TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#79


__ADS_3

Kini mereka ada di sebuah hotel yang akan menjadi tempat perhelatan resepsi pernikahan mereka. Para kolega bisnis, keluarga besar, dan para sahabat diundang untuk turut merasakan kegembiraan mereka.


Di tempat itu pula, Gavin memperkenalkan kedua putranya, Nathan dan Nixon. Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat secara bergantian.


"Son, sapa-lah para kolega bisnis kita, mereka ingin bertemu dan mengenalmu lebih jauh," kata Dad Chris.


"Baik, Dad. An, aku tinggal sebentar ya," kata Gavin pada Anna.


"Ya, aku akan mencari Nathan dan Nixon terlebih dulu."


"Bukankah mereka bersama pengasuh mereka?" tanya Gavin.


"Ya, aku hanya ingin memeriksa mereka, takut mereka sudah mulai mengantuk."


"Baiklah."


Gavin meninggalkan Anna. Anna pun mendekati Gia.


"Gi, apa kamu melihat Nathan dan Nixon?" tanya Anna.


"Tadi aku melihat mereka berdiri di dekat kedua orang tuamu," jawab Gia.


Anna pun menghampiri Dad Joe dan Mom Cornelia.


"Dad, Mom, dimana Nathan dan Nixon?"


"Tadi pengasuhnya bilang ia membawanya ke kamar karena mereka sudah mengantuk," jawab Dad Joe.


Ntah mengapa perasaan Anna tidak enak, ia merasa gelisah dan Dad Joe menyadari itu.


"Kamu kenapa An?" tanya Dad Joe.


"Aku ... aku merasa gelisah, Dad. Aku perlu melihat Nathan dan Nixon," kata Anna.


"Baiklah, Mommy temani kamu ke kamar mereka. Bel, kamu temani Daddy dulu ya," pinta Mom Cornelia.

__ADS_1


"Okay, Mom."


Mom Cornelia pun menemani Anna menuju kamar yang memang ia gunakan semalam bersama kedua putranya. Anna menggenggam erat kedua tangannya dan ia tak berhenti meremas tangannya.


Lift mereka akhirnya sampai ke lantai tempat kamar mereka berada. Ia langsung menuju kamar dan mengetuknya, namun tidak ada jawaban dari dalam. Mom Cornelia pun akhirnya meminta Bella untuk membawakan kartu kamar milik Anna karena sedari pagi memang ia titipkan pada Bella.


Setelah Bella sampai, mereka langsung membuka pintu. Kegelisahan sudah tampak pada wajah Anna sejak pengasuh kedua putranya tidak membukakan pintu.


"Nathan, Nixon ... ," Anna memanggil mereka berulang kali, namun mereka tidak tampak berada di dalam kamar.


Mom Cornelia pun akhirnya menghubungi Dad Joe dan memintanya untuk melihat apakah pengasuh Nathan dan Nixon kembali ke ruang acara.


Anna langsung berlari keluar kamar saat Dad Joe mengatakan tidak. Saat ini pikirannya tidak tenang, apalagi hatinya merasa gelisah, ia tidak ingin hal buruk terjadi pada anak-anaknya.


Anna berlari keluar hotel, masih dengan gaun pengantinnya dan menggunakan high heels. Suasana di luar tidak terlalu ramai, ia pun akhirnya menghampiri penjaga di pintu lobby hotel.


"Maaf, Tuan. Apakah anda melihat seorang wanita berusia sekitar 40 tahun membawa stroler?" tanya Anna.


"Iya, Nona. Ia belum lama keluar."


Deghhh


Kemana anak-anakku kamu bawa? - batin Anna.


**


“Nyonya, anda mau kemana?" tanya salah seorang penjaga yang ditugaskan oleh Jack untuk mengawasi area lobby.


"Aku mencari anakku," kata Anna.


"Anak?" tanya penjaga itu sekali lagi.


"Iya, anak-anakku. Tadi aku menitipkannya pada pengasuh mereka."


"Aku tadi melihat seorang wanita membawa stroler dan naik ke dalam mobil milik Tuan Gavin. Ia berkata ia diminta untuk pulang lebih dulu karena anak-anak mengantuk."

__ADS_1


Seketika itu juga Anna jatuh terduduk. Kini ia yakin bahwa kedua putranya tidak baik-baik saja. Namun, ia tidak mau diam saja. Ia langsung memanggil taksi dan naik. Ia tak menghiraukan panggilan dari para penjaga yang ada di sana.


Salah satu penjaga pun langsung menghubungi Jack,


"Bos, kami baru saja melihat Nyonya Anna menaiki sebuah taksi."


"Apa kamu bilang?" Jack langsung menampakkan wajah paniknya, "Ikuti dia!" perintah Jack.


"Sudah bos. 4 orang penjaga sudah mengikuti Nyonya Anna."


Setelah menerima telepon tersebut, Jack langsung mendekati Gavin.


"Bos, Nyonya Anna pergi," kata Jack setengah berbisik.


"Apa maksudmu pergi?" Gavin malah sedikit mengeraskan suaranya, hingga beberapa orang melihat ke arahnya.


Jack menceritakan semua kejadian yang diceritakan oleh anak buahnya, seketika mata Gavin membulat. Ia juga langsung pergi keluar dari tempat perhelatan acara. Jack yang melihat reaksi bos-nya pun langsung mengikuti, tapi Jack tak lupa meminta salah satu anak buahnya untuk memberitahu keadaan yang sebenarnya kepada Tuan Chris, agar ia bisa mengendalikan keberlangsungan acara.


Kini Gavin sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Jack,


"Cepat Jack! Apa kamu tahu kemana Anna pergi?" tanya Gavin.


"Beberapa penjaga mengikuti Nyonya Anna ke rumah, kemudian tiba-tiba ia langsung pergi lagi."


"Pergi lagi?"


"Iya, sepertinya ada seseorang di rumah yang menyampaikan pesan kepadanya."


Gavin mengacak-acak rambutnya. Mendengar cerita yang disampaikan Jack, ia baru tahu jika rumahnya sudah disusupi oleh orang-orang suruhan yang belum diketahui dari mana asalnya. Namun, Gavin berkeyakinan bahwa semua ini adalah ulah Elisa.


"Tapi para penjaga tetap mengikutinya kan?" tanya Gavin.


"Iya bos. Mereka tak melepaskan mata dari Nyonya Anna."


"Bagus. Sekarang kita langsung ke tempat yang Anna tuju."

__ADS_1


Jack pun mengemudikan mobilnya menuju tempat yang diberitahukan oleh para anak buahnya.


🌹🌹🌹


__ADS_2