(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 53 - Definisi Bukan Jodoh


__ADS_3

"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


"Sayang? Sayangku?!?"


Rendy senang sekali. Virly pulang lebih awal dari yang direncanakan. Dan keadaannya juga kini telah jauh lebih baik meskipun masih agak terpincang-pincang belum seratus persen sembuh.


Kedua pasangan suami istri itu saling berangkulan melepaskan kerinduan.


Virly menangis senang.


Wajah tampan Sang Suami kini ada dihadapan.


"Mas..."


Mereka saling merapatkan wajah satu sama lain. Lupa situasi kalau ada orang lain yang bersemu merah jambu wajahnya berada di antara mereka, yaitu baby sitter Leo yang turut serta ke Jakarta. Susi diperbantukan oleh keluarga Sapto untuk membantu Virly Rastanty mengasuh Leo hingga Virly sembuh.


"Ini, kenalkan Mas! Mbak Susiana!"


"Rendy, istrinya Virly dan Papanya Leo!"


Virly tersipu. Rendy begitu lengkap memperkenalkan dirinya pada orang baru yang dibayar Papanya untuk membantunya mengasuh Leo.


Rendy pulang kerja, disambut oleh tawa Leo yang begitu dirindunya.


Hatinya sangat bahagia. Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata perasaannya saat ini.


Dipangkunya Leo, mereka bercanda melepas rindu.


Leo juga seperti merasakan hal yang sama seperti Papanya. Anak kecil itu sangat senang hingga berkali-kali memekik kegirangan ketika Rendy menciumi pipi chubby Leo yang semakin gembul.


"Anak ganteng Papa nih, baru pulang ya?! Hm hm hm..., tinggalin Papa sendirian di rumah. Apa kalian gak sayang Papa, hmm hmm?!?"


Leo tertawa lepas.


Rendy menggelitik pinggang Leo dengan tingkah manjanya lewat sentuhan pipi yang mulai kasar ditumbuhi rambut.


"Iiih, jenggot Papa banyak!" sela sang putra merasa kegelian. Tawanya semakin mengakak lebar ketika Rendy semakin iseng menjailinya dengan cara menggosok-gosokkan tangan Leo ke jenggot serta kumisnya yang tak beraturan.


Virly yang melihat kedekatan suami serta anaknya itu ikutan tertawa kecil.


Hatinya senang juga lega.


Virly berharap rumah tangganya akan adem ayem terus seperti sekarang ini. Tiada gangguan apapun apalagi yang namanya WIL atau PIL, pelakor maupun pebinor. Doanya selalu agar keluarga kecilnya dijauhi dari hal-hal demikian.


Mbok Darmi tak kalah senang walau hati kecilnya dag-dig-dug takut di PHK Nyonya mudanya yang pulang membawa seseorang.


Ia masak enak, kesukaan Nyonya muda dan tuan mudanya. Sayur asem Mbok Darmi adalah yang terbaik, begitu puji Rendy setiap kali Ia masak makanan rumahan itu.

__ADS_1


Rendy tanpa sengaja melihat raut kekhawatiran di wajah Mbok Darmi. Ia pun mengerti kegundahan wanita matang yang sudah dua tahun lebih ikut bersamanya itu.


"Mbok!"


"Ya, Pak!?"


Rendy menepuk bahu Mbok Darmi dengan lembut.


"Jangan khawatirkan hal-hal yang belum tentu benar. Ada saya yang akan selalu bersama Mbok!"


Terlihat senyum dibibir Mbok Darmi. Meski masih ada kecemasan, tetapi kini jauh lebih lega hatinya. Walaupun Mbok Darmi tahu, kalau di keluarga kecil ini, Nyonya muda-lah yang punya peranan dan lebih dominan selain lebih beruang.


Virly sepertinya juga melihat kegundahan hati mbok Darmi.


Dengan lembut Virly berusaha memberi kode agar Mbok Darmi jangan takut. Susiana hanya akan bersama mereka selama dua bulan saja. Sampai Virly benar-benar sembuh patah tulang serta tulang punggungnya yang juga bermasalah.


Ia tidak ingin membuat suasana rumah menjadi heboh hanya karena kesalahpahaman seperti yang lalu-lalu.


Semua menjadi pembelajaran bagi Virly dalam menyikapi setiap permasalahan.


Hari ini mereka makan malam dengan perasaan yang lega.


Mbok Darmi juga beramah tamah dengan Susiana agar betah bekerja mengasuh Leo. Beliau tugasnya mengatur semua keperluan rumah tangga sedangkan Virly akan stay kembali ke toko yang hampir setengah bulan ditinggalkannya.


Keduanya juga memberikan ruang privasi untuk Rendy dan juga Virly untuk tidur berdua tanpa Leonardo.


Tapi alih-alih melakukan hal-hal yang romantis dikala mereka berduaan, yang ada Virly malah menceritakan semua kejadian di Jogja.


Soal Anna yang dilamar Gunawan, soal hubungan masa lalu antara Gunawan dan Hilda, Mamanya Virly. Rendy benar-benar dibuat termangu tak bisa berkata-kata.


Kisah Mama mertuanya ternyata membuat Rendy shock.


Percintaan mereka di masa muda bahkan sampai bablas melewati batas hingga sampai memiliki satu orang anak yang nantinya akan jadi salah satu pilihan Berliana sebagai suami.


Gila! Ini gila!!! Di Berlin bisa-bisanya seberuntung itu! Dia dilamar dua orang sekaligus. Satu bapaknya, satu lagi anaknya! Ini cerita beneran bikin gue speechless!


Rendy bengong menatap Virly yang begitu antusias menceritakan semua kisah nyata yang terjadi dalam keluarganya.


"Mama Hilda pacarnya Pak Gunawan?" gumam Rendy beberapa kali. Seakan tak percaya pada ucapan dan cerita Virly.


"Aku juga ga percaya awalnya, Mas! Seperti mimpi buruk bagiku, apalagi Anna! Kami seperti berada dalam lingkaran kehidupan yang aneh tapi nyata!" kata Virly dengan wajah sedih.


Rendy segera memeluk tubuh Virly. Mengusap rambutnya hitamnya yang panjang dan lebat. Lalu menatap dua manik matanya yang berbias seperti hendak menangis.


"Semua ini adalah takdir Tuhan yang harus kita terima, Sayang! Biarlah masa lalu berlalu. Jangan ditengok lagi. Cukup sesekali diingat, tapi jangan dijadikan batu ganjalan yang besar untuk menghentikan langkah kita berjalan menuju masa depan!"


Entah sejak kapan Rendy menjadi pribadi dewasa yang bijaksana.


Ia sendiri kaget dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya itu.

__ADS_1


Virly tersenyum dan mengangguk.


Ditenggelamkannya paras cantik itu di dada bidang Rendy dengan kekuatan rindu yang membuncah.


Virly rindu pelukan hangat Rendy.


Begitu juga sebaliknya.


Tangan Rendy pelan sekali mengelus punggung Virly.


"Apa ini masih sakit?" tanya Rendy begitu lembut.


"Kalo diusap seperti itu gak sakit sama sekali, Mas!"


"Berarti, kalo Aku minta jatah..., mmmh,... boleh?"


Wajah Virly memerah. Malu tapi senang.


Dengan mata terpejam dan bibir tersenyum, Virly mengangguk.


Seketika Rendy langsung mendekati wajahnya ke wajah Virly.


Harum semerbak parfum Virly khas wangi bunga chamomile, membuat Rendy kian terbuai.


Bibir mereka menempel pelan.


Rendy yang malu-malu meminta izin sang istri bagaikan hendak melakukan malam pertama dulu.


Lidahnya mulai menyesap masuk perlahan menikmati kelembutan serta manisnya bibir ranum Virly yang selalu Rendy kagumi.


"Mas!..."


"Ya, Sayang?!..."


"Aku cinta Mas!"


"Aku juga. Teramat mencintaimu, Virly Rastanty!"


Bahagia hati Virly.


Kesalahpahaman yang pernah menjadi granat yang bergulir di tengah keluarga kecil mereka yang penuh bahagia nyaris meledak memporak-porandakan rumah tangga kini telah jinak dan diledakkan di tempat lain.


Malam ini, malam yang panjang penuh kenikmatan yang Rendy dan Virly rasakan.


Keduanya sama-sama ingin bahagia. Sama-sama butuh cinta tulus yang nyata. Bukan cinta yang ada di khayalan saja.


Tuhan telah menjodohkan keduanya dengan suratan takdir-Nya. Dan rasanya terlalu naif jika harus hancur berantakan hanya karena kisah cinta masa lalu yang belum usai, padahal memang bukan jodoh. Itu intinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2