TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#78


__ADS_3

Para tamu undangan sudah hadir di ruang tempat janji pernikahan akan diucapkan. Gavin sendiri sudah berdiri di altar. Ia begitu tegang seakan ini adalah pernikahan pertamanya. Dulu saat menikah dengan Elisa, ia bahkan tidak setegang ini.


"Apa yang terjadi padamu, Son? Mengapa kamu tegang seperti itu? Lihat, keringatmu mulai keluar," goda Dad Chris.


"Dad ...," kata Gavin kesal.


"Sayang, mengapa kamu menggoda putramu, huh?"


"Kamu lihat wajahnya? Seperti baru menikah saja. Padahal sudah yang kedua. Kalau aku mah, pasti sudah tidak tegang lagi."


Mom Clara langsung menepuk punggung tangan Dad Chris, kemudian mencubit pinggangnya.


"Aduhh, sakit sayang ...," rintih Dad Chris.


"Kamu mau menikah lagi? Mencari wanita lain lagi? Aku akan mencacahmu, mengerti?!" Mom Clara melipat kedua tangannya di dadda dan mengerucutkan bibirnya.


"Ya ampun, rupanya istriku ini cemburu," goda Dad Chris.


Mom Clara memalingkan wajahnya.


"Sayang, aku kan hanya bercanda untuk menggoda putra kita. Bagiku, kamu adalah segalanya, tak akan ada yang bisa menggantikan," Dad Chris berbicara di telinga Mom Clara, membuatnya kegelian.


"Hentikan!" Kata Mom Clara sambil tersenyum.


"Ahhh cantiknya istriku, kamu sangat menggemaskan," kata Dad Chris.


Kemudian pintu ruangan terbuka, di sana berdiri seorang wanita dengan gaun putih bersama seorang pria.

__ADS_1


Gavin melihat dari atas ke bawah, ia tersenyum. Anna terlihat begitu cantik dan anggun.


"Apa kamu sudah siap, sayang?" tanya Dad Joe dan diikuti anggukan kepala Anna.


Sambil membawa bunga di tangannya, Anna berjalan bersama Joe menuju altar. Di belakang mereka ada Sena yang menjadi pendamping pengantin wanita, sementara Niel menjadi pendamping pengantin pria.


Sampai di depan altar, Dad Joe memberikan tangan Anna kepada Gavin.


"Saat ini kuserahkan putriku Anna. Jaga, sayangi dan cintai dia dengan segenap hatimu. Bangunlah keluarga yang penuh cinta untuk kebahagiaan dan perkembangan anak-anak kalian. Aku merestui kalian berdua," kata Dad Joe kemudian ia mengecup kening Anna.


"Daddy sayang padamu, berbahagialah," lanjut Dad Joe.


Anna tersenyum memandang ke arah Dad Joe. Ia berusaha menahan air matanya, karena tak ingin riasan wajahnya luntur.


Kini Anna memandang ke arah Gavin. Gavin menggenggam erat tangannya dan tersenyum. Acara pengucapan janji pernikahan akan segera dimulai, Gavin dan Anna membelakangi tamu yang hadir dan mulai dengan susunan acara.


"Saya Gavin Adelio Neutron, menerima Brianna Harland sebagai istri saya. Akan selalu bersama pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


"Saya Brianna Harland, menerima Gavin Adelio Pramana sebagai suami saya. Akan selalu bersama pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


Setelah selesai, kini saatnya mereka menyematkan cincin. Cincin tersebut dibawa oleh Jack di sebuah nampan yang sudah dihias. Jack yang sedari tadi hanya memperhatikan Sena yang terlihat begitu cantik pun tak sadar bahwa kini adalah gilirannya menyerahkan cincin tersebut pada Gavin.


"Jack ...," bisik Gavin.


Jack masih saja diam sambil memandang Sena.


"Jack!" Gavin mulai memperkeras suaranya, yang pada akhirnya disadari oleh Gia.

__ADS_1


Gia pun melihat ke arah Jack, kemudian mengikuti arah pandang mata Jack.


Ya ampun, ternyata Kak Jack diam-diam mengagumi sahabatku. Lihat saja, akan kukerjai dia. - batin Gia.


Gia mendekati Jack, dan mulutnya mendekati telinga Jack.


"Cantik sekali kan?" bisik Gia.


"Iya, sangat cantik sekali,"


"Apa kamu jatuh cinta?"


"Ya, bahkan aku ingin memeluknya saat ini."


"Kalau begitu, sebaiknya kamu katakan saja perasaanmu, sebelum ia diambil oleh orang lain," bisik Gia lagi.


"Aku tidak akan membiarkan itu. Aku pasti akan mendapatkannya," ucap Jack.


"Kalau Kak Jack mau mendapatkannya, sebaiknya kakak memiliki pekerjaan, karena sepertinya kakak bisa kehilangan pekerjaan jika terus menatapnya. Apa Kak Jack tidak melihat sorot mata Kak Gavin?" senyum Gia.


Seketika itu juga, Jack tersadar dari lamunannya. Ia langsung menatap ke arah Gavin dan sudah mendapatkan tatapan tajam dari atasannya itu. Ia langsung buru-buru berdiri dan menyerahkan cincin tersebut. Sementara Gia tertawa di kursinya karena ia berhasil mengetahui isi hati Jack.


Gavin menyematkan cincin di jari manis Anna, begitu juga dengan Anna, ia menyematkan cincin di jari manis Gavin. Keduanya dinyatakan sebagai suami dan istri, mereka pun tersenyum. Gavin tanpa aba-aba, langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Anna, dan mencium bibir Anna dengan penuh kelembutan.


"Terima kasih sudah mau menjadi istriku," ungkap Gavin.


Para tamu yang hadir bertepuk tangan dan turut bergembira. Mereka memberikan selamat kepada Gavin dan Anna. Selain itu, mereka juga berfoto bersama.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2