(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 51 - Jangan Bersedih Karena Nasib Bisa Berubah


__ADS_3

"Kamu pilih siapa?"


Maura masih mencoba bertanya pada sahabatnya meskipun kini mereka telah berada di kost-an.


Makan malam yang menyenangkan bersama Papa serta Kakak laki-lakinya telah usai dan mereka telah kembali ke kamar kost-an Maura yang mewah.


"Aku bingung! Aku bingung!"


Berliana menggetok kepalanya sendiri.


Maura senang telah membuat Berliana kelimpungan.


"Kamu bayangin deh! Papamu mantan mamaku. Abangmu mantan Kakakku! Gimana bisa aku memilih satu diantara mereka?"


Berliana berkata jujur pada Maura. Sejak awal pertemanan mereka memang tidak ada yang ditutup-tutupi. Bahkan semua kisah hidup Berliana, Maura telah mengetahuinya. Begitu pun sebaliknya.


"Iya juga. Pilihan yang bikin otak pusing!"


"Papamu keren. Cewek-cewek diluar sana banyak yang mengidolakan beliau walaupun usianya sudah matang. Abangmu, daebak! Wajah-wajah tampan idaman semua perempuan. Siapa yang gak mau sama Kak Coro! Tapi semua itu berisiko bagiku, Maura! Hiks..."


Maura tersenyum kecut dengan kepala mengangguk-angguk.


"Iya. Semua itu benar, Ber!"


"Hhh...! Please, bantu, Aku harus bagaimana ini?"


"Apa kamu tidak akan memilih keduanya?"


Mata Maura membulat bertanya serius pada Sang sahabat.


"Aku akan memilih salah satu diantara mereka. Pasti kupilih salah satu diantara mereka!" tekad Berliana bulat.


"Aku mendukungmu, siapapun itu yang akan kamu pilih, Berlin! Asalkan kita semua bisa tinggal satu atap dan hidup bahagia bersama!"


Maura begitu dewasa.


Berliana segera memeluk tubuh gadis yang sangat baik hati itu. Beruntungnya Ia memiliki sahabat seperti Maura.


"Maura! Seandainya kamu jadi Aku, akan seperti apa pilihanmu?" tanya Berliana.


Maura terkekeh.


"Aku? Kalo jadi kamu? Hm..."


Terlihat wajahnya begitu serius. Tetapi kemudian tertawa lebar sambil berseloroh, "Jalan dulu sama Papa, tapi nikah sama Abang! Hahaha..."


"Dasar kau nih!"


"Hahaha...! Aku hanya bercanda, Berliana! Mau kamu ikuti caraku itu?"


"Ga. Ga sama sekali! Yang ada hidupku semakin rumit dan penuh dengan kutukan dari makian Pak Gunawan dan Kak Coro nantinya. Aku dianggap perempuan murahan yang suka memanfaatkan keadaan!"

__ADS_1


"Hehehe...! Itu yang kusuka darimu, Berlin! Dan andaikan Aku itu Kamu, kemungkinan Aku akan menggoda kembali Rendy bisa saja terjadi! Biar jadi cinta segitiga, segi empat, segi lima, prisma, jajaran genjang, kubus kalo perlu! Hahaha..."


"Maura?!? Yassalam!!!"


Keduanya tertawa setelah saling berkejaran seolah Berliana ingin memukul Maura.


"Kamu sendiri, kapan akan menikah, Ra?"


Maura kini yang belingsatan digoda Berliana.


"Gimana dong, pacarku masih di negeri orang! Hhh...! Rindu membludak bahkan sampai punya pikiran untuk selingkuh tapi gak jadi. Aku kangen mas Xavier Hernandez. Cuma bisa chattingan dan sayang-sayangan secara virtual! Dua tahun lagi dia baru lulus S2. Sebenarnya dia ingin Aku menyusul. Cuma aku gak mau ninggalin Papa sebelum beliau ada yang mengurus."


"Jadi, setelah Papamu menikah lagi justru kamu akan pergi ke Singapura? Katanya mau tinggal bersama satu atap. Gimana sih kamu?"


"Ya aku sih tergantung Xavier juga. Kalo dia milih tinggal dan berkarir di Singapura, aku bisa apa? Perempuan itu harus menurut kata suami, bukan? Makanya Aku ingin cari Mama yang bisa mengerti kondisiku juga Papaku, Berlin! Bukan perempuan yang hanya silau dengan harta Papaku saja. Diluar sana banyak yang seperti itu!"


Berliana menghela nafas.


Ia mengangguk membenarkan perkataan Maura.


"Kalau pun kamu pilih Abang, setidaknya kalian bisa tinggal satu atap dengan Papa dan Papa tidak akan kesepian menjalani hari tuanya. Setidaknya kalian bisa memberi Papa cucu secepatnya untuk teman bermain Papa karena kalau Aku dibawa mas Xavier ke Singapura, Aku akan tenang karena ada kalian!"


Pemikiran Maura begitu dewasa.


Ditengah kemanjaannya, ternyata ada jiwa kasih sayang yang tulus dan begitu besar untuk Papanya tercinta serta Kakak yang justru baru akhir-akhir ini Ia kenal.


Maura adalah bidadari tak bersayap yang Tuhan turunkan untuk orang-orang terdekatnya.


"Kamu anak yang baik. Sangat berbeda dengan Aku! Aku baru mengetahui kalau Aku hanyalah anak angkat yang diadopsi dari panti asuhan. Tetapi hatiku sudah begitu kecewa. Sedangkan kamu, tidak sedikitpun membenci keadaan orang tuamu yang masa lalunya begitu rumit. Bahkan dengan sangat mudah melupakan dan memulai hidup baru bersama Papa juga Kakak laki-laki yang baru kamu ketahui. Aku harus banyak belajar tentang bersikap dari kamu, Maura!"


Berliana memeluk Maura.


Keduanya tersenyum dengan hati menghangat.


"Kamu yang membuatku jadi dewasa, Berliana! Kisah hidupmu membuat Aku jadi sadar betapa Tuhan Maha Baik padaku. Aku harus banyak berterima kasih kepada Sang Pencipta. Betapa hidupku ini amatlah bahagia. Papaku begitu menyayangiku bahkan kini ternyata Aku juga memiliki seorang saudara untuk berbagi keluh kesah soal keluarga. Masa lalu hanyalah masa lalu. Tidak perlu diungkit lagi kecuali sebagai pengingat agar kita tidak kembali melakukan kesalahan seperti di masa lalu. Bukan untuk terus dijadikan bahan keributan di masa kini apalagi untuk masa yang akan datang."


Netra Berliana berbinar. Ia senang sekali mendengar kalimat motivasi dari Maura, sang sahabat rasa saudara itu.


"Ayo semangat!"


"Semangat, semangat, semangat! Hehehe..."


Malam bergulir dan kini mereka tidur dengan tubuh saling berpelukan.


Esok hari menjelang, keduanya harus kembali ke kehidupan nyata.


Dunia menunggu kinerja mereka. Begitu juga Matta Network, tempat keduanya bekerja.


............


Pagi menjelang, semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing untuk mencari peluang.

__ADS_1


Rendy yang kini mulai terbiasa tinggal sendiri mulai berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Pukul lima bangun lalu pergi sholat subuh. Setelah itu menelpon istrinya yang masih di luar kota untuk memulai harinya dengan kekuatan cinta.


Rendy percaya, hati dan cintanya memang hanyalah untuk Virly seorang.


Jodohnya telah Tuhan atur sedemikian rupa.


Jodohnya bukanlah Berliana.


Secinta apapun dia di masa lalu pada adik istrinya itu, kini tiada artinya karena Tuhan telah menyatukan dirinya dengan Virly di hadapan penghulu dan kedua orang tua serta saudara dan kerabat mereka.


Berliana hanyalah masa lalu. Virly adalah masa kini serta masa depannya.


Ada Leonardo Saputra putranya yang sebentar lagi berusia dua tahun. Rendy harus berfikir sehat dan waras.


Mandi, berpakaian rapi, lalu sarapan pagi buatan Mbok Darmi setelah menelpon Virly juga jadi rutinitas keseharian Rendy.


"Mbok, Saya berangkat dulu ya?"


"Iya, Pak! Hati-hati di jalan!"


Rendy tersenyum mendengar doa dan pesan asisten rumah tangganya yang begitu setia kepada keluarga kecilnya.


Seperti biasa, rumah Gunawan menjadi tujuan utama Rendy sebelum meluncur ke Matta Network. Ia menjemput Bossnya dulu dan mengganti kendaraan roda duanya dengan kendaraan roda empat milik sang atasan.


"Pagi, Rendy!"


"Pagi, Pak Gunawan!"


Begitulah interaksi keduanya setiap pagi jika Rendy datang dan Gunawan sudah stand by duduk di kursi rotan teras rumahnya yang megah.


Mereka bersiap untuk bekerja.


Matta Network semakin berkibar dan berjaya seiring pencapaian dari para ahli yang berpengalaman yang bekerja sama di dalamnya.


Kehidupan Gunawan yang dulu penuh hinaan kini berganti dengan pujian serta sanjungan yang mengharumkan namanya di jagat bisnis periklanan yang ditekuninya.


Masa-masa sulit nan pahit penuh kesuraman pun perlahan menjauh pergi berganti dengan mengalirnya terus pundi-pundi uang serta kejayaan yang kian melambungkan nama Gunawan.


Rihanna dan Hilda hanya bisa memandang kagum dari kejauhan.


Begitulah hidup. Berputar bagaikan roda.


Pria muda yang dulu diremehkan bahkan dihina bak keset kamar mandi yang bau menjijikkan kini posisinya berubah.


Nasib bisa berubah menjadi takdir baik.


Gunawan telah mendapatkan semuanya dengan kerja keras dan cucuran keringat serta air mata yang bahkan telah kering dari sumbernya.


Tuhan telah memberinya kesempatan untuk menjadi lebih baik.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2