(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 26 - Rendy Pergi Dari Rumah


__ADS_3

Pagi hari, Rendy sudah bangun. Semalam Virly terlihat gelisah dan Rendy sebenarnya mengetahui kegalauan Sang Istri.


Namun Rendy tidak ada keinginan untuk peduli.


Hatinya teramat sakit mendapati perlakuan dua perempuan cantik kakak beradik itu.


Dirinya merasa seperti boneka mainan yang dengan mudah disetting serta diatur sedemikian rupa oleh keduanya.


Virly dan Berliana membuat lemas hati dan jiwa Rendy Saputra.


Ternyata keduanya sama saja! Sama-sama perempuan gila yang dengan begitu mudah mempermainkan cinta!


Rendy mengambil dua stel pakaiannya. Ia sengaja membawa tas ransel untuk membawa semua kebutuhan untuk dua hari ke depan.


Pikirannya kalut, sehingga memutuskan ingin pulang dulu ke rumah Papanya yang hidup sendirian.


Terkesan bagaikan pecundang, memang. Tapi Ia merasa itu lebih baik daripada harus terus stay di rumah Virly dan merasa diri semakin kecil dihadapan dua kakak beradik itu.


Tanpa seteguk air apalagi sarapan pagi, Rendy hanya mencium pipi sang putra yang masih tertidur lelap.


Leo begitu pulas padahal ini sudah pukul lima dua puluh menit.


Rendy keluar kamar dengan pakaian rapi sembari menenteng sepatu ketsnya.


Tas ranselnya disandang dibahu.


Semua keperluan untuk kerja esok hari telah lengkap dibawanya. Termasuk sepatu pantofel hitam yang sudah seminggu ini menemani aktivitasnya.


Virly yang sudah bangun dari subuh dan sibuk menyiapkan sarapan terkejut melihat Rendy siap untuk berangkat pergi.


Sedangkan Berliana masih tidur di kamarnya.


"Mas?! Kamu..., mau kemana?"


Rendy hanya mengangkat bahu. Tak ada suara yang keluar dari bibirnya. Hanya tatapan mata dingin yang membuat Virly ikut membatu.


Keributan rumah tangga mereka ternyata berjalan agak lama untuk kali ini.


"Mas Rendy!"


Virly menangkap tangan Sang Suami.


"Biarkan aku pergi dulu untuk menenangkan hati juga fikiran!"


"Kemana?"


"Ke rumah Papa!"


"Mas!"


"Aku lelah, Virly! Kalian berdua sama saja. Sama-sama pendusta!"


Deg.


Dada Virly terasa sakit sekali. Seperti kena hantaman palu yang besar. Menyesakkan dadanya hingga akhirnya Ia melepaskan pegangan tangannya pada Rendy.


Tanpa banyak drama, Rendy pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


Hanya Virly yang termenung sendirian, duduk di kursi makan.


Hatinya kian menggalau.


Virly menyesal. Teramat menyesal.


Baru kini ia sadari, semua perbuatannya, semua tingkah lakunya bahkan yang dengan frontal menuduh Rendy ini itu adalah perbuatan yang salah.


Virly baru ingat, bagaimana dahulu Rendy di awal mereka dipertemukan Eyang Uti dan Neneknya. Dingin bahkan sepuluh kali lebih dingin dari yang saat ini sedang ia rasakan.


Mata Virly berkaca-kaca. Netranya merebak mengembunkan hawa panas yang tak tertahankan. Tetesan air itu pada akhirnya turun perlahan.


Rendy membenci Anna dan juga Aku! Dulu Rendy hampir gila karena Anna. Dan kini Aku tanpa sadar menghancurkan rasa percaya serta kemampuan dirinya dalam mencinta. Haruskah aku kehilangan dia? Suami yang selalu setia menemani hari-hariku bahkan di saat Aku sudah menyerah kalah untuk memikirkan cinta juga cinta?


Virly terisak pelan.


Ia tak ingin Berliana mengetahui kesedihan hatinya yang terdalam.


Virly kembali ke kamar. Tidur dengan hati dipenuhi rasa penyesalan. Karena telah memporak-porandakan jiwa Rendy yang sedang memahami cinta.


Kata orang, cinta itu buta. Benar.


Kata orang, cinta itu kadang tak pakai logika. Iya.


Virly yang memutuskan ulang kisah cintanya yang lalu. Berjanji sehidup semati dengan seorang pria yang bernama Kuncoro, anak seorang pejabat tinggi negara yang cukup terkenal.


Cita-citanya begitu melambung tinggi. Mengkhayalkan dilamar sang kekasih tepat di anniversary hubungan mereka yang menginjak tiga tahun.


Bahkan Virly mulai sering melihat-lihat stand wedding organizer untuk mengurus pernikahan Akbar-nya dengan Kuncoro.


Virly ingin pesta kebun ala-ala wedding artis ternama. Ingin mengundang banyak teman apalagi sahabat dan kerabat. Ingin agar orang tahu kalau dirinya adalah perempuan paling berbahagia di dunia. Memiliki kekasih hati yang seorang penulis novel best seller, digandrungi oleh remaja-remaja putri maupun para ibu rumah tangga yang setia menunggu kisah novel Kuncoro berikutnya.


Ternyata, harapan itu hanyalah khayalan Virly semata.


Kuncoro pergi. Hanya memberinya kabar lewat WhatsApp kalau ia ingin putuskan hubungan dan gagal naik ke pelaminan dengan Virly. Alasannya, kedua orang tuanya ternyata telah menyiapkan jodoh terbaik untuk putra tersayang mereka.


Bagaikan petir menyambar di atas kepala.


Virly lemas tanpa daya.


Ia bahkan sampai tidak punya kekuatan untuk melawan kekejaman Kuncoro dalam menghujaninya cinta yang bertubi-tubi lalu menghilang pergi tanpa perasaan lagi.


Menyesak dada Virly. Tangisnya pecah. Airmatanya tumpah.


Tapi Ia harus bisa menekan perasaan yang hampir ingin meledak. Matanya menatap ke wajah polos buah hatinya dengan Rendy.


Seperti mimpi, Virly bisa memulai kembali hidup yang baru dengan pria yang lebih muda lima tahun darinya.


Bahkan sampai memiliki buah hati yang sangat imut yang begitu Virly dan Rendy sayangi.


Teringat ketika dirinya dengan malu-malu menyodorkan sebuah benda kerja ajaib berwarna putih.


Ada dua garis biru di situ.


Dan mata Rendy kala itu terbelalak seolah tak percaya.


"Ini, ini...apa?" tanya Rendy berkali-kali.

__ADS_1


Virly tersenyum malu-malu.


"Aku, aku hamil, Mas!" jawabnya pelan sekali.


"Apa? Beneran? Ini beneran, Yang? Sungguhan ini? Bukan prank kan?"


Rendy yang mencecarnya banyak pertanyaan membuat Virly semakin malu hingga menundukkan kepalanya makin dalam.


Tiba-tiba tubuhnya terangkat ke atas. Rendy menggendongnya dengan pekikan teriak, "Alhamdulillah!"


Tawa mereka seketika menggema. Indah dan membawa beribu-ribu ratusan kebahagiaan.


Virly menyesal, baru kini ia sadar, kalau Rendy telah menyerahkan semua cintanya hanya padanya. Hanya untuk Virly seorang. Tidak ada perempuan lain, hanya dirinya yang telah membuka hati pria muda itu dengan menumpahkan kebahagiaan baru di dua bulan pernikahan mereka.


Rendy berubah sikap karena tidak bisa menekan perasaannya tatkala mengetahui kalau Berliana adalah adik kandungnya, Virly baru sadar kini.


Sikap Rendy yang sekarang berubah adalah caranya menanggulangi masalah hatinya dimasa lalu. Dan Virly semakin menyesal kini. Bukannya mengobati hati Rendy, justru tanpa sadar menambah retakan hati sang suami hingga semakin pecah berkeping-keping.


Bodoh kau, Virly! Bodoh sekali karena telah membuat Rendy sakit hati dan kecewa! Dasar perempuan bodoh!!!


Virly mengambil handphonenya. Lalu ia keluar rumah, menyadari kalau sang suami pergi tanpa membawa serta kendaraan roda empatnya.


Berarti Mas Rendy pergi naik angkutan umum! Dia lupa apa sengaja ya?


Ini hari minggu. Kemungkinan rumah Papanya ramai dikunjungi putra serta menantu dan cucu-cucu beliau.


Virly berinisiatif menyusul Rendy dengan membawa Leo.


Padahal hari ini adalah hari yang paling penting untuk karier patissier atau seorang pembuat kue.


Virly tidak peduli.


Yang kini Ia fikirkan adalah masalah rumah tangganya dengan Rendy harus diselesaikan hari ini juga.


Ia ingin minta maaf pada sang suami. Ingin bersujud, mencium punggung tangannya sambil memeluk erat-erat seraya berkata, "Jangan tinggalkan Aku, Mas! Mari kita lupakan semua yang terjadi di masa lalu! Itu hanyalah masa lalu. Yang penting sekarang adalah masa kini juga masa depan kita bertiga. Kau, Aku dan Leo, untuk selamanya!"


"Kak?! Ngapain sih Lo diluar bengong begitu?"


Berliana rupanya sudah bangun dari tidurnya. Melihat kelakuan Sang Kakak yang terlihat agak aneh berdiri di teras rumah dengan mata memandang mobil milik Rendy.


"Ann! Lo mau pulang kapan?"


"Lah? Gue diusir nih? Kenapa emangnya?"


"Gue mau ke rumah Papa mertua. Leo udah lama gak gue ajak main ke sana!"


"Bukannya Lo harus ke mall Ambassador ya? Ada event Bazaar khan? Brand kue Lo salah satunya kan?"


"Ada anak buah gue yang berkompeten! Urusan keluarga jauh lebih penting!"


Berliana tersenyum. Sang Kakak kini terlihat antusias tidak seperti semalam.


Cinta Virly pada Rendy, Berliana lihat dengan mudahnya. Mereka memang pasangan yang cocok. Begitu kata hati Berliana. Ada senang juga sedih. Tapi dominan rasa senang karena orang-orang yang Ia sayangi akhirnya mendapatkan kebahagiaan.


Berliana rela menderita. Rela berkorban asalkan orang yang dicintainya hidup bahagia.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


__ADS_2