(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 45 - Rihanna Dan Hilda Putrinya


__ADS_3

Hilda tertegun. Rihanna telah menceritakan semuanya. Kalau putra Hilda ada di suatu tempat yang aman dan Hilda tak perlu takut.


Gunawan kemungkinan hanya sedang menggertak.


Bisa jadi pria yang dulu begitu mencintai Hilda itu sedang berbohong, begitu versi fikiran Rihanna.


"Mama yakin? Kalau begitu, mari kita ke panti asuhan tempat putraku tinggal!"


"Bodoh! Kau ini kenapa ga bisa move on sedangkan Sapto begitu menyayangimu?"


"Mama! Aku ingin jujur pada Mas Sapto! Dia terlalu baik untuk kukecewakan pada akhirnya dengan menutupi keadaanku yang sudah pernah melahirkan!"


"Bagaimana kalau Sapto marah? Bagaimana kalau dia menceraikanmu sedangkan umurmu sudah tidak muda lagi!"


"Gunawan datang bersama Berliana! Gunawan ingin menikahi Berliana, Mama!!!"


Hilda panik. Ia kembali meneriaki Rihanna.


"Berliana kan bukan putri kandungmu! Biar saja, nikahkan mereka. Dan Berliana benar-benar akan pergi jauh dari kalian tanpa menggerecoki lagi rumah tanggamu dengan Sapto! Sedari dulu Aku tidak pernah suka kau dan Sapto mengadopsi anak itu!"


"Ma..., apa Mama tidak pernah punya belas kasih pada Hilda, Ma? Sedikit pun Mama ga menyesal telah membuang anak kandung Hilda? Padahal usia Mama kini sudah manula?"


Mata Rihanna melotot pada putri tunggalnya.


"Anak durhaka! Bisa-bisanya bilang Aku sudah manula!"


Hilda menghela nafas. Sulit sekali dirinya menaklukkan hati wanita yang telah melahirkannya 51 tahun lalu itu.


Mamanya terlalu keras kepala untuk bisa Ia tundukkan. Padahal usianya sudah tidak lagi muda.


Hilda ingin sekali melihat wajah putranya dan mengakui semua kesalahan diri serta mamanya yang kejam.

__ADS_1


Nasi sudah menjadi bubur. Semua telah terlanjur.


Bayangan dirinya yang kesepian, ketakutan juga merasakan tekanan batin serta dosa yang teramat besar membuat Hilda kehilangan akal sehatnya.


Tiga bulan ia gila dalam arti kata yang sesungguhnya. Bahkan sang Mama menaruhnya di rumah sakit jiwa milik keluarga Sapto Rahadi, suaminya yang sekarang.


Entah bagaimana jalan ceritanya, Hilda sendiri telah lupa. Yang Ia ingat, Sapto berjuang untuk menyembuhkannya. Lalu mereka menikah dengan pesta yang meriah di sebuah hotel mewah.


Tak butuh waktu lama, Hilda hamil setelah mereka bulan madu ke kota Bali. Lahirlah Virly Rastanty. Dan kehidupan rumah tangga mereka adem ayem sampai sekarang.


"Ma! Mari kita ke tempat putraku tinggal! Aku takut umurku tidak lama lagi. Kumohon, Ma!"


Hilda menggelosor dibawah kaki Rihanna. Ia bersimpuh berharap sang Mama akan luluh jua hatinya.


"Bagaimana kalau salah satu diantara kita telah tiada sedangkan Mama masih belum membuka tabir yang Mama sembunyikan dari semua orang terutama Aku!"


"Sapto bisa marah besar!"


Rihanna memandang kosong ke depan.


Sebenarnya hati kecilnya juga selalu diliputi rasa bersalah.


Tetapi keegoisan Rihanna terlalu besar hingga seringkali berusaha mengabaikan semua gundah gulana hatinya.


Terlebih ketika 20 tahun yang lalu Ia kembali menyambangi rumah Diana, sahabat masa mudanya. Ternyata putranya Hilda telah ada yang mengadopsi. Dan Diana lupa perjanjian antara mereka berdua. Bahkan Diana juga lupa mencatat keluarga mana yang telah mengasuh dan mengangkat cucunya itu.


Kini Rihanna tidak tahu harus berkata apa pada putrinya, selain melamun dan bingung memikirkan kata-kata yang akan ia ucapkan lagi.


Apakah benar putranya Hilda ada di tangan Gunawan? Tapi kenapa Gunawan bisa tahu dimana ia membuang bayi itu. Padahal Aku sudah membawanya pergi jauh ke luar kota! Mungkinkah itu hanya kebetulan atau Gunawan hanya gertak sambal menakuti Hilda saja? Apa tidak sebaiknya Aku bertemu dengan Gunawan juga? Biar semua clear dan aku bisa hidup tenang setelah tahu keadaan putranya Hilda.


"Hilda! Bilang Berliana, Aku ingin ketemu Gunawan! Aku ingin melihat apakah dia berbohong atau tidak soal putra kalian!"

__ADS_1


Hilda terperangah mendengar perkataan Rihanna.


"Untuk apa?"


"Untuk kelanjutan rencana pernikahan mereka!"


"Mama? Apa Mama sudah gila?"


"Kita ikuti saja dulu permainannya! Dia ingin menikahi putri angkatmu bukan? Ya sudah, izinkan! Aku mau lihat, seberapa kaya dia sekarang! Hm..."


"Mama!!!"


Hilda tak habis pikir, mengapa sampai begitu sadis pikiran dan hati Mamanya.


Hilda hanya bisa berurai air mata. Tak faham lagi dengan jalan fikiran Mama kandungnya sendiri.


"Sediakan makan malam, undang Gunawan makan sebelum dia kembali ke Jakarta!"


"Mama jahat!"


"Apa kamu masih memikirkan dia? Memikirkan pria yatim piatu dan miskin itu? Setidaknya benalu yang selama ini menggelayut di kehidupan kalian bisa dipotong sampai akarnya. Biarkan dia membawa pergi Berliana. Dua nyamuk mati dengan satu kali tepukan. Beres, bukan?"


Hilda menghela nafasnya.


Ia bangkit dan berlalu pergi tinggalkan sang Mama yang telah berubah menjadi ratu iblis yang kejam.


"Biar aku yang telpon Sapto kalau kau tidak mau!!!" teriak Rihanna pada Hilda yang bergegas pergi.


"Dasar Mama Yang Kejam melebihi kejamnya ibu tiri!" gerutu Hilda pada dirinya sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2