel menemukannya, ia kembali harus mendapatkan siksaan. Petugas hotel yang kebetulan adalah lelaki itu, begitu bergairrah saat melihat tubuh Elisa yang sedang tertidur.
Tanpa banyak berbicara, ia langsung kembali menerkam Elisa dan membuatnya pingsan. Tak hanya itu, setelah petugas hotel itu selesai melakukan aktivitas bejatnya, ia mendapatkan perintah lewat telepon yang tersambung di kamar hotel itu.
Petugas hotel itu diperintahkan untuk membuka tali pengikat Elisa dan membawa wanita itu keluar. Dengan menggunakan troli yang ia bawa, petugas tersebut memasukkan Elisa ke dalamnya. Ia memasukkan Elisa ke dalam salah satu bak sampah yang ada di belakang hotel. Bak sampah itu sendiri selanjutnya akan diambil oleh truk pengangkut sampah.
**
"Siapa yang melakukan ini padaku? Siapaaa??!!" teriak Elisa sambil mengacak-acak rambutnya.
Ia melihat ke sekeliling, hanya ada sampah dan bau yang menyengat. Ia melihat dirinya sendiri, kini begitu kotor, bau dan hanya memakai pakaian asal-asalan.
"Ahhhh sialannn!!!" teriak Elisa lagi.
Elisa tidak tahu dimana ia berada. Ia bangkit dari duduknya. Ia merasa dirinya mirip orang gila yang tidak mandi selama berhari-hari.
"Sekarang bagaimana aku harus pulang? Aku tidak tahu aku dimana dan tak akan ada orang yang membantuku jika keadaanku seperti ini."
**
Gavin bersama Dad Chris dan Mom Clara kini berada dalam perjalanan menuju Maastrich, untuk melamar Anna. Setelah kepulangan Anna kemarin, Gavin terus tidak bisa tenang, ia terus-menerus meminta Mom Clara dan Dad Chris untuk segera berangkat menemui Uncle Joe, untuk melamar Anna.
Sementara itu Dad Chris dan Mom Clara yang melihat Gavin uring-uringan pun menjadi pusing.
"Ini anak seperti baru pertama kali menikah saja," ujar Dad Chris
Mom Clara yang mendengarnya hanya bisa tersenyum simpul. Ia tahu Gavin sebenarnya melakukan itu hanya karena ia grogi.
Dad Chris dan Mom Clara meminta Gia dan Lexy untuk sementara tinggal bersama mereka, sebelum mereka pergi berbulan madu. Mereka terpaksa menunda kepergian mereka karena permintaan Gavin yang ingin secepatnya melamar Anna. Ia tak ingin Anna berubah pikiran lagi.
Sesampainya mereka di Maastrich,
"Jack, kita langsung ke tempat Anna," ujar Gavin.
"Tidak!" teriak Dad Chris.
"Daddy ..."
"Apa kamu tidak lihat sekarang jam berapa?"
Yaa, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan tidak mungkin mereka bertamu di waktu tersebut.
"Besok kita baru ke sana, sekarang beristirahatlah," ujar Dad Chris.
"Dengarkan Daddymu, sayang. Kamu harus tenang, kamu seperti baru mau melamar saja," Mom Clara menggoda sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ini memang pertama kalinya, Mom. Dulu kan aku tidak pergi melamar, karena dulu Elisa bilang dia tidak memiliki siapapun."
"Ya sudah, istirahatlah dulu."
"Baiklah, Mom. Jack, beristirahatlah."
Akhirnya. - batin Jack
**
"Arghhh!!!! sialan sialan sialannnnn!!!" Elisa terus berteriak di dalam kamarnya.
Elisa pada akhirnya bisa pulang setelah menumpang sebuah taksi dan meminta Mommynya membayar saat tiba di rumah. Penampilannya yang acak-acakan dan berbau pada awalnya membuat beberapa taksi menolak untuk mengangkutnya, tapi untung saja ada sebuah taksi yang mau membantunya.
Mom Marcella pun akhirnya menghampiri Elisa ke kamarnya. Ia melihat kamar Elisa begitu berantakan, seperti gudang dan tempat sampah, sementara Elisa sendiri berada di atas tempat tidur dengan penampilan yang berantakan.
"Lisa! hentikan semua teriakan dan racauanmu itu. Kamu seharusnya tidak mendekam di dalam kamar dan berteriak saja."
"Mommy tidak mengerti!! Aku ini sedang berpikir," ujar Elisa.
"Kamu bukan berpikir, tapi hanya berteriak-teriak saja. Membuat kepala Mommy serasa mau pecah!!"
"Aaargggg!!!" Elisa kembali berteriak dan Mom Marcella pun menutup kedua telinganya.
"Aku akan membalasnya, Mom. Ini semua pasti perbuatannya. Aku yakin itu. Ia pasti merasa aku sudah menganggu ketenangan keluarganya dan ingin membuatku menyingkir dan menyerah."
"Kamu sudah punya rencana?" tanya Marcella.
**
Tokk .... tokk ...tokk ...
Seorang wanita keluar membukakan pintu,
"Tuan, Nyonya ..."
"Apa Anna ada?"
"Anna baru saja pergi bekerja, sekitar 10 menit yang lalu."
"Son, apa kamu tidak mengatakan pada Anna kalau kita akan kemari?" tanya Dad Chrus sambil melirik ke arah Gavin.
"Tidak, Dad. Aku rencananya akan memberinya kejutan," Gavin tersenyum.
"Dan sekarang, kalau Anna tidak ada di rumah, siapa yang mau kamu lamar, huh?!" tanya Dad Chris.
"Jadi maksud kedatangan kalian ke sini ... Silakan, silakan masuk dulu. Maaf ...," kata Mom Cornelia.
__ADS_1
Dad Chris, Mom Clara, dan Gavin masuk ke dalam rumah.
"Jack, kamu jemput Anna dari tempat kerjanya. Minta izin pada Mr. Ken," bisik Gavin.
"Baik bos," jawab Jack yang kemudian berlalu.
"Silakan duduk. Maaf, sebentar saya panggilkan Joe," kata Cornelia.
Dad Joe keluar dari kamar milik Anna. Ia baru saja menemani Nathan dan Nixon untuk tidur.
"Tuan Chris, Nyonya Clara, Gavin ...," sapa Dad Joe menyalami mereka kemudian duduk di hadapan keluarga Neutron.
Tak lama, Cornelia keluar sambil membawa nampan yang berisi minuman.
"Silakan diminum," kata Cornelia.
"Aku akan menemani Nathan dan Nixon,” bisik Cornelia di telinga Dad Joe. Ia pun mengangguk.
"Saya permisi sebentar," kata Cornelia kepada para tamunya sambil sedikit membungkuk, kemudian undur diri. Ia langsung menuju ke kamar Nathan dan Nixon.
"Tuan Joe, maaf sebelumnya jika kami datang secara mendadak," Dad Chris pun membuka percakapan.
"Maksud kedatangan kami kemari adalah untuk melamar Anna untuk Gavin," lanjut Dad Chris.
"Untuk hal sepenting ini, sebaiknya Anna yang memutuskan, apakah dia bersedia atau tidak. Saat ini ia sedang pergi bekerja," kata Dad Joe.
"Bagaimana kalau kita makan malam bersama malam ini? Saya akan meminta Jack untuk menjemput Anda, istri anda, dan juga Anna," pinta Dad Chrus.
"Baiklah, nanti akan saya sampaikan pada Anna. Kami mengucapkan terima kasih atas undangan anda."
"Dad, apa tidak sebaiknya kita menelepon Anna saja dan memintanya pulang?" bisik Gavin.
"Jangan Son. Anna sedang bekerja. Kita akan menanyakan kembali pada Anna nanti malam saat acara makan, okay?!" bisik Dad Chris dan diikuti anggukan kecil dari Gavin.
"Maaf Tuan Joe, apakah saya bisa bertemu dengan Nathan dan Nixon?" tanya Mom Clara.
"Silakan Nyonya.”
Mom Clara pun masuk ke sebuah ruangan yang ditunjukkan oleh Dad Joe, dengan sebelumnya mengetuk pintu perlahan.
"Apakah mereka sedang tidur?" tanya Mom Clara saat melihat Cornelia sedang menjaga di samping mereka.
Cornelia pun mengangguk. Mom Clara mendekat. Ia sudah sangat rindu pada kedua cucunya, padahal mereka belum lama berpisah.
"Grandma sangat merindukan kalian, kelucuan kalian membuat Grandma ingin selalu berada di samping kalian," kata Mom Clara sambil mengelus kaki mereka.
"Aku juga sangat menyukai mereka, sejak pertama kali aku menemui mereka," kata Cornelia.
__ADS_1
Mom Clara dan Cornelia saling tersenyum.
🌹🌹🌹