TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#55


__ADS_3

"Boris! cepat bebaskan Peter!"


"Baik, Nyonya."


"Apa yang ada dalam pikiran anak itu, bertindak gegabah dan membuat kita kehilangan sandera yang berharga."


"Mom, sudah .... tenangkan diri Mommy. Nanti kalau jantung Mommy kambuh lagi bagaimana?"


"Lisa, dimana Antonio?"


"Antonio sedang pergi mengurus bisnisnya di Amerika, Mom. Ia akan kembali lusa."


"Baiklah, sekarang kita harus pikirkan cara lain untuk menghancurkan keluarga Neutron dan Ginea."


"Baik, Mom. Lisa pasti akan membantu Mommy."


"Oya, mana Griz dan Gaz?"


"Griz sedang bersama pengasuhnya, dan Gaz sedang tidur."


** Griz adalah panggilan untuk Grizelle (memiliki arti kelembutan, cerdas)*


**Gaz adalah panggilan untuk Gazelle (memiliki arti prajurit)*


"Baiklah. Kamu boleh tinggalkan Mommy. Kamu jaga anakmu saja."


"Sudah ada pengasuh yang menjaga mereka, Mom. Aku mau pergi keluar sebentar."


Elisa pun pergi meninggalkan kediamannya, pergi ke sebuah tempat. Ia membuka pintu rumah itu dengan perlahan, kemudian masuk lebih ke dalam.


"Kamu sudah datang, manis."


"Tentu saja aku akan datang. Aku sudah tidak tahan."


"Dari mana kita akan mulai? hmmm ...."


Elisa duduk di pangkuan laki-laki itu dengan posisi yang langsung berhadapan. Laki-laki itu bisa melihat bukit kembar Elisa yang menyembul dari pakaiannya yang berleher rendah. Elisa pun meletakkan tangannya ke belakang leher laki-laki itu.


Laki-laki itu mengecup perlahan leher Elisa, terus menyusuri hingga turun ke bukit kembarnya. Kemudian ia kembali melummat bibir Elisa dengan perlahan, semakin lama semakin dalam. Kemudian laki-laki itu berdiri dan kaki Elisa kini melingkar di pinggangnya.

__ADS_1


Laki-laki itu membawa Elisa ke kamar dan menghempaskannya ke atas tempar tidur. Dengan tatapan penuh gairah dari keduanya, mereka langsung melepas pakaian mereka, sehingga keduanya kini sama-sama polos.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan adegan panas yang sangat mereka nikmati. Keduanya saling memuaskan satu sama lain, dan pada akhirnya mereka bersama-sama mencapai pelepasan.


"Apa kamu menikmatinya?"


"Tentu saja, kamu jauh lebih hebat dari Antonio."


"Kapanpun kamu memintanya, aku akan dengan senang hati melakukannya. Kamu juga sangat hebat, aku suka,” Laki-laki itu kembali mencium bibir Elisa, menyusuri leher jenjang Elisa, dan adegan panas pun kembali terasa dalam ruangan yang dipenuhi dessahan dan errangan.


**


Hari ini adalah hari kepulangan Dad Joe. Anna begitu gembira, sedangkan Gavin terlihat begitu kesal sedari pagi. Ia sama sekali tak menampakkan raut kebahagiaan.


Sejak kejadian Gavin mencium dirinya dan ia sama sekali tidak menolak, Anna menjadi sedikit salah tingkah bila berada di dekat Gavin.


Gavin mendekati Anna yang sedang memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam tas,


"Apa kamu benar-benar harus pergi?" tanya Gavin.


Anna yang kaget, langsung sedikit menghindar dari Gavin.


"Ya, aku akan tinggal bersama Daddy."


"Apa kamu takut tidak bisa menemui anak-anak?" tanya Anna, "Tenanglah, pintu rumahku akan terbuka untukmu. Aku tidak akan menghalangimu bertemu dengan mereka."


Anna sudah selesai meresleting tas-nya, kemudian ia membawa tas itu keluar kamar.


"Aku ... aku takut tidak bisa melihatmu,” kata Gavin pelan.


Anna berhenti melangkah, ia menggenggam tas-nya lebih erat.


"Datanglah ke rumahku jika kamu ingin bertemu dengan anak-anak. Aku pergi dulu,” pamit Anna tanpa menoleh.


Namun, dengan cepat Gavin meraih tangan Anna, sehingga tas yang Anna pegang terjatuh. Gavin memeluk Anna di pinggang kemudian meletakkan keningnya di bahu Anna.


"Apa tidak ada tempat untukku di hatimu? Apakah kebersamaan kita selama ini tidak membuatmu menerimaku? Berilah kesempatan padaku, kita mulai dari awal,” pinta Gavin.


Hati Anna menghangat mendengar perkataan Gavin. Pada awalnya ia memang sangat membenci laki-laki ini, tapi ketulusan hatinya mencairkan kemarahan Anna.

__ADS_1


Anna melepas tangan yang dipegang oleh Gavin, bergantian ia yang memegang tangan Gavin. Gavin mengangkat kepalanya dan menatap Anna. Kemudian senyum di wajahnya pun tercipta ketika ia melihat Anna menganggukkan kepalanya.


Gavin menangkup wajah Anna dan menciumi pipi kiri dan kanan. Kemudian ia langsung memeluk Anna dan mengusap kepala dan rambut Anna.


"Terima kasih. Aku berjanji akan membuatmu dan anak-anak kita bahagia,” Gavin pun mengecup kening Anna.


**


Gia duduk termenung sendiri di dalam kamarnya. Sudah hampir 6 bulan sejak Anna pindah, ia semakin kesepian. Apalagi Lexy juga tidak menghubunginya.


GraNdma Kezia pernah menhubunginya dan menanyakan tentang hubungannya dengan Lexy. Gia tidak terlalu banyak bicara pada Grandma Kezia karena ia takut salah bicara dan membuat Lexy lebih dimarahi.


Gia tahu dari Grandma Kezia kalau Lexy dimarahi habis-habisan oleh Grandpa Brandon. Sejak itu pula Lexy tidak pernah menghubunginya lagi.


"Apa kata-kata 'ia mencintaiku' hanya sebatas itu saja? Apa dia tidak ingin bersamaku?" Belakangan ini Gia memang agak sensitif, apalagi sejak Anna pindah, ia merasa makin kesepian.


Sedang Gavin,


Gavin sedang duduk di sofa ruang tamu di rumah yang Anna tempati. Sebenarnya Anna ingin bekerja, tapi Gavin melarangnya dan memintanya untuk fokus menjaga anak-anak mereka.


Saat ini ia sedang memperhatikan Anna yang sedang memberi makan kepada anak-anaknya. Nathan dan Nixon sudah berusia 6 bulan, sudah saatnya mereka mendapatkan makanan pendamping ASI.


Ia sangat senang melihat mereka.


Anna sangat dekat dengan anak-anak, berbeda dengan Elisa. Apa karena Elisa seorang model jadi dia kurang memiliki waktu untuk Elle? Jika dia memiliki banyak waktu, dia pasti seperti Anna. - batin Gavin


Kemana kamu pergi sebenarnya Lisa? - pikiran Gavin berkelana.


"Vin? ... Vin?" panggil Anna, "Mengapa kamu melamun? apa kamu sedang ada masalah?" tanya Anna.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Mungkin hanya karena ada sedikit masalah di kantor. Aku kembali dulu ke kantor. Oya, Mommy minta minggu depan kamu datang ke rumah, Mommy rindu bermain dengan Nathan dan Nixon.”


"Baiklah, minggu depan aku akan ke sana."


Gavin pun mencium kening Anna, kemudian pergi meninggalkan Anna.


Hubungan Anna dan Gavin semakin baik. Anna sangat senang saat Gavin datang dan bermain dengan anak-anak mereka. Hubungan Gavin dengan Dad Joe juga sangat baik, mereka suka mengobrol di halaman belakang, ntah apa yang mereka bicarakan.


Anna mengakui bahwa sepertinya ia mulai jatuh cinta pada Gavin. Sikapnya yang amat baik pada dirinya dan keluarganya membuatnya luluh dengan begitu cepat.

__ADS_1


Apa aku harus mengatakan padanya? - batin Anna sambil memegang dadanya.


🌹🌹🌹


__ADS_2