TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#41


__ADS_3

Elisa sudah pergi dari rumahnya. Ia tak bisa menghalangi ataupun mengancam Elisa.


Jadi saat ini Gavin hanya bisa menunggu, menunggu dan menunggu. Elisa sudah pergi dari rumahnya dengan membawa semua perhiasan yang Gavin belikan untuknya, serta pakaian-pakaian mewahnya.


Namun, Gavin tidak mempedulikan hal itu saat ini. Pikirannya terus melayang memikirkan keadaan Anna dan anaknya, ya anaknya.


"Bodoh! kamu memang bodoh Gavin. Kenapa kamu tidak bisa menyadari kalau anak itu adalah anakmu. Hasil perbuatan bejatmu malam itu," gumamnya


"Arggghhhhh!!!!!" Teriakan Gavin memenuhi ruangan.


Lio yang mendengarkan teriakan dan racauan Gavin pun menghubungi Dad Chris. Ia menceritakan semua kejadian yang ia saksikan hari ini.


Dad Chris meminta Lio untuk terus menjaga dan memperhatikan Gavin, jangan sampai ia berbuat macam-macam. Sementara Dad Chris akan melakukan sesuatu.


Dad Chris menghubungi Han, Lexy, dan juga Jack. Ia juga meminta Mom Clara untuk menghubungi Nicholas. Setelah selesai semua, ia langsung berangkat menuju kediaman anaknya itu.


"Mom, kemana Daddy pergi malam-malam begini?" tanya Gia.


"Ke tempat kakakmu."


"Apa ada yang penting Mom? kenapa Daddy buru-buru sekali."


"Gavin sepertinya sedang dalam keadaan yang tidak baik sayang. Mommy juga belum tahu jelas penyebabnya, karena itu Daddy pergi ke sana. Takut ia berbuat yang macam-macam."


"Apa tidak sebaiknya kita ikut pergi ke sana Mom?"


"Biarkan Daddy yang menyelesaikannya, sayang."


"Apa jangan-jangan wanita ular itu lagi yang membuat kakak seperti ini," ujar Gia kesal.


"Maksudmu ...."


"Iya Mom, siapa lagi kalau bukan Kak Lisa. Aku sudah cerita kan sama Mommy soal Kak Lisa yang tiba-tiba ada di rumah Kak Gavin, seperti orang yang tidak melakukan kesalahan apapun dan Kak Gavin juga membiarkannya."


"Kakakmu hanya takut. Jika ia menyakiti Lisa, maka ia akan menyakiti anaknya yang ada dalam kandungan Lisa," ujar Mom Clara.


"Tapi Gia yakin seyakin yakinnya kalau itu bukan anak Kak Gavin."


"Oya sayang, Mommy lupa bertanya padamu. Apa kamu sudah berbicara dengan Lexy?"


"Uncle?"


"Ya, siapa lagi."


"Hmmm .... belum Mom. Ntah mengapa nyaliku ciut setiap kali ingin menghubunginya," Gia pun terduduk sambil menopang dagunya.


**

__ADS_1


"Joe .... bangunlah!" beberapa tepukan di pipi membangunkannya.


Joe mengerjapkan matanya, pandangannya sedikit kabur. Seingatnya ia baru saja selesai terapi bersama Anna, tapi saat ini ia sedang berada di dalam suatu ruangan, yang bisa dikatakan seperti gudang.


"Boris!"


"Akhirnya kamu mengenaliku," kata Boris sambil tersenyum.


Joe ingin bergerak, tapi kaki dan tangannya terikat. Joe sudah bisa dengan leluasa menggerakkan kakinya, meski belum 100 persen.


"Lepaskan aku, apa maksud semua ini?" tanya Joe, "Anna, dimana Anna?"


"Daddy dan anak sama saja, bukan mengkuatirkan diri sendiri, malah memikirkan orang lain."


"Jika kamu bermasalah denganku, kamu bisa mengurungku dan menyelesaikannya denganku, tapi jangan kamu ganggu Anna."


"Hei Joe, justru anakmu itulah yang bermasalah."


"Apa maksudmu?"


"Anakmu itu sedang mengandung bukan? dan itu adalah anak dari Gavin Adelio, anak dari Chris Neutron."


"Aku tidak peduli, yang kutahu anak itu adalah anak Anna."


"Wow, sungguh Daddy yang sangat luar biasa, sangat menyayangi putrinya."


Tak perlu waktu lama, seorang wanita masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan mendekat ke arah Boris, kemudian ia mencium Boris di bibirnya.


"Anna," gumam Joe, yang masih bisa didengar oleh Boris.


"Apa ini anak kesayanganmu itu Joe?" tanya Boris.


Joe memperhatikan wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Wanita itu sangat mirip bahkan persis seperti anaknya. Bedanya Anna tidak pernah berpakaian minim dan begitu seksi, memperlihatkan tubuhnya. Wanita ini juga tidak sedang hamil.


"Siapa dia?" tanya Joe.


"Bukankah dia anakmu?" tanya Boris sambil tertawa.


"Bukan, dia bukan anakku. Siapa dia? kenapa wajahnya sangat mirip dengan Anna?"


"Aku Anna Dad," ujar wanita itu.


"Bohong, jangan berani-berani kalian menipuku. Kalian kira aku bodoh tidak bisa mengenali anakku sendiri."


"Tenang saja Joe, selama anakmu itu mengikuti perintahku, begitu juga denganmu, maka kalian akan aman," Boris kembali menepuk pipi Joe beberapa kali, "Dan Gavin Neutron memberikan apa yang kami minta, mungkin aku akan membebaskan kalian."


"Mungkin?" tanya Joe.

__ADS_1


"Ya mungkin, karena semua keputusan ada di tangan Nyonya Besar kami."


Sialann!!! lingkaran setan apa ini. - batin Joe.


**


"Son, hentikan! tak ada gunanya kamu mondar-mandir seperti ini. Apa itu akan menyelesaikan masalah? Sekarang yang harus kamu lakukan adalah duduk diam dan berpikir," kata Dad Chris.


"Justru aku tidak bisa, Dad. Aku tidak tahu sebenarnya apa kesalahanku hingga mereka berbuat seperti ini."


"Sepertinya ini berhubungan dengan masa lalu Daddy, Son."


"Maksud Daddy apa?" Gavin menghampiri Dad Chris. Rasa ingin tahunya kini menjadi lebih besar dari kegelisahannya.


"Duduklah. Daddy akan menceritakan sedikit informasi yang didapat oleh Lexy padamu."


Dad Chris menceritakan pada Gavin mengenai kehidupan masa mudanya, dari saat ia pertama bertemu dengan Mom Clara dan hubungannya dengan keluarga Ginea.


"Jadi, Mommy pernah mengalami seperti itu, Dad?"


"Ya, dan itu kesalahan Daddy. Sampai hari ini, jika Daddy mengingatnya, perasaan bersalah itu kembali muncul. Tapi, Mommy-mu dengan hati yang luar biasa justru perlahan ia memaafkan Daddy dan mencintai Daddy dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, Daddy berjanji akan membuat Mommy-mu selalu bahagia," kata Dad Chris.


"Aku mengerti Daddy. Aku juga sepertinya tidak jauh berbeda dengan Daddy. Aku memiliki kesalahan yang masih tertanam di dalam hati. Meskipun aku sudah meminta maaf, tapi sepertinya belum selesai."


"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan Son," kata Dad Chris.


"Ya Dad, aku akan bertanggung jawab pada wanita itu dan anak yang sedang ia kandung. Aku akan menikahinya dan memberikan anak kami satu keluarga yang utuh."


Dad Chris menepuk bahu Gavin, "Sepertinya kamu perlu berjuang keras untuk dapat mengabulkan keinginanmu itu. Daddy dan Mommy akan selalu mendukungmu."


"Thank you, Dad. Oya, apa mungkin orang yang memiliki dendam pada keluarga kita adalah musuh lama keluarga Ginea?"


"Daddy juga memiliki pemikiran yang sama denganmu. Tapi Daddy sudah berbicara dengan Lexy, ia akan memberikan informasi terakhir yang ia dapatkan."


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan, Dad?" tanya Gavin.


"Kita tidak tahu mereka berada dimana dan apa yang mereka inginkan. Sebaiknya kita menunggu. Mereka pasti menggunakan sandera untuk mengancam kita."


"Tapi saat ini dia sedang hamil, Dad. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya."


"Tapi kita juga tidak bisa bertindak gegabah. Salah-salah kita malah bisa menyebabkan mereka celaka."


"Arghhhh, kenapa dari awal aku tidak menyadari kalau Anna sedang mengandung anakku. Kalau itu kutahu, saat ini pasti dia sedang bersamaku, menunggu waktu kelahiran anak kami," kata Gavin.


"Apa kamu mencintainya, Son?"


"Aku .... "

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2