
Virly dipindahkan ke kamar rawat inap kelas dua.
Ia mulai merasakan sakit di bagian belakang tulang punggungnya serta persendian kaki kanannya.
"Hik hiks..."
Ia menangis setiap kali mengerakkan anggota tubuhnya.
"Sakit, Mas!" eluhnya lirih.
"Sabar."
Seperti yang difikirkan Berliana, Rendy memang pria sejati yang baik dan tulus. Dengan penuh hati-hati dan kelembutan Ia menjaga Virly tanpa ucapkan keluhan.
Virly kembali teringat saat Ia hendak melahirkan Leo. Habis leher dan tangan Rendy penuh cakaran dan cubitannya menahan kesakitan.
Rendy tak menolak bahkan tetap berdiri di sampingnya sampai sesosok bayi mungil lahir ke dunia dan airmata terlihat tumpah ruah bleberan saking terharunya.
Menghangat seketika hati Virly mengingat itu.
"Mas..."
"Ya?"
"Cintakah kamu padaku?" tanya Virly membuat Rendy gemas. Ini adalah pertanyaan yang sama untuk ketiga kalinya dilontarkan Virly padanya.
Rendy mendekat.
Merenggut wajah oval sang istri dan menatapnya lekat.
"Menurutmu? Sebucin apa Aku padamu?" goda Rendy membuat hati Virly berbunga-bunga.
"Tunggu! Jawabanmu ambigu, Mas! Aku butuh kepastian!" sela Virly tidak mau geer terlalu dini.
"Yassalam... ampun deh ah!"
Rendy tertawa kecil. Telapak tangannya menepuk dahi dan merebahkan kepalanya di atas ranjang Virly.
Mas... Aku cinta padamu. Aku sayang padamu. Bisakah kamu lupakan Anna dan hempaskan dia dari hatimu?
Virly kembali melemah mentalnya.
Tapi Ia tak ingin memperlihatkan kecemburuan serta rasa khawatirnya yang teramat besar. Ia hanya ingin rumah tangga yang semula diragukan itu bertahan sampai selamanya. Sampai akhir hayat dikandung badan. Sampai mati dan dihidupkan kembali di surga nanti. Itu doa dan harapan Virly.
Rendy menatap wajahnya dengan senyuman khasnya yang memabukkan Virly.
Ya Allah! Aku sungguh jatuh cinta pada suamiku! Buatlah Ia juga lebih jatuh cinta lagi kepadaku!
__ADS_1
Tiba-tiba air mata Virly jatuh tepat di atas pipi Rendy.
"Sayang... Kenapa?" tanya Rendy kembali cemas.
"Punggungnya sakit? Kakinya kram? Mau kubantu pijat pelan?" tanya Rendy lagi semakin membuat Virly senang sekaligus sedih.
"Assalamualaikum!"
Pintu ruang inap dibuka seseorang. Tersembul wajah cantik Berliana dengan tangan menenteng tutebag warna pink.
Ruang opname Berliana diisi oleh tiga orang pasien. Masing-masing ranjang ada pasien. Dan Virly menempati ranjang tepat di dekat pintu kamar. Sehingga ia dengan mudah dapat melihat wajah-wajah siapapun yang keluar masuk kamar.
Mau apa sih cecunguk itu datang kemari?
"Kak!"
Berliana tersenyum lebar melihat wajah Sang Kakak yang terlihat baik-baik saja.
"Berisik!" omel Virly pada Berliana.
Rendy hanya melengos melihat kedatangan Berliana. Dan mimik wajahnya terus dipantau Virly diam-diam.
Kamu pasti gugup ya Yang? Pacar kesayanganmu datang menjenguk Aku tanpa bilang-bilang! Cih, pintarnya kalian bermain bersandiwara!
Berliana merengkuh bahu Virly, tapi ditolak kasar oleh kakaknya itu.
"Jangan! Punggung gue sakit!"
"Bodo amat! Emang gue pikirin!"
Rendy sengaja memberi ruang lebih lebar untuk kakak beradik itu saling melepaskan kerinduan. Perlahan Ia melipir dan pamit keluar kamar pada Virly, istrinya.
"Yang, aku keluar dulu ya? Mau ngerokok!"
Virly mengangguk. Hatinya senang, Rendy seperti menghindar dari Berliana.
Kuharap ini bukanlah permainan kucing-kucingan kalian, Mas!
Berliana menatap sekilas punggung Rendy yang terlihat bidang dari belakang. Hal sekecil itupun tidak luput dari pantauan Virly.
"Suamiku makin keren memang. Dan kebucinannya juga semakin menjadi!" kata Virly seolah ingin memanasi hati Berliana.
"Emang! Gue udah tau koq dari pertama ketemu kalian!" timpal Berliana cuek.
Tapi kali ini Berliana langsung tersadar, kalau sang kakak sudah mengetahui Rendy dan dia dulunya adalah sepasang kekasih.
"Kak! Lo ga lagi jutekin gue kan?"
__ADS_1
"Maksud Lo?"
"Lo ga lagi cemburu sama gue khan?" tegas Berliana membuat Virly membelalak.
Jelas gue cemburu, anjirrr! Lo pelukan sama laki gue! Lo nyaman dan pura-pura nangis didekapan Rendy yang menghangatkan! Lo punya hati gak sih? Dan gue cuma diam, ga bisa dan belum berani jor-joran marahin kalian! Bahkan gue kecelakaan juga karena terkena imbas dosa kalian yang pergi berduaan tanpa sepengetahuan gue!!!
Amarah Virly hanyalah ada di dalam hati.
Ingin sekali diluapkan tapi dirinya tak mampu.
Andaikan Ia gegabah mengambil langkah, Ia khawatir justru Rendy akan mudah melenggang pergi. Dan Berliana tertawa bahagia.
Anna!! Please, Anna! Gue ini Kakak Lo! Sadarlah! Rendy itu suami gue! Bapak dari putra gue semata wayang. Papanya Leo Saputra. Dan asal Lo tau, Leo itu yang kasih nama Rendy! Kita nonton dua film Leonardo Dicaprio disaat gue hamil. Dan dia kepengen anak laki-lakinya dikasih nama Leo karena gue nge-fans aktor tampan keren itu!
Virly menghela nafas.
"Bukannya itu cuma masa lalu? Dan sekarang adalah Rendy itu Papanya Leo!"
Kini Berliana hanya menelan ludahnya saja.
Sinaran bola matanya tampak meredup sebentar. Tapi Virly kadung melihat.
Nyesek khan Lo? Nyesek khan, liat Rendy bahagia sama gue? Haruskah Lo jadi orang ketiga di antara pernikahan gue sama Rendy yang sudah bahagia? Sadarlah, Anna! Lo tuh cantik! Lo bisa dapetin cowok yang lebih tampan, lebih menarik dari Rendy! Lo dulu yang ninggalin Rendy tanpa perasaan! Lo buat Rendy jadi kacau balau kehidupannya. Dan kini Lo datang dan berusaha kembali merebut hatinya? Ga, Anna! Itu ga akan terjadi! Ga akan gue biarkan Lo buat gangguin hidup kita! Walaupun Lo adek kandung yang dulunya begitu gue sayangin!
Berliana mengeluarkan isi dari dalam tutebag yang tadi di bawanya.
"Ini, gue beliin sponge cake rasa keju original!"
Dada Virly berdegub kencang. Berliana masih mengingat jelas kue favorit Rendy. Karena kue itulah Virly bisa meluluhkan hati Rendy dan mendapatkan senyuman manis pria muda itu diawal pernikahan mereka.
Yassalam, Anna! Jadi Lo beneran ngajak perang sama gue buat dapetin Rendy lagi? Itu apa maksudnya? Sogokan cinta yang manis buat laki gue? Atau... kode biar laki gue kembali terjerat cinta palsu Lo?
Virly benar-benar terlilit kubangan pikiran buruknya tentang Berliana dan Rendy.
Hatinya semakin panas menjadi-jadi.
Sedangkan Berliana justru tidak punya pikiran negatif apapun pada Sang Kakak yang begitu disayanginya sedari kecil.
"Setelah Lo pulang dari rumah sakit, gue nginep deh beberapa minggu di rumah Lo Kak! Biar bisa bantuin Lo kalau-kalau butuh bantuan gue, gitu!"
"Ga perlu! Gue gak butuh bantuan Lo, Ann!"
Seketika Berliana menyadari kecemburuan Virly yang cukup besar padanya.
Kak?!? Apa Lo beneran cemburu sama gue? Apa kejadian Lo kecelakaan ada hubungannya sama gue dan Rendy? Lo ngikutin kita kah? Stalking-in kita sampe Lo nabrak tanggul trotoar dan mobil yang Lo bawa jungkir balik?
Keduanya bertatapan lama.
__ADS_1
Ada kilatan diantara tatapan mereka. Kilat kemarahan satu sama lain yang hanya mereka berdua yang tahu maksudnya apa.
BERSAMBUNG