TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#60


__ADS_3

"Apa yang kamu katakan, Jack?" Gavin menatap Jack penuh tanya.


"Jadi sebenarnya .... aku memberikan semua foto-foto itu pada Tuan Antonio, sehingga ....,” Jack menghentikan kalimatnya.


"Sehingga ia tahu bagaimana sebenarnya kelakuan dari Elisa, Mommy dari anak-anaknya,” lanjut Gavin.


"Ya. Bahkan Tuan Antonio sangat berterima kasih padaku. Ia memintaku secara pribadi untuk tidak memberitahu ke mana ia akan membawa anak-anak mereka."


"Lalu semua data yang kamu berikan?"


"Ya, itu palsu. Tuan Antonio lah yang meminta asisten khususnya membuat itu,” ujar Jack.


"Tapi aku sangat mengerti kenapa Tuan Antonio berbuat seperti itu. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Setidaknya aku tahu kalau Elle berada bersama orang yang tepat,” kata Gavin lega.


"Dan Bos, apa saya boleh ....,” tanya Jack sedikit ragu.


"Apa yang kamu inginkan, Jack?"


"Hmmm ..... bolehkah saya minta cuti 1 minggu?"


"1 minggu? kamu gila ya? pekerjaanmu masih banyak. Apa kamu ingin meninggalkan aku dengan dokumen-dokumen itu?" tanya Gavin sambil tangannya menunjuk ke arah tumpukan dokumen di atas mejanya.


"Tapi ...."


"Apa tapi-tapi. Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan hingga harus minta cuti 1 minggu?" tanya Gavin sambil menautkan kedua alisnya.


"Saya ingin mencari calon istri."


"Calon istri?" seketika Gavin tertawa.


"Saya serius, bos. Sepertinya sudah waktunya saya mencari calon istri."


"Memangnya dalam seminggu bisa dapat?" tanya Gavin lagi.


"Kalau serius, pasti bisa bos."


"Enak saja!! kalau bos-mu ini belum ada calon istri, kamu tidak boleh punya."

__ADS_1


"Whatt??!! bos, jangan terlalu kejam. Bos sudah punya dulu, tapi dilepas,” kata Jack sambil menunduk, ia tahu ia kelepasan bicara, "Maaf bos, bukan maksud ..."


"No, it's okay. Itu memang semua salahku,” Tiba-tiba saja Gavin menjadi sendu. Ia berjalan dari sofa menuju kursi kerjanya.


"Bos ...."


"Baiklah, kamu boleh pergi. Aku akan memberimu izin untuk cuti 1 minggu,” kata Gavin tanpa melihat.


"Thank you, bos,” Jack langsung keluar dari ruangan. Ia tak mau Gavin tiba-tiba menjadi menyesal dengan keputusannya dan menggagalkan rencananya.


**


Lexy yang sedang berdiri, tiba-tiba saja pinggangnya dipeluk oleh seseorang dari belakang. Ia pun segera berbalik badan, dan tak percaya apa yang dilihatnya.


"Gift! Apa yang sedang kamu lalukan di sini?" tanya Lexy.


"Aku mencari Uncle."


"Maaf, aku ....,” Gia meletakkan jarinya di bibir Lexy.


"Sudahlah, Uncle. Aku tahu apa yang sedang Uncle hadapi. Karena itulah sekarang aku ada di sini. Kita harus menghadapinya bersama-sama. Aku tidak takut, dan tidak akan pernah takut. Aku akan memperjuangkan sesuatu yang amat berharga untukku."


"Maaf .... maafkan aku karena terlalu takut untuk memperjuangkanmu. Aku hanya tidak ingin mengecewakan Tuan Brandon. Ia sangat baik padaku, dan aku tidak bisa memaksakan kehendakku, hanya demi kebahagiaanku."


"Tapi, bukan hanya Uncle yang akan bahagia, tapi aku, cucunya sendiri juga akan bahagia."


"Aku tidak ingin kamu jadi bertengkar dengan keluargamu hanya karena aku. Apapun yang terjadi, Aku akan tetap menyayangimu. Kamu mengerti?" Gia pun mengangguk dan memeluk Lexy sambil tersenyum.


"Apa Uncle sudah makan? Ayo ikut bersamaku."


"Tapi .... aku harus minta izin Tuan Nicholas terlebih dulu."


"Ahhh Uncle, kita pergi saja. Kalau minta izin, aku tidak mau Uncle Nic malah memberitahu Grandpa. Ayooo cepat!!" Gia menarik tangan Lexy.


Mereka turun menggunakan lift dengan bergandengan. Setiap orang yang melihatnya hanya tersenyum dan berbisik-bisik. Namun, Lexy dan Gia tidak mempedulikannya.


Sesampainya mereka di cafe yang tak jauh dari Ginea Coorp, Gia membuka buku menu, membolak-balik tiap halamannya.

__ADS_1


"Gift, makan makanan kesukaanmu saja. Biar aku yang pesan,” ujar Lexy, yang memanggil salah seorang waiter.


Setelah menyebutkan pesanan mereka, dan waiter pun meninggalkan meja.


"Gift, apa yang sebenarnya membawamu ke sini?" tanya Lexy.


"Aku ingin bertemu dengan Uncle."


"Lalu?"


"Aku ingin meminta izin pada Grandpa untuk menikah denganmu."


"Gifttt, biar aku yang melakukannya. Aku sedang menunggu momen yang tepat untuk mengatakannya."


"Bukankah Uncle sudah meminta pada Grandpa dan Grandpa dengan tegas menolaknya."


"Dari mana kamu tahu?" tanya Lexy.


"Grandma Kezia."


"Aku ... maaf ..."


"Tenang saja Uncle, Grandma Kezia tidak keberatan dengan hubungan kita. Aku hanya perlu meyakinkan Grandpa saja."


"Bagaimana dengan Tuan Chris?" tanya Lexy.


"Daddy?" Gia pun tertawa, "Daddy tidak melarang, hanya saja Daddy takut kalau cintaku ini hanya cinta monyet, dan Uncle tidak benar-benar mencintaiku."


Lexy memegang tangan Gia, "Benarkah Gift?"


"Tentu saja, Uncle! Daddy sendiri yang mengatakannya padaku."


Doorrr .... doorr ....


Ntah dari mana asal suara itu yang pasti saat ini pakaian berwarna putih milik Gia, sudah berubah warna menjadi kemerahan.


"Uncle ....,” Gia yang duduk di hadapan Lexy pun langsung jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Gifttt!!!"


🌹🌹🌹


__ADS_2