(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 6 - Gegana


__ADS_3

Jantung Rendy serasa mau meledak. Berdebar-debar terus setiap kali matanya bersirobok menangkap sosok Berliana yang sesekali hilir mudik di hadapannya.


Seperti di saat makan malam kali ini.


Tiba-tiba Rendy serasa membeku karena Virly sang Istri justru memberinya tempat duduk tepat di depan meja makan dengan wajah Berliana sebagai view-nya.


Ya ampun, Virly! Kenapa aku harus kau beri tempat duduk menghadap Berliana? Bukannya menghadap kepadamu?


Begitu pula halnya Berliana. Gadis berusia 25 tahun itu nampak kikuk dan serba salah sehingga makannya terlihat tidak tenang.


"Kak! Hm... Gue bawa piring nasinya ke kamar aja ya? Itu Leo tidur sendiri, lupa gue kasih guling penjaga. Khawatir tidurnya motah, terus gelinding ke lantai!" tukas Berliana membuat Rendy segera bertindak lebih gesit.


"Biar Leo aku ambil!"


Virly dan Berliana saling bertatapan.


"Mas...!"


Virly hanya bisa mengangkat bahu melihat keposesifan suaminya pada putra semata wayang mereka.


"Begitu tuh! Sifat posesif bapak moyangnya yang kadang bikin gue sirik pengen juga diposesifin model begitu!" lapor Virly membuat Berliana tergelak.


Leo ternyata menangis ketika Rendy mengangkat tubuh mungilnya dari ranjang kamar yang akan Berliana tempati.


"Tuh khan?! Ish, Maaas..."


Akhirnya Virly yang turun tangan menenangkan Leo dengan sumpal buah dadanya yang terlihat kenyal.


Baik Rendy maupun Berliana sontak merona wajahnya. Virly membuat keduanya semakin tidak bisa mengkondisikan keadaan hati yang kian galau.


Delapan tahun lalu ...


"Ren..."


"Bo-boleh aku cium kamu?"


Wajah Berliana merona.


Perlahan pemuda yang kala itu berumur 17 tahun bernama Rendy itu mendekatkan wajah tampannya ke wajah Berliana.


"Re-Ren?"


Cup.


Tiba-tiba Rendy mendaratkan ciuman singkatnya tepat di bibir merah Berliana.


"Berlin..."


"Hm..."


Dug dag dig dug

__ADS_1


Dug dag dig dug


Jantung keduanya berpacu tak karuan.


Rendy yang melihat Berliana hanya tersenyum dan menunduk malu, mencoba kembali menguasai debaran jantungnya dengan menarik tubuh sang kekasih ke belakang bangunan gedung sekolah.




Gedung sekolah bagian belakang memang tempat yang paling asyik untuk mereka mojok.


Ciuman pertama mereka begitu berkesan. Lagi dan lagi.


Berawal dengan respon yang malu-malu kucing, justru semakin lama semakin membuat Rendy bernafs*.


"Berlin Sayang..."


"Rendy..."


Nafas-nafas saling memburu. Dengan bibir saling bertautan. Pesona kecantikan alami wajah Berliana menjadikan candu yang memabukkan jiwa Rendy.


Keinginan mengetahui lebih jauh lagi tentang sensasi ciuman yang baru pertama kali Rendy juga Berliana lakukan dan rasakan terus meninggi.


Rendy sering mendengar cerita-cerita dari pada temannya soal teori berciuman yang mengasyikkan. Dan kini adalah kesempatan pertama baginya untuk mempraktekkan.


Seperti khayalan yang pernah singgah di benaknya, rasa ciuman itu memang nano-nano.


Apalagi gadis manis pacar pertamanya itu teramat lugu dan juga polos tanpa banyak kata apalagi protes.


Berliana semakin membuat Rendy berani melakukan hal yang melewati batas.


Satu kancing kemeja putih sekolahnya berhasil Rendy lepaskan, hingga terlihat sedikit bagian dada Berliana yang putih mulus bak mutiara.


Rendy gemetar takut tapi mau. Rasa penasaran semakin membuat jiwa mudanya kian bergelora.


Tangan kanan pemuda itu perlahan menyusup. Merayap nakal setelah tatapan matanya bertemu dengan dua bola mata Berliana yang berbinar indah.


"Boleh ya? Please..."


Bisikan nakalnya tidak direspon negatif oleh sang pacar.


Semakin membuat Rendy berani hingga...


"Mas, Mas! Mas Rendy!"


"Oh, ah ehh, iya Sayang? Ada apa?"


"Makannya kok ngelamun? Cepetan, Mas! Anna mau beres-beres!"


"Gak koq, gak papa. Saya masuk kamar duluan ya Kak!?"

__ADS_1


"Cieee... hahaha. Saya ni ye hahaha...! Biasanya Elo gue, sekarang Saya. Hehehe... Sok imut deh si Anna ini depan laki gue!"


"Apaan sih Kak! Ish..."


Berliana yang malu-malu tampak semakin kikuk. Ia segera bergegas ke dapur menyimpan piring kotor bekas makannya lalu berlalu masuk kamar dengan diiringi tawa cekikikan Virly yang masih memangku Leo.


Rendy mengusap dahinya pelan.


Cuaca tidak panas, tapi mengapa keningnya basah oleh keringat. Membuat Rendy kegerahan.


"Mas, Mas..." kata Virly dengan suara pelan sedikit mendesah.


"A_apa?"


"Mau itu gak?" goda Sang Istri dengan mata genit menggoda Rendy.


Virly... kenapa sih? Ya Allah..., beneran ini perempuan bikin gue pusing tujuh keliling deh. Hhh... Aaarrrggghhh... Gue tau, ini kodenya kita buat bercocok tanam. Ya gue mau lah! Ini udah seminggu belom dapat jatah. Dan sebelum si Berliana datang, gue emang ada rencana mau nagih jatah mingguan nengok sawah. Ufffhh...



Sementara Berliana menggaruk kepalanya kesal.


Hatinya dongkol namun tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya berusaha mengikuti alur permainan yang sedang Rendy dan Ia perankan.


Kenapa kita harus menutupi semuanya dari kak Virly? Toh namanya suami istri itu harus saling jujur, bukan? Kenapa si Rendy ga cerita soal hubungan pertemanan kita dimasa lalu? Apa Kak Virly gak pernah ngobrol tentang sekolah sama suaminya? Memangnya si Rendy ga pernah cerita masa-masa sekolahnya dulu? Jadi kak Virly gak tahu sekolah SMA Rendy itu dimana? Dasar deh. Bikin emosi jiwa aja!


Tiba-tiba Berliana penasaran dan mengintip pasangan suami istri yang masih terlihat duduk di ruang tengah sambil bercengkrama.


Mata Berliana mengerjap.


Kedua bola matanya membulat, tatkala melihat tangan kanan Rendy asyik seperti sedang memetik buah pepaya mengkal sebelah milik istrinya.


Ya ampun, Tuhanku!!! Mataku ternoda!!!


Jerit batin Berliana kesal.


Kembali teringat betapa indahnya ciuman pertamanya bersama Rendy di masa sekolah.


Rendy...


Rendy, apakah kau masih mengingat masa lalu kita? Apa hanya kebencian saja yang kau tanam dalam hatimu yang terluka karena aku?


Berliana meminta maaf dari hati terdalam untuk Rendy Saputra, pacarnya tujuh tahun yang lalu.


Berharap Rendy tak lagi menyimpan kekecewaan apalagi dendam padanya.


Dirinya masih butuh sang Kakak untuk memulai hidup baru di kota ini.


Rencananya Berliana akan segera pindah setelah ia berhasil masuk kerja dan mulai dapat penghasilan hingga bisa menyewa sebuah kamar kost-an.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน BERSAMBUNG ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


__ADS_2