
Hembusan angin menerpa wajah indah Amberly yang sedang berdiri di sebuah taman dengan tangan terbuka lebar menikmati dingin malam ini.
sebuah earphone terpasang di telinganya tapi tak seorangpun yang menyadari hal itu karena rambut pelanginya yang tergerai.
"Lakukan seperti rencana awal!"ucap Amberly masih tetap diposisi yang sama.
"......"
"hmm... dalam setiap yang kita lakukan pasti memiliki resiko."
"....."
"Jangan terima lagi job dan fokuslah pada latihan kalian karna tak lama lagi kita akan sampai pada puncaknya." ucap Amberly.
"...."
"ya. pada malam itu akan menjadi malam paling membahagiakan bagiku atau malah sebaliknya, aku siap dengan segala kemungkinan."
"...."
Akhirnya mata Amberly terbuka dan dihadapannya sudah ada Gio yang entah sejak kapan berdiri disana.
"Apa sebenarnya yang ada di pikiranmu Amberly? aku masih tidak menyangka kalau gadis yang dulunya sangat imut akan berubah seperti ini." kata Gio dengan nada rendah.
Gadis imut yang dulu menolongnya saat jatuh dari motor benar benar telah berubah, ia seperti melihat orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
"Kau akan melakukan seperti yang aku lakukan jika berada di posisi ku."ucap Amberly lalu memutar tubuhnya meninggalkan Gio.
Gio menatap punggung kecil yang menanggung banyak beban itu hingga punggung itu tak terlihat lagi.
.
.
.
"*Ad lihat aku bawa ini loh." dengan senyuman cerah seorang gadis berlari mendekati seorang pemuda yang masih berbaring diatas sofa.
__ADS_1
"Apa itu sayang ?"pemuda itu pun menyambut kedatangan gadis itu tak kalah antusias.
dengan masih memakai rok abu abu dan baju putih sekolahnya gadis itu membuka sebuah sterofom.
Saat dibuka tampaklah sebuah kue berwarna biru langit dengan tulisan yang sedikit acak acakan diatasnya.
HBD SAYANGNYA LEONARD
itulah tulisan yang ada di kue mungil itu dengan love di sampingnya.
"Wah ini bagus sekali loh sayang kamu memang pintar deh, nggak salah aku suka sama kamu."ucap pemuda yang dipanggil Ed tadi sambil mencium pipi Leonard.
"Ayo kita tiup lilin ku juga bawa lilinnya loh."gadis itu memamerkan dua buah lilin berbentuk dua dan juga nol.
Lalu ia meletakkan lilin itu di tepi kue dan menghidupkannya.
Keduanya pun menyanyi lagu selamat ulang tahun dan terakhir pemuda itu meniup lilinnya.
pemuda itu langsung memeluk gadis itu dengan penuh cinta.
__ADS_1
"eh eh ehh ini nanti kena baju loh sayang, lepas dulu ih aku mau letakan kuenya."ucap gadis itu menjauhkan kue dari baju mereka.
Bukannya melepaskan pemuda itu malah semakin erat memeluk gadisnya seakan tak ada hari esok lagi untuk dia melakukan hal itu.
"Aku sayang kamu... sangat sangat sayang."ucap pemuda itu tanpa melepas pelukannya*.
"ahkkkkkkk."Arm memekik kesakitan memegang kepalanya.
Ia langsung terbangun karna rasa sakit di kepalanya membuyarkan mimpi indah yang langsung kacau saat ia terbangun.
Arm langsung mengambil botol obatnya di dalam kantong celana dan mengambil satu pil lalu menelannya.
"Kenapa obatnya tidak berkerja lagi." tak seperti biasanya obat ini sekarang sama sekali tidak berfungsi, sudah lebih dari tiga hari ia merasakan sakit kepala yang tak berhenti henti.
"Siapa orang yang ada di mimpiku itu?"
.
.
.
bersambung
salam hangat dari author 😘
__ADS_1
Jangan lupa baca novel author yang lainnya
insyaallah seru seru kok🙂