(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 36 - Virly Pulang Kampung


__ADS_3

Virly rupanya benar-benar sangat marah.


Kepergiannya ke Jogja bukan gertak sambal saja.


Bahkan pukul satu siang, sepupunya yang bernama Ajie datang menjemput sekaligus yang mengantarkan Virly serta Leo ke Jogja sore ini juga.


...Ber, Virly beneran ngambek...


Cukup lama chat Rendy baru dibaca Berliana. Ia berharap Berliana mampu menghalangi kepergian Virly ke Jogja.


Virly sakit. Kakinya patah dan tulang punggungnya juga bermasalah.


Ia tetap nekad memilih perjalanan jauh untuk pulang ke rumah orangtuanya di kota Jogjakarta.


...Rendy!!! Kak Virly kenapa???...


Berliana baru menjawab japriannya.


Mau ke Jogja


^^^Hah???^^^


Cegah, cepetan


^^^Gimana caranya? Kak Virly kalo lagi ngadat suka lama^^^


Ck.


Rendy hanya mampu berdecak.


Setelah mengurus biaya administrasi rumah sakit, Virly bahkan lebih memilih Ajie yang mendorong kursi rodanya untuk masuk mobil pribadi sang sepupu.


Ajie hanya bisa tersenyum tipis. Agak tidak enak hati juga karena Rendy adalah suaminya Virly. Tapi mau bagaimana lagi. Virly sedang dalam kondisi hancur hati serta perasaannya karena cemburu buta.


Mereka pulang ke rumah minimalis milik Virly untuk menjemput Leo.


"Kak!"


Berliana melesat berlari setelah turun dari ojol dan membayar tagihannya.


Mobil Ajie masih terparkir di halaman rumah Virly. Masih menunggu Leo selesai berdandan setelah dimandikan Mbok Darmi.


Rendy sendiri berusaha mengingatkan Virly karena baru saja keluar dari rumah sakit.


"Kak Virly! Kenapa,"


"Diam Lo! Ini urusan gue sama suami gue! Bukan hak Lo ikut campur!".


"Kak! Gue itu adik Lo ya? Bisa gak sih buat ga egois yang cuma mikirin diri sendiri?" bentak Berliana kesal akhirnya.


"Heh! Adik macam apa Lo? Beraninya nusuk dari belakang!"


"Ya Allah, kak! Bisa gak sih Lo mikir panjang kalo cemburu? Ini urusan serius! Lo tinggalin Rendy, Lo sendiri yang akan rugi!"


"Ya. Gue memang rugi. Tapi gue yakin Lo untung!"


"Kak! Besok siang ada yang bakalan datang buat ngelamar gue! Plis lah, gue udah ngomong kalo mereka harus minta izin Lo sebagai Kakak kandung gue!!!"


Virly melongo mendengar perkataan Berliana.


"Kalo Lo pergi ke Jogja, lantas yang nerima tamu gue siapa? Rendy? Lo yakin?"


Virly terus menatap Berliana tak berkedip.

__ADS_1


"Elo pasti lagi kong-kalikong sama Mas Rendy!" tebak Virly.


"Kong kalikong apa?"


"Mas Rendy bilang, Lo hampir di perk+sa!!!"


Berliana terbelalak. Matanya mulai berkaca-kaca. Kemudian perlahan pecah sudah pertahanannya hingga menetes air matanya. Namun Berliana hanya diam mematung tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Kalo Lo beneran mau diperk+sa, ga mungkin Lo peluk erat tubuh suami gue! Hik hik hiks..."


Kini Virly pun turut menangis.


Suasana seketika menjadi dingin namun menyedihkan.


"Gue kaget Kak! Hik hik hiks..."


"Kaget atau senang? Rendy jadi pahlawan kesiangan buat Lo! Hahh!?!"


"Ya Allah, Kak! Iya gue kaget campur senang! Tapi bagi gue, Rendy bukanlah pahlawan kesiangan!!! Rendy penolong hidup gue! Sedari dulu, sejak gue selalu merasa kalo Papa Mama emang ngebeda-bedain kita berdua!"


"Karena Lo bukan anak kandung mereka!!!"


"APA???"


Sontak Berliana melotot kaget. Rendy, Ajie yang sedari tadi bingung karena sulit mendamaikan kedua kakak beradik itu turut kaget.


"Vir..ly!"


Berliana mendekat. Ia menatap tajam wajah Virly dengan bibir berkata, "Coba Kakak ulang sekali lagi?"


Virly menangis keras.


Dia sesegukan dengan menutup wajahnya.


"Tanya saja Papa Mama!"


"Tapi kau juga tahu sepertinya!" desak Berliana.


"Aku tidak tahu!"


"Bohong!!! Tadi Lo bilang gue ini bukan anak kandung Papa Mama! Berarti Lo tau itu!!!"


Berliana mulai marah dan membentak Virly.


Rendy mencoba melerai, tapi Berliana jauh lebih kasar dan beringas.


"Jangan baik sama gue!!! Ntar bini Lo marah!!! Ingat, diantara kita ga ada hubungan apa-apa. Biar cewek cantik ini tau, bahwa kita gak punya hubungan spesial lagi, bahkan sudah sejak lama! Hubungan percintaan kita telah selesai, bukan? Terima kasih kamu begitu peduli karena Aku adalah adik istrimu, Rendy! Terima kasih! Tak akan pernah kulupakan kebaikanmu yang telah menolongku dari kebiadaban si Coki!"


Berliana pergi, dengan deraian airmata di pipi.


Tinggalkan Virly yang menangis semakin besar. Hatinya kini diliputi penyesalan yang teramat dalam.


"Mbok Darmi, Leo bawa kemari! Hik hik hiks..." perintahnya membuat Rendy kembali berusaha mencegah.


"Izinkan Aku pulang dulu ke rumah orang tuaku! Aku ingin berobat dan diurus Mama Papa. Kumohon mengerti!"


Rendy hanya bisa menatap wajah istrinya yang merah karena menangis.


Leo bahkan turut menangis melihat Mama dan Papanya dalam keadaan ribut-ribut.


"Ajie, ayo kita berangkat!"


"Sekarang, Mbak?"

__ADS_1


"Iya!"


"Virly,... Virly! Besok pagi saja. Aku akan ikut denganmu,"


"Jangan! Kamu baru saja masuk kerja. Jangan buat pekerjaanmu jadi terganggu. Itu adalah masa depanmu. Masa depan kita, masa depan Leo. Kerja lah dengan baik! Aku akan kembali sekitar seminggu atau dua minggu lagi. Titip rumah. Ada Mbok Darmi yang akan mengurusmu, Mas! Aku berangkat ya?"


Rendy merengkuh bahu Virly. Mencium pipinya dan juga mengecup kening Leo.


Istri serta anaknya akan pergi ke Jogja, kerumah orangtua Virly untuk tetirah dalam jangka waktu yang lumayan lama.


Rendy belum pernah tinggal jauh dari Virly semenjak menikah. Begitu pula halnya dengan Leonardo Saputra.


"Leo! Leonardo Saputra! See you next time ya my Baby boy!"


"Mas! Kami berangkat ya?" pamit Ajie pada Rendy.


"Jie, titip anak Istriku ya? Hati-hati di jalan! Kalo ngantuk lebih baik istirahat di rest area ya?"


"Iya, Mas! Kami permisi!"


Ajie menjalankan mesin mobil. Leo yang sudah tenang terlihat senang karena mobil bergerak jalan.


"Dadah Papaa...! Da daaa!"


Bocah imut yang belum genap dua tahun itu tertawa. Tangan mungilnya melambai-lambai pada Rendy.


Seketika jantung Rendy laksana copot dan hancur berantakan, luluh lantak perasaannya. Tak bisa diucapkan dengan kata-kata.


"Sayang, telepon Aku ya? Leo Sayang, jaga Mama ya, Nak!? Jangan buat Mama susah ya?"


Rendy berubah bagaikan lelaki yang super duper cerewet.


Nasehat demi nasehat meluncur dari bibirnya meskipun mobil Ajie telah berlalu pergi.


Bahkan sampai hilang dari pandangan, Rendy masih mengoceh laksana Virly seolah tengah mendengarkan ceramahnya.


Mbok Darmi menunduk sedih, tapi tidak berani menegur tuannya yang sedang oleng jiwa raga. Ia berjalan perlahan masuk ke dalam rumah.


Rendy masih mematung. Matanya menatap kosong ke jalan raya.


Hatinya seketika hampa.


Putranya yang teramat lucu dibawa pergi Sang istri untuk jangka waktu yang lama.


Kesepian langsung menyergap perasaannya padahal baru beberapa menit saja.


"Virlyyyy... Leooo!!!"


Rendy tak pedulikan tetangga kiri kanan yang akan ke-berisik-kan teriakannya.


"Pak Rendy?!?"


Mbok Darmi tergopoh-gopoh keluar rumah. Dia sangat kaget mendengar teriakan Rendy dari dalam rumah.


"Ga papa, Mbok! Saya cuma lagi latihan jadi rocker aja!"


Rendy yang menjawab asal kemudian masuk rumah dan berjalan menuju kamarnya.


Woles, Ren! Lo terbiasa sendiri khan dulu? Lo ga boleh gegana. Inget, Virly pasti emang udah punya persiapan makanya dia ambil langkah kayak gini! Lo jangan kayak orang kebakaran jenggot! Slowly lah! Enjoy it! Hari ini nikmatin diri Lo yang free kayak si Budi, Koro, Yusril, Surya yang masih pada bujangan. Iya kan?!?


Rendy memilih mandi untuk meredam kegalauan hatinya.


Kali ini bahkan dengan bibir bersiul dan bersenandung demi menghilangkan kesedihan hatinya ditinggalkan Virly dan Leo.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2