(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 25 - Dua Perempuan Gila, Menurut Rendy


__ADS_3

"Jadi kalian adalah..."


Virly mendelik kaget.


"Kak! Ga seperti yang Lo pikirkan!"


"Kenapa gak bilang sama gue dari awal kalian ketemu? Hah?!?"


Virly marah sekaligus kesal merasa ditipu oleh suami dan adiknya.


"Kak..., dengerin penjelasan gue dulu. Please!"


"Kalian bisa-bisanya nutupin ini semua dari Aku! Mas Rendy!!! Jadi selama ini perempuan yang udah bikin kamu nyaris gila itu adalah adikku? Jawab dengan jujur!!!"


Rendy hanya diam. Hanya Berliana yang pontang-panting berusaha menenangkan Virly yang tinggi intonasi suaranya.


"Kak! Ini tengah malam. Leo juga lagi tidur! Kecilin volume suara Lo, Kak! Gue tau, Lo marah dan kecewa. Tapi ini semua diluar kapasitas pemikiran gue untuk terbuka cerita semuanya sama Lo, Kak! Dan gue rasa, Rendy juga sama!"


"Jadi, kalian berdua punya rasa yang sama? Begitu? Selama hampir sebulan kalian menyembunyikan semua dari Aku! Pantesan..."


Rendy yang duduk di kursi makan hanya melamun tak tahu harus berkata apa.


"Kak..., Kak Virly! Duduklah dulu! Kita ini adalah orang dewasa yang harus bisa menyelesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin!"


"Jadi Lo anggap ini semua permasalahan? Hubungan kalian di masa lalu, apa itu adalah permasalahan? Terus, gue harus ikut kalian tipu, begitu?"


Berliana tidak dapat melunakkan hati Sang Kakak. Ia pun ikut duduk di kursi dengan wajah tertunduk lesu.


"Mas! Sekarang maumu apa?" tanya Virly, mengalihkan pandangannya pada Rendy.


"Maumu sendiri apa? Mencari kesalahanku untuk menutupi kesalahanmu?"


Virly menatap Suaminya tanpa berkedip. Jantungnya berdegup kencang mendengar Rendy mengatakan hal seperti itu dengan nada bicara yang dingin.


Ini pertama kalinya Rendy mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaannya.

__ADS_1


Virly semakin emosi.


Ditariknya tangan Rendy hingga tubuhnya bangun mengikuti langkah Virly yang berjalan ke luar ruang tamu.


"Kamu tu ya?!"


"Apa? Apa? Jadi Aku yang salah? Hm? Aku salah? Aku memang selalu salah dan kalah, bukan? Aku ini suami yang gak becus cari uang! Suami yang cuma bisa merongrongmu tidak punya kemampuan membantu seperti mantan pacarmu itu! Siapa namanya? Oh iya, Tuan Besar Jodi yang punya titel magister itu. Ya kan?"


Virly menghentakkan tangan Rendy.


"Aku tau kamu lelah! Aku tau kamu mulai berfikir untuk menyingkirkanku, bukan? Dan kini setelah semua tujuanmu sudah hampir berhasil tercapai, bagimu cerai dari Aku tidak masalah, bukan?"


Plak!


Virly menampar pipi Rendy.


"Puas? Puas kamu bicara yang bikin sakit hatiku? Puas, Mas?"


Rendy hanya mengusap pipinya. Kemudian Ia duduk di sofa dengan mengetuk-ngetuk meja.


"Mas!!!"


Puk pak puk...


Virly membabi buta memukul bahu, dada hingga paha Rendy yang sedari tadi duduk diam sampai Berliana datang melerai.


"Ga usah belain! Ga usah ikut campur urusan rumah tangga gue!!!"


"Kak Virly! Dengerin dulu!!! Heh! Itu emang masa lalu kita berdua. Tapi cuma masa lalu. Sekarang kita ga ada hubungan apa-apa! Asal kak Virly tau, gue sekarang lagi penjajakan sama seseorang dan Minggu besok mereka akan datang ke sini minta izin buat ngelamar gue!!! Ini yang mau gue diskusiin sama Lo tadinya. Tapi Lo lagi galau tingkat dewa gegara suami Lo marah dan cemburu sama tingkah laku Lo jalan sama bang Jodi! Ngaku aja, terus minta maaf. Jujur kalo Lo ga ada perasaan lagi sama itu cowok. Masalah Lo sama Rendy itu adalah karena keegoisan kalian aja! Dan merembet sama hubungan masa lalu gue sama Rendy yang jelas-jelas udah end!"


Virly yang tadi kalap kini mulai sedikit lebih tenang.


Sebenarnya Virly hanya inginkan rayuan Rendy.


Virly ingin Rendy memaafkannya dan merangkul dirinya seperti dulu ketika ada perselisihan di antara mereka.

__ADS_1


Tapi kini Rendy justru bagaikan kulkas empat pintu yang dikunci hingga sulit dibuka kembali hatinya.


Berbeda dengan Rendy, pria itu kadung sakit hati, kecewa karena cemburu buta dan kini ditambah lagi sikap Virly yang tidak bisa meminta maaf dengan benar padanya.


Itu saja, masalahnya.


Berliana sendiri sebagai orang luar bisa melihat itu semua. Namun Virly dan Rendy justru seolah tidak menyadarinya.


"Anna?!?"


"Apa perlu gue angkat kaki dari rumah ini sekarang juga? Biar kalian berdua bisa baikan kayak diawal gue liat kemesraan kalian? Begitu?"


"Ehh! Omongan Lo yang tadi,... bener itu?" tanya Virly teringat ucapan adiknya itu.


"Iya lah! Masa' gue main-main! Ini urusan jodoh. Ga bisa gue sembarangan ngomong! Minta pendapat Lo tapi Lo nya malah kayak bocil yang justru lebih dewasa Leo ketimbang Lo!"


Virly menghela nafas.


Ia duduk di samping Rendy yang masih diam tak mau bicara.


"Mas! Katakan sesuatu!"


"Udah ah! Aku mau tidur! Ngantuk!"


Rendy bangkit dari duduknya. Ia tinggalkan dua perempuan gila yang benar-benar bisa membuatnya kram otak.


Rendy tidur di samping Leo dengan tubuh miring menyamping.


Njirrr!!! Bisa-bisanya gue berada di pusaran adek kakak gila!!!


Ia malas memikirkan dirinya yang belum jelas. Hanya ingin tidur dan kalau bisa, ia ingin mati sekarang saja.


Kegilaan Virly nyaris membuat Rendy depresi.


Rendy tak mengerti jalan fikiran keduanya dalam menilai cinta tulus, suci dan murni yang selama ini Ia berikan.

__ADS_1


Sementara Virly, justru terlihat melanjutkan pembicaraan dengan sang adik yang tadi sempat membuatnya kecewa parah. Tapi kini perlahan amarah itu menurun dan memudar.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


__ADS_2