(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 68 - Dua Keluarga Yang Bersatu


__ADS_3

Tring


Notice pemberitahuan kalau ada pesan masuk di ponsel Berliana.


"Bang Coco!"


...Ann, maaf. Aku ga bisa ikutan makan malam. Beberapa hari ini Aku sibuk. Maaf banget, tempatnya susah signal juga....


Chat yang menyedihkan sekaligus menenangkan.


Ternyata bang Coco sedang sangat sibuk!


Berliana segera menghubungi Virly. Ia menelpon langsung kakak angkat yang rasa Kakak kandung itu.


"Hallo, Kak, ini gue!"


...[Iya. Gue tau, Anna! Gimana? Mas Rendy udah nyampein pesen gue kan?]...


"Udah, Kak! Tapi Bang Coco ga bisa ikutan. Ada kerjaan penting katanya. Tempatnya juga kayaknya jauh dan terpencil. Susah sinyal katanya barusan japri."


...[Hhh... Gue udah masak banyak nih! Gimana dong?!]...


"Ya udah, gue tetep datang. Gue ajak Maura sama Pak Gunawan, boleh?"


...[Beneran? Boleh banget! Gue seneng malahan. Kedatangan tamu spesial, calon besan hehehe...]...


"Hehehe.. makasih, Kak! Gue datang nanti jam tujuh malam ya?!"


...[Oke, deh! Gue lanjutin masak dulu ya?]...


"Menunya apa?"


...[Rahasia. Pokoknya spesial deh!]...


"Ish, mulai nyebelin deh!"


...[Hehehe... Sampe ketemu ntar malam!]...


Klik.


Berliana tersenyum tipis. Tapi kemudian senyumnya hilang sesaat setelah mengingat chat Coco yang mengatakan sedang ada kerjaan yang penting.


Apa dimata dia, gue ini ga penting? Hm... Baru mau memulai, tapi kok kesannya kayak ogah-ogahan gitu ya? Tapi... Ah, astaghfirullah... kenapa gue merasa speechless dan hopeless banget ya sama pernikahan yang akan kita laksanakan ini ya? Duh Gusti! Kayaknya gue harus sholat istikharah dulu deh!


.............


Waktu berjalan cepat.


Berliana bersyukur, Gunawan dan Maura mau menemaninya makan malam di kediaman Virly.

__ADS_1


Rendy terkejut sekali ketika Berliana tidak datang bersama Kuncoro, tetapi justru datang bersama atasannya.


"Pak Gunawan, masuk mari masuk!"


Meskipun rona wajahnya agak terkejut, tetapi penerimaan Rendy yang ramah dan hangat membuat suasana kumpul dua keluarga itu.


"Maaf, Kuncoro sedang dinas di luar kota."


"Iya. Saya mengerti, kerjaannya Mas Coco pasti banyak. Maklumlah, pengusaha muda ya! Hehehe..."


Virly sedikit kecewa. Ia masih menyangka kalau Kuncoro batalkan pertemuan karena masih marah padanya.


"Kayaknya Mas Coro masih marah deh!" gumam Virly di dapur membuat Rendy mengusap raut wajah istrinya.


"Huss..., masih dipikirin! Orang dia sibuk koq! Jangan terlalu mikirin hal yang gak guna, Yang!"


"Hehehe... Iya ya!? Yang penting hati kita tulus mengundang ingin minta maaf. Ya kan ya?!"


"Nah itu!"


Virly tersenyum ketika bibir Rendy mendarat di atas keningnya.


Sejak kejadian kemarin itu, Sang suami kini jadi lebih dewasa. Lebih peka dan peduli padanya.


Pelukan hangat, kecupan manis dan senyuman yang indah membuat Virly yakin bisa hadapi dunia jika terus seperti ini.


Makan malam berlangsung ceria dan penuh cerita.


"Papa,... sering-seringlah main ke mari! Virly akan senang sekali jika Papa Gun dan Maura mau berkunjung tengok keluarga kecil kami!"


Virly bahkan kini memanggil Gunawan dengan sebutan Papa. Ia sudah meminta izin tadi dan Gunawan tersenyum senang memperbolehkan Virly memanggil Gunawan papa dan Leo panggil Kakek padanya.


Gunawan senang sekali. Ternyata putrinya Hilda baik juga ramah orangnya. Gunawan kembali mengingat sifat serta kebaikan Hilda di masa lalu yang membuatnya jatuh cinta setengah mati dan berfikir pendek kalau Ia harus memiliki. Cuma caranya sangat salah.


Di mata Gunawan, Hilda adalah berlian. Ia harus mendapatkan berlian itu bagaimana pun caranya. Sehingga otak buntunya malah memikirkan hal bodoh yakni dengan menidurinya. Mengambil kegadisannya dan saling bertukar harta paling berharga dari mereka.


Gunawan bujang tulen, Hilda perawan tingting. Cinta membutakan mata juga fikiran mereka.


Kegiatan yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri yang sah, beberapa kali mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi.


Berharap kedua orang Hilda akan menikahkan mereka segera, jika mengetahui keadaan yang sebenarnya.


Ternyata, fikiran childish mereka bukannya membawa hasil. Justru membuat hidup mereka bagaikan di dalam sekam.


Pelajaran hidup yang paling berharga yang sangat Hilda dan Gunawan ingat sepanjang usia.


Bahkan Hilda sampai selalu wanti-wanti pada dua anak gadisnya sedari tumbuh remaja. Untuk senantiasa menjaga diri dari rayuan maut para pria. Menjaga harkat dan martabat diri sebagai perempuan yang belum menikah.


Meskipun di jaman yang semakin gila dan urusan *+** sebelum menikah sudah bukan lagi jadi hal yang tabu, tetapi Hilda selalu mengingatkan Berliana juga Virly.

__ADS_1


Cinta tak selamanya indah.


Ketika akal sehat para perempuan yang dengan mudahnya memberikan harta berharga dengan dalih 'atas nama cinta', namun harus disadari juga. Semua kembali kepada takdir dan kehendak Sang Maha Kuasa.


Jodoh, Allah yang mengatur.


Meskipun cinta sama cinta, berjanji setia sehidup semati, saling menghargai dan menghormati satu sama lain, tetapi jika Allah berkata 'dia bukan jodohmu', semua itu sia-sia belaka.


Makanya Hilda mendidik Virly juga Berliana untuk tetap mempertahankan kegadisan mereka sampai pelaminan.


Ia ingin kedua putrinya memberikan harta berharganya di malam pertama kepada suaminya dengan halal dan tanpa dosa seperti dirinya di masa lalu.


Anak yang tak berdosa, harus menanggung kesalahan perbuatan orang tuanya seumur hidup. Hilda selalu dihantui rasa bersalah itu dan tak inginkan keturunannya melakukan hal yang sama.


"Bagaimana bisnis kuliner Virly?" tanya Gunawan setelah makan malam usai dan kini mereka duduk di ruang depan.


"Baik, Pa! Hanya saat ini semua di handle karyawan. Virly baru mulai aktif lagi ke toko beberapa hari ini."


"Tetap semangat dan yakin, bisnis kamu akan semakin berkembang dan besar."


"Aamiin...! Terima kasih banyak doanya, Pa!"


Gunawan bersyukur sekali. Virly maupun Kuncoro juga Berliana tidak ada yang mewarisi sifat buruk Eyang Uti mereka, yaitu Rihanna.


Gunawan mendengar kabar kalau Rihanna kini sedang terbaring sakit setelah kejadian terkuaknya kejahatannya selama ini.


Rihanna jahat karena tidak ingin ber-mantu-kan orang miskin seperti dirinya.


Rihanna tak peduli putrinya telah hamil karena perbuatan Gunawan.


Baginya, hanya orang kaya yang boleh masuk jajaran silsilah keluarganya.


Sapto termasuk ke dalam lingkungannya. Hingga dengan cara apapun Ia harus mendapatkan 'ikan kakap' seperti Sapto.


Beruntungnya Sapto juga sangat cinta pada Hilda. Tapi memang yang utama adalah karena Allah telah menjodohkan keduanya di dunia.


Cinta yang tumbuh perlahan, menghasilkan sebuah maha karya anak perempuan cantik jelita bernama Virly Rastanty.



Begitulah cinta. Bisa datang dan pergi sesuka hati. Bisa berubah-ubah sesuai keinginan Sang Pencipta.


Makan malam berakhir dengan indah meskipun tanpa keikutsertaan Kuncoro.


Karena Kuncoro sedang berjibaku dengan tugas pentingnya. Mengintai dan kini Ia memantau rental kayu yang dicurigai sebagai usaha pembuatan sabu-sabu terbesar di Asia Tenggara.


Hingga perlu sekali kehati-hatian dirinya dalam bergerak.


Ponsel Kuncoro pun dinonaktifkan dulu untuk beberapa hari. Ia sedang menjadi seorang pedagang mainan anak keliling. Dan di malam hari, Kuncoro menjadi seorang tukang ojek online yang menyamar menunggu orderan di sekitar wilayah target pengintaian.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2