(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 41 - Kisah Masa Lalu Hilda dan Gunawan


__ADS_3

"Gug+rkan kandunganmu!"


"Ga mau, Ma!"


"Hilda! Kamu harus lanjutkan kuliah sampai jadi sarjana!!!"


"Mama, banyak orang yang sudah menikah tetap lanjut kuliah!"


"Aku tidak akan menikahkanmu hanya karena sudah tekdung hamil dil+ar nikah!"


Hilda yang saat itu masih muda usia 19 tahun hanya bisa menangis meratap dan memohon belas kasih Mamanya agar bersedia menikahkannya dengan Gunawan.


"Tidak! Mama tidak setuju! Apa pekerjaan Gunawan? Apa dia bakalan sanggup membiayai hidupmu kedepannya? Mama ga yakin! Gajinya sebulan di percetakan kecil itu sama dengan uang jajanmu selama dua minggu saja! Apa kamu bakalan bertahan?"


"Ma! Hilda bisa berubah!"


"Apanya yang berubah? Kamu itu sedari kecil Papa Mama berikan yang terbaik! Tidak ada kamusnya dalam hidupmu harus menderita! Kami ini adalah orang tua yang paling menyayangi anaknya, Hilda! Mama mau kamu gugurkan kandunganmu!!!"


Hilda dan Rihanna bertengkar hebat. Dan untuk pertama kalinya Hilda membangkang ucapan sang Mama yang biasanya selalu Ia turuti karena Rihanna juga selalu mengikuti keinginan Hilda.


Kandungan Hilda memang baru tiga bulan. Tetapi ia sangat ingin menikah dan membangun rumah tangga bahagia bersama pemuda pujaannya.


Walaupun usia Gunawan lebih muda satu tahun darinya, tetapi Gunawan bersedia bertanggung jawab atas janin yang dia tanam di rahim Hilda.


Gunawan ingin menikahi Hilda.


"Mau apa kamu?" hardik Rihanna ketika Gunawan dengan gentleman mendatangi rumah besar kekasihnya karena rindu sudah seminggu tak bertemu. Rihanna mengurung Hilda di dalam kamarnya.


Saat itu, teknologi belum secanggih sekarang ini. Belum ada komunikasi lewat hape kecuali pesawat telepon rumah yang dibajak selalu Rihanna ketika Gunawan menelpon.


"Ibu, saya ingin sekali bertemu Hilda."


"Hilda tidak ada di rumah! Sebaiknya kau pergi sebelum Aku panggil satpam kompleks untuk mengusirmu dari sini!"


"Ibu..., kumohon! Hilda sedang mengandung,"


"Stop! Jangan tengil, ingin berdebat denganku! Kau tak akan bisa, anak miskin! Tidak ada keturunan dari Brotoseno yang menikah dengan orang biasa apalagi silsilah keluarga yatim piatu. Jangankan harta, orang tua pun kau tak punya!"


"Tapi saya punya cinta dan tanggung jawab, Ibu! Saya walaupun miskin tetapi saya akan menjaganya. Itu karena saya CINTA Hilda!"

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Cinta? Hah??? Cinta? Bocah ingusan tau apa kau tentang cinta? Umurmu saja baru 18 tahun!"


"Saya akan menikahi Hilda dan berusaha membahagiakan dia dengan cara saya, Bu! Tolong beri saya waktu untuk membuktikannya!"


"Cih! Dasar lelaki tidak tahu diri! Di rumahmu ada cermin? Oh iya Aku lupa, kamu tidak punya rumah ya? Tapi setidaknya cermin kau pasti punya! Pulanglah, berkacalah dulu! Lihat dirimu baik-baik. Apa sudah pantas bersanding dengan putriku Hilda, putri semata wayang anak kepala dusun yang paling cantik?"


Hancur berkeping-keping hati Gunawan.


Penghinaan Rihanna terhadapnya membuat Gunawan down kena mental.


Rihanna membenci dirinya yang yatim piatu dan miskin harta.


Cintanya yang kaya pada putrinya dipandang sebelah mata padahal sang putri kini tengah mengandung buah cintanya dengan Gunawan.


Segala cara telah Gunawan dan Hilda coba. Bahkan mereka nyaris kawin lari namun ternyata tertangkap juga. Bahkan Hilda yang perutnya kian membesar sampai dikurung dan dipindahkan ke luar kota.


Sampai Hilda melahirkan, kedua pasangan kekasih yang masih muda belia itu hilang kontak.


Seorang bayi laki-laki yang tampan telah lahir ke dunia meskipun Rihanna berupaya menggugurkannya. Segala obat dia berikan pada Hilda agar janin yang dikandungnya keluar.


Namun Kuasa Allah. Bayi laki-laki yang lahir, normal tanpa cacat dan juga cela.


Ia menitipkan bayi laki-laki itu di panti asuhan tanpa sepengetahuan Hilda.


Hilda yang panik dan histeris sampai drop jiwa raganya hanya bisa tidur di ranjang rumah sakit.


Hilda terkena gangguan jiwa, mentalnya terluka oleh perbuatan sang Mama yang telah membuang bayi mungil tak berdosa itu entah kemana.


Padahal Rihanna hanya menitipkan, bukan membuang. Bayi mungil itu tidak dia izinkan diadopsi siapapun sampai dewasa. Rihanna yang bertanggung jawab memberikan biaya hidup putra Hilda lewat tangan Ibu asuhnya yaitu Diana yang tak lain adalah sahabat Rihanna di masa muda.


Satu hal yang tidak Rihanna ketahui.


Panti asuhan sahabatnya itu adalah rumah masa kecil Gunawan sebelum berangkat ke Ibukota.


Ternyata Rihanna menitipkan putra Hilda dengan Gunawan di rumah yayasan tempatnya tinggal Gunawan dahulu.


Hingga suatu ketika, Gunawan pulang kampung karena lelah hati, jiwa dan raga. Dia melihat sosok wanita paruh baya yang dikenalnya keluar dari rumah pantinya.


Bu Rihanna? Itu kan Bu Rihanna, Mamanya Hilda!? Ada apa dia di rumah ini?

__ADS_1


Gunawan hanya memantau dari kejauhan.


Karena jika Ia mendekat dan bertanya maksud kedatangannya ke rumah panti asuhan tempat tinggal Gunawan, keadaan akan semakin kacau.


Gunawan menunggu sampai Rihanna benar-benar pergi.


Gunawan menanyakan langsung kepada ibu asuhnya, Ibu Diana dan pura-pura tidak mengenal Rihanna.


"Oh, itu ibu Rihanna. Sahabat masa kecil Ibu, Gun! Dia kemari menitipkan bayi laki-laki yang sangat tampan!"


Seketika jantung Gunawan bagai mau meledak. Ia segera berlari menuju ruang bayi dan melihat bayinya yang lahir dari rahim Hilda.


Dipeluknya erat-erat dengan tangisan kesedihan yang menyayat hati.


Saat itu juga, Gunawan menceritakan kisah hidupnya di kota Jakarta. Kota yang dingin dan kejam tanpa perasaan. Namun juga menyimpan banyak kenangan indah bersama Hilda kekasih hatinya.


Diana, Ibu asuhnya ikut menangis mendekati cerita Gunawan.


Sedari awal beliau memang merasa sangat ganjal pada Rihanna. Katanya itu adalah putra sepupunya yang suaminya meninggal dunia. Saat ini dalam keadaan tekanan batin hingga tidak bisa mengurus bayinya sendiri.


Tapi Rihanna meminta Diana untuk tidak membiarkan bayi Hilda diadopsi siapapun. Untuk urusan biaya hidup akan Rihanna kirim via wesel, begitu katanya.


Gunawan mengatakan kalau Rihanna wanita yang kejam. Darah daging putrinya sendiri sampai hati diasingkan seperti dibuang. Bahkan putrinya pun hingga kini disembunyikan dari Gunawan.


Tapi Gunawan bersyukur, Tuhan Maha Kuasa. Putranya sendiri kini justru dititipkan di rumah panti asuhan tempatnya besar.


Diana yang saat itu seorang janda dan sedang dekat dengan keluarga politikus yang baru memulai kariernya di kancah politik, memutuskan menitipkan bayi Hilda dan Gunawan pada keluarga Angkasawan. Mereka pasangan suami istri yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak.


Gunawan yang tadinya tidak menginginkan rencana Diana, setelah diberikan penjelasan pun akhirnya setuju.


Gunawan ingin putranya tumbuh dewasa dengan kasih sayang penuh dari Ibu dan Ayah. Sementara jika Ia yang mengurus, rasanya itu tidak mungkin.


Gunawan bahkan mendapat rekomendasi bekerja kembali di ibukota. Memulai langkah baru sambil terus berusaha mencari jejak Hilda yang menghilang bak ditelan bumi.


Setiap seminggu sekali, Gunawan juga diperbolehkan menjenguk putranya di kediaman keluarga Angkasawan.


Dan keluarga itu memberikan nama Kuncoro Adi Pangestu pada putranya Hilda dan Gunawan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2