TRAP OF LOVE

TRAP OF LOVE
#84


__ADS_3

"Mom, sakit ... sakit sekali," errang Elisa sambil sesekali menjerit.


"Apa yang kamu rasakan, sayang?" tanya Mom Marcella.


"Dingin, Mom. Aku ... aku ... oekk ... oekkk."


"Lisa! Kenapa kamu muntah di sini. Ahhh, lihat pakaian Mommy jadi bau dan ihh ... menjijikkan!"


"Mom, tolong aku, sakit ....," eranng Elisa lagi.


Mom Marcella pun langsung memanggil salah satu petugas kepolisian, kemudian ia segera berlalu dari sana. Ia sudah tidak tahan dengan bau yang tercium dari pakaiannya. Sebenarnya ia ingin mengunjungi Peter juga, tapi dengan keadaan seperti itu, ia pun mengurungkan niatnya.


"Kedua anak ini sungguh merepotkan. Bukannya membantuku untuk memuluskan jalanku, malah semakin menyusahkanku," gerutu Mom Marcella.


Baru saja ia masuk ke dalam rumah, ponselnya berbunyi.


"Halo."


" ... "


"Apa?!"


Mom Marcella yang awalnya ingin mengganti pakaiannya, kini berbalik kembali ke rumah sakit yang disebutkan oleh penelepon.


Ia langsung menuju ruangan emergency. Disana ada dua orang petugas dari pihak kepolisian yang sedang berjaga di depan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Permisi, saya Marcella, Mommy dari Elisa," kata Mom Marcella kepada salah satu petugas.


"Ditunggu sebentar ya. Dokter sedang melakukan pemeriksaan."


Mom Marcella berdiri dengan gelisah di depan ruangan tersebut sambil meremas kedua tangannya. Bau yang cukup menyengat akibat baju yang terkena muntahan kini mulai menganggunya. Akhirnya sembari menunggu, ia pergi ke toilet untuk membersihkan bekas muntahan itu, sekaligus untuk sedikit meredakan kegelisahannya.


Selang 15 menit, ia kembali ke ruang emergency, disana sudah berdiri dua orang petugas yang tadi berjaga di depan, sedang berbincang-bincang dengan seorang dokter. Mom Marcella pun menghampiri mereka.


"Permisi," kata Mom Marcella.


"Maaf Nyonya, dokter akan menjelaskan kepada anda mengenai kesehatan putri anda," kata salah seorang petugas.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mom Marcella.


"Maaf Nyonya, putri anda terkena HIV. Saat ini sudah sampai tahap akhir, saya tidak tahu berapa lama lagi ia akan bertahan," Dokter menjelaskan dengan sangat detail, Mom Marcella hanya bisa mendengarkan dengan perasaan yang campur aduk.


*****


Gavin pulang dengan senyum di wajahnya. Saat ini ia sudah memiliki seorang istri yang akan selalu menunggu kedatangannya di rumah. Memiliki anak-anak yang lucu. Setiap pulang bisa tertawa bersama mereka, membuat semua kelelahan Gavin pun sirna.


Ia melihat Anna sedang bermain dengan si kembar, bersama dengan Mom Clara juga.


"Halo anak Daddy!" sapa Gavin sambil berlutut sejajar dengan tinggi kedua putranya.


Nathan dan Nixon pun berlari menghampiri Gavin, kemudian langsung mencium kedua pipi Daddy mereka itu. Satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri.

__ADS_1


"Mengapa kamu turun dari tempat tidur, sayang?" tanya Gavin pada Anna.


"Aku lelah seharian berada di tempat tidur. Lagipula aku sudah tidak merasa terlalu sakit. Kamu mau makan dulu atau mandi dulu?"


"Aku mandi dulu saja," kata Gavin.


"Sebentar aku siapkan air hangat dulu."


"Tidak perlu, sayang. Kamu di sini saja menemani Mommy dan anak-anak. Aku tidak akan lama."


Mom Clara yang berada di sana juga melihat perbedaan dari pancaran wajah Gavin. Gavin yang sekarang terlihat berbeda daripada saat ia menikah dengan Elisa. Ia lebih mudah mengekspresikan dirinya saat ini dan ia lebih bahagia.


"Terima kasih, sayang," Mom Clara memegang tangan Anna setelah Gavin berlalu.


"Untuk apa, Mom?" tanya Anna.


"Kamu telah memberikan kebahagiaan pada Gavin, juga kepada kami semua. Terima kasih."


"Mom, justru aku yang seharusnya berterima kasih karena kalian sudah mau menerimaku. Aku bukanlah siapa-siapa. Aku merasa tidak pantas untuk bersanding dengan keluarga Neutron," kata Anna sambil menunduk.


"Kami tidak pernah melihat dari mana kamu berasal. Yang kami tahu, kamu memberikan kebahagiaan bagi anak-anak kami. Kami melihat cinta yang begitu besar di mata Gavin untukmu. Kamu juga adalah sahabat bagi putri kami Gia."


Nathan dan Nixon menghampiri Mom Clara, kemudian mencium kedua pipi Mom Clara.


"Cucu kesayangan Grandma, muah ... muah ...," Mom Clara menciumi kedua pipi cucunya dan membuat mereka tertawa kegelian.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2