
Dicium mantan pacar pertama disaat diri udah nikah? Gila!!! Gue yang masih oleng pertama kali liat si Berlin yang makin licin aja mikir panjang berkali-kali lipat! Virly?!? Bini gue? Sampe pipinya di sosor si Jodi-jodian itu? Ini ga bener ini! Batin Rendy dingin.
Rendy bengong menatap Virly.
"Mas! Demi Allah aku udah ga ada perasaan lagi sama dia! Murni pertemanan biasa. Makanya aku bisa ceritakan semuanya sama kamu kayak gini. Kalo aku masih menyimpan perasaan, ga akan kuceritakan ini semua sama kamu, Mas!"
Virly masih terus mencoba memberikan penjelasan dan pengertian pada Rendy yang masih terkaget-kaget.
Lupa sudah niatan Rendy menceritakan tentang pekerjaan barunya pada Sang Istri.
Putra mereka bangun dan menangis. Rendy segera bergegas menuju kamar dan memangku Leonardo Saputra.
"Mas..."
"Tidak apa, Virly! Itu kan cuma kecelakaan kerja! Iya khan?"
"Mas, Aku sama dia ga ada kecelakaan kerja. Itu, itu cuma respon dia yang..."
"Udah, cukup ceritanya, Virly! Anak kita nangis. Kenapa masih bahas mantan pacar pertamamu itu terus? Aku tidak akan mempermasalahkannya!"
Virly diam termangu.
Perkataan Rendy lembut tapi kalimatnya dalam dan menyentil perasaannya.
Tidak mempermasalahkan? Jadi Mas Rendy tidak peduli kalau pipiku dicium Jodi? Dia..., apa dia beneran ga peduli? Suami yang gak peduli terdeteksi ada dua faktor. Faktor pertama, dia memang tidak cinta. Faktor kedua, dia cinta tapi punya yang lain diluar sana.
Virly merasakan jantungnya berdegup kencang.
Matanya masih menatap sang suami yang terlihat lebih cuek kini.
Ia mengambil Leo dari gendongan Rendy. Lalu duduk dan siap menyusui buah hati.
Memang akhir-akhir ini Mas Rendy terlihat berbeda. Lebih tepatnya, sejak kedatangan Anna. Ya, betul. Sejak kedatangan Anna ke rumah ini. Karakter serta tingkah lakunya mulai berubah. Bahkan, Mas Rendy terlihat canggung ketika bertemu Anna. Kuperhatikan Anna juga seperti kikuk jika melihat Mas Rendy. Jangan-jangan..., jangan-jangan Anna pernah mergokin Rendy sedang berbuat aneh sama cewek lain di luar sana. Suamiku itu kan supir? Kerjanya 'suka mampir'? Terus..., kemaren siang waktu aku video call, Mas Rendy juga terlihat aneh. Bilang lagi kerja dan langsung matikan ponsel!?! Jangan-jangan..., dia lagi asik sama cewek!!!
Virly menoleh ke arah Rendy.
Terlihat Sang Suami sedang asyik dengan ponselnya. Semakin membuat Virly curiga.
Tapi, kalo gue cecar pertanyaan demi pertanyaan, yang ada suasana akan tambah panas. Karena gue juga salah. Kenapa sih si Jodi kudu hadir di kehidupan gue yang udah baik-baik saja ini? Ish... bikin bingung. E tapi, bukan salah Jodi kan kalo mas Rendy ga cinta sama gue apalagi kalo dia punya cem-ceman lain di luar sana!? Iya kan??!
__ADS_1
Lelah hati terasa menggelayut di hati Virly.
Sekelebat ucapan Jodi, kini menjadi beban di fikirannya.
"Tapi suami mudamu tidak bisa memberimu kebahagiaan harta! Hanya merongrong mu secara halus! Iya khan?"
Rendy sama sekali tidak pernah merongrong. Justru akulah yang sadar diri dan ingin berdikari sendiri. Memiliki penghasilan diluar nafkah dari suami, itu suatu kebanggaan. Jadi kalau kita mau apa-apa, tidak perlu merengek-rengek minta suami. Mau beli ini itu atau berbagi kasih pada keluarga juga kerabat dan sahabat, tak perlu izin karena uangnya adalah uang kita pribadi. Betul bukan? Tapi..., memang benar, dalam pernikahan kami ini, aku jauh lebih banyak berkorban. Dalam hal keuangan. Bahkan rumah ini, rumah hasil kerja kerasku jauh sebelum menikah. Rendy..., hanya berfokus memikirkan Leonardo saja. Hhh .. Memang sih, diawal pernikahan kami sudah sama-sama tahu. Sama-sama berkomitmen menutupi kekurangan masing-masing. Terlebih ada perjanjian antara kami berdua. Sama-sama berniat menutupi gosip-gosip yang beredar di antara kita. Gosip Aku gagal nikah dengan putra petinggi negara yang entah sampai kini dimana dia berada. Hhh .. Juga gosip tentang Mas Rendy yang oleng fikirannya nyaris gila gara-gara cinta pertamanya kandas begitu saja. Hhh ..
Virly tersentak.
Jemari Rendy menutupi buah dadanya yang terburai dihadapan putra mungilnya.
"Air susumu bisa kena hidung dan telinga Leo!" katanya terdengar dingin sekali.
"Apakah kamu tidak mencintai ku, Mas?"
Sontak Rendy menatap wajah istrinya.
Harusnya gue yang tanyakan pertanyaan itu bukan? Kenapa jadi dia? Ini lawak banget! Dan apa Lo kira gue secupu itu buat Lo ombang-ambing perasaannya? Ck. Hm. Maen Lo kurang jauh, Nona!
Seketika binaran mata Rendy meredup dan dadanya terasa panas. Pria muda itu menoleh dan menghindari tatapan mata istrinya yang penuh tanda tanya.
"Jawab pertanyaanku, Mas!"
"Kenapa tanyakan itu padaku? Harusnya kau tanya dirimu sendiri, Virly! Apa kamu cinta Aku?"
"Tentu saja! Aku bertahan hampir satu tahun setengah lamanya. Bahkan sampai mematahkan prediksi keluarga kita yang menyangka rumah tangga ini hanya akan bertahan kurang setahun saja!"
"Lalu? Lalu sekarang kenapa? Kenapa tanyakan itu? Apa karena sekarang pacar kesayanganmu sudah kembali ke sisimu dan siap untuk menikahimu?"
Rendy kebablasan.
Ucapan Virly memancingnya untuk menambah minyak tanah dikobaran api keributan rumah tangga mereka.
Suasana semakin panas.
Bara api kian membakar jiwa dan hati Rendy maupun Virly yang sama-sama salah faham.
Berawal dari niatan jujur-jujuran, ternyata situasi berkembang menjadi bola api liar kecemburuan yang siap membakar apapun yang ada di sekitar mereka.
__ADS_1
Virly menangis.
Rendy kesal karena sikap Virly sendirilah yang memaksanya jadi berkata-kata yang menyakitkan.
Rendy merengkuh Leo yang tertidur dalam pangkuan Virly.
"Tidurlah! Kita terlalu capek buat bahas hal yang unfaedah begini!"
Ditaruhnya Sang putri kembali ke pembaringan.
Virly masih tetap duduk di kursi tamu. Tak bergeming dan tak hiraukan perintah Suami seperti biasanya.
Otaknya terlalu sibuk menerka-nerka.
Kenapa mas Rendy ngomong gitu? Kenapa? Apa dia senang kalo Aku jadi terlihat seperti tersangka yang menyakiti hatinya? Ataukah ia sengaja memunculkan alibi agar terkesan akulah yang bersalah dan dia benar seratus persen?
Rendy juga tak kalah hebat pemikirannya.
Sialan! Jadi gini niatan Lo nikah sama gue? Ck. Bangk*e! Bangs+t! Gini niat awal Lo mau nikah sama gue? Gue cuma dijadiin bamper gitu? Trus setelah pacar Lo balik kembali, Lo bakalan depak gue, Virly? Cuih! Ga gue sangka pemikiran Lo sedangkal ini ternyata! Pantesan selama Lo jadi istri, Lo bertingkah seperti bidadari. Lo ga pernah memaksa apalagi meras gue minta ini itu. Ternyata, ini tujuan Lo!
Rendy tak pedulikan Virly yang masih duduk diam di ruang tamu.
Pria muda itu memilih tidur disamping putra tunggalnya yang begitu nyenyak tidurnya sampai terdengar suara dengkuran halusnya di telinga Rendy.
"Sayang! Kalau Mamamu lebih memilih kembali pada pacar pertamanya, kita bisa tinggal berdua saja. Jangan khawatirkan masa depan. Percayalah, Papa akan selalu buat Leo bahagia! Kita, tetap tinggal bersama selamanya. Tidak akan ada yang pisahkan kita berdua, anakku!" bisik Rendy sangat pelan dengan tangan mengusap pipi mulus Leonardo Saputra.
Terbayang pertama kali ia melihat wajah darah dagingnya yang baru beberapa menit keluar dari rahim Virly Rastanty istrinya.
"Papa Muda! Ini putra tampannya, silahkan di azani!"
Matanya memandang tak percaya. Sesosok manusia mungil kecil polos tanpa dosa, menatap matanya. Seketika dunia Rendy terlihat begitu indah, terang benderang dan penuh aneka warna.
Inikah hasil dari tetesan air maniku yang berkembang dan hidup di dalam rahim Virly selama sembilan bulan lebih?
Jatuh air mata di pipi. Malam ini hati Rendy rendevous pada satu tahun lima bulan yang lalu. Pada saat Leo lahir dan dia menangis sesegukan memeluk erat tubuh istrinya. Bibirnya mengucapkan dua kalimat yang selalu ia ingat sampai saat ini.
"Sayang..., kamu benar-benar istriku yang paling hebat! Aku berjanji, akan selalu mencintaimu dan menghargai pengorbananmu karena melahirkan generasi penerusku yang tampan ini!"
Rendy menangis dalam diam.
__ADS_1
Begitu pula Virly, yang menangis dengan ketakutan hatinya ditinggalkan Rendy Sang Suami.
...๐น๐น๐น BERSAMBUNG ๐น๐น๐น...