(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?

(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
JYT BAB 71 - Menjelang Hari Bahagia


__ADS_3

Waktu bergulir, pertemuan keluarga Berliana dan Kuncoro selanjutnya diadakan lagi.


Kali ini semua telah clear dan masing-masing pihak telah menerima keadaan apapun dengan lapang dada.


Masa lalu yang suram, mereka tutup lembarannya dengan kisah yang baru.


Berharap kehidupan selanjutnya akan jauh lebih baik dengan jalan cerita yang pastinya diridhoi Allah SWT.


Kuncoro terpana melihat Berliana dengan pakaian gamis putih serta hijab yang menutup rambut hitam indahnya.


Cantiknya... Gumamnya dalam hati.


Teringat pertama kali Ia melihat sosok Berliana berpakaian seragam SMA. Kala itu Kuncoro sedang main ke rumah kediaman keluarga Virly yang masih di ibukota belum pindah ke Jogjakarta.


Berliana yang imut dan manis tetapi pemalu ketika harus berjabatan tangan dengan Kuncoro yang saat itu adalah kekasih Virly.


Kini gadis remaja itu ternyata adalah jodoh yang Tuhan berikan untuk Kuncoro. Bukan Virly Rastanty gadis yang dipacarinya. Takdir Tuhan memang aneh bin ajaib.


Virly juga terlihat cantik dengan gaun kaftan panjangnya. Sangat anggun mempesona.


Keluarga besar Kuncoro yaitu Angkasawan, Talitha serta Gunawan dan Maura datang mendampingi Kuncoro yang tampan dengan setelan batik resminya.


Sementara keluarga Sapto yang berkumpul semua termasuk Rihanna yang sikap serta sifatnya yang kini jauh berubah menerima kedatangan keluarga Kuncoro dengan santai walaupun kini agak resmi.


Talitha tak dapat berkata-kata.


Kehadirannya adalah yang kedua kali bertemu dengan Hilda juga Sapto. Kala itu, ketika Kuncoro dan Virly melangsungkan pertunangan.


Kini justru mereka bertemu kembali untuk melamar dan membawa seserahan untuk putri kedua Hilda dan Sapto yaitu Berliana.


Sontak saja Angkasawan dan juga Talitha pucat pias tak dapat berkata-kata.


Keduanya hanya saling bertatapan, memberi kode lewat pancaran mata. Betapa lucunya nasib serta takdir anak adopsinya itu.


Gunawan juga Kuncoro memang tidak menceritakan secara detail kepada pasutri yang sama-sama sibuk di dunia politik itu perihal asal-usul kisah Kuncoro Berliana juga Virly.


Biarlah semua menjadi kisah masa lalu yang telah usai dan jangan diungkit lagi.


Virly sendiri kini sudah tersenyum bahagia. Disampingnya duduk Rendy yang memangku Leonardo Saputra putra mereka.


Acara seserahan pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan sesekali diselingi guyonan dari MC yang memandu acara sederhana itu.


Berliana dan Kuncoro kini telah melewati setahap menjelang pernikahan. Rencananya prosesi ijab kabul akan digelar akhir bulan ini. Semua sudah bergerak cepat termasuk mendaftarkan berkas-berkas calon kedua mempelai ke Kantor Urusan Agama setempat.


Berliana dan Kuncoro terlihat lebih lega karena ketakutan mereka kalau perhelatan ini mendapat ganjalan tidak terbukti.


Hilda dan Rihanna justru terlihat sangat antusias mendukung hubungan keduanya hingga jenjang berikut yakni hari pernikahan.

__ADS_1


Hilda bahkan tak henti-hentinya menebar senyum manis membuat Gunawan lega.


Putra mereka akan segera menanggalkan status lajangnya.


Tentu saja Gunawan maupun Hilda akan menjadi orang yang paling berbahagia termasuk juga Sapto dan Rihanna.


Sapto tidak pernah mempermasalahkan masa lalu Hilda.


Rihanna juga tak kalah antusiasnya.


Padahal Rihanna-lah yang paling frontal dan sangat dikhawatirkan menjegal acara pertemuan dua keluarga besar Gunawan dan keluarga besar Sapto.


Semua senang, terlebih lagi Berliana dan Kuncoro.


Kini mereka bersiap-siap untuk menuju hari bahagia, yaitu hari pernikahan yang tinggal menghitung hari.


.............


Kuncoro dan Berliana bergerak cepat.


Keduanya sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara pernikahan nanti.


Gedung sudah dibooking. Katering juga sudah ada yang handle. Begitu juga untuk pakaian seragam dua keluarga, sudah diatur oleh Virly dan Maura. Termasuk seragam Bridesmaids dan groomsmen.


Tinggal pakaian pengantin dan juga MUA yang belum Berliana tentukan.


"Kemana kita, Bang?" tanya Berliana pada calon suaminya.


"Aku sih terserah Anna. Mau cari MUA yang mana aja, it's okay!"


Berliana tersenyum manis. Semakin bingung ketika Kuncoro justru mengatakan hal itu.


Entah mengapa, disaat hari pernikahannya telah tiba, justru isi kepala Berliana seolah kosong. Kopong blank tak tahu harus berbuat apa.


Padahal dulu ketika usianya masih muda, begitu banyak khayalan dan impian Berliana tentang konsep pernikahannya.


Tapi kali ini, justru berjalan tanpa rencana sama sekali.


Awalnya, ia menerima pinangan Pak Gunawan untuk segera menikahinya.


Semua karena permasalahan yang membelit rumah tangga Virly Rastanty.


Ia bahkan tak memimpikan pernikahannya digelar secara normal apalagi megah dan besar-besaran. Cukup ijab kabul dan sah menjadi suami Gunawan, CEO Matta Network yang disodorkan Maura setiap saat di kamar kost-annya.


Ternyata keadaan berubah dengan begitu cepatnya.


Sungguh tiada Berliana duga.

__ADS_1


Kini Ia telah menerima pinangan Kuncoro bukan Gunawan. Yang akan bersanding dengannya di pelaminan adalah putranya, bukan Papanya.


Berliana merasa dirinya masih berada di alam mimpi. Antara sadar dan masih setengah sadar.


"Anna...?!"


"Ah ya, hehehe... Maaf Bang, Anna jadi melamun!"


Berliana segera memberikan alamat rumah make up wedding organizer yang akan Ia temui hari ini bersama Kuncoro, calon suaminya.


"Oh, di daerah ini!" tutur Kuncoro dengan wajah serius.


Seketika Berliana menatap wajah pria yang sebentar lagi akan jadi suaminya itu.


Tuhan, inikah pria tampan yang akan menjadi pendamping hidup sepanjang usiaku? Sanggupkah kami menjalani biduk rumah tangga ini hingga maut yang memisahkan? Dapatkah cintanya hanya untukku seorang saja? Tuhan... Kumohon keberkahan-Mu untuk rumah tangga kami kelak. Aamiin...


"Kenapa, Anna? Apa... ada sesuatu di wajahku?"


"Ada."


"Apa?"


"Cinta yang mulai tumbuh bersemi di dalam hatiku!"


"Hahh? Hahaha... hahaha, ya ampun Anna! Bisa-bisanya kamu gombalin Aku dengan rayuan mautmu itu. Aaah,... jantungku sakit!"


"Kenapa, Bang?" sontak Berliana terkejut. Kuncoro memegangi dada kirinya dan terlihat seperti sedang menahan sakit.


Berliana mendekati Kuncoro dan ikut memegangi dada pria tampan itu.


"Kenapa? Jantungmu kenapa?" tanya Berliana lagi.


"Kena panah asmaramu tepat di ulu hati!" jawab Kuncoro membuat Berliana cemberut mencucut.


"Ish dasar! Anna kirain beneran!" katanya sambil menepuk pangkal lengan Kuncoro namun segera ditangkap oleh jemari kekar sang pujaan hati.


"Anna...! Seperti mimpi, dua minggu lagi kita akan menikah!"


Mata Berliana mengerjap. Ia mengangguk pelan dengan bibir menyunggingkan senyuman malu-malu kucing.


"Anna...! Aku ga bisa tidur dengan baik sejak hari lamaran itu! Aku, sangat menantikan hari pernikahan kita!"


Aku juga sama, Bang! Aku bahkan masih tidak percaya, kalau sebentar lagi kamu akan jadi suamiku. Mungkin seperti ini yang Kak Virly rasakan ketika ia akan menikah dengan Rendy beberapa tahun yang lalu!


Pernikahan bukanlah suatu akhir. Melainkan awal dari perjalanan hidup seseorang menuju kedewasaan. Baik itu secara berfikir, bersikap, maupun bertindak.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2