
Panggilan nona di depan nama Nona Zika adalah sebuah panggilan yang diwajibkan oleh tuan Adrian dulu.
Sebab Tuan Adrian merasa kalau dengan orang memanggil dengan Nona Zika, putri satu satunya akan lebih dihormati dan juga agar Nona Zika lebih menjaga citra sebagai nona di keluarga Altarik.
Dibalik sifat tuan Adrian yang melakukan semua hal demi mendapatkan kekuasaan bahkan sampai membuat orang lain menjadi imbasnya tapi ia bisa menjadi ayah yang baik buat anak anaknya.
Baik Arm maupun Nona Zika mendapatkan kasih sayang yang sangat cukup dari tuan Adrian meskipun itu tidak sering.
Tapi yang pasti tuan Adrian selalu ada disaat putra putrinya sedang membutuhkan dirinya.
Terkadang kita tidak bisa melihat setiap hal hanya dengan sebelah mata saja sebab kita tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.
Suatu tokoh menjadi antagonis dalam sebuah cerita pasti ada alasan dibalik ia bersikap jahat pasti ada alasan ia harus melakukan itu semua.
Cara pandang kita sangatlah mempengaruhi bagaimana kita melihat seseorang.
.
__ADS_1
.
.
"Kamu tidak akan paham bagaimana sakitnya saat mata kita sendiri melihat orang yang paling disayang mati bunuh diri."ucap Nona Zika dengan air mata yang tak berhenti turun.
"Bukankah kamu dapat mendengar segala kejahatan yang ayah mu lakukan dan aku rasa kamu bukanlah orang bodoh yang terus mengelak kalau ayahmu tidak bersalah, sadarlah nona Zika! ayahmu memang pantas mendapatkan itu semua."ucap Gio dengan penuh penekanan.
Kata kata yang diucapkan oleh Gio seperti busur panah yang mendarat langsung pada dada Nona Zika.
Sakit? tentu saja!!
Sang ayah dijelek jelekkan walaupun yang dikatakan oleh Gio adalah sebuah kebenaran tapi mau gimana lagi ia masihlah seorang anak yang menyayangi sang ayah dan tentu saja ia tidak terima kalau ayahnya di jelek jelekkan.
Seakan ada sebab dinding besar yang menahan air matanya dan membuat hatinya menjadi terasa sakit.
"Aku memang tidak merasakan itu tapi jika aku berada di posisinya maka aku tidak akan pernah melakukan hal keji itu, membunuh seorang wanita dan juga anaknya hanya karena ditolak."ucap Gio sambil geleng geleng kepala.
Nona Zika pun menatap tajam ke arah Gio yang berada di samping kursi tempat ia diikat.
__ADS_1
"ya kau memang tidak merasakan hal itu dan aku harap kau tidak akan pernah merasakan itu, teruslah menjadi budak dari orang lain."ucap Nona Zika dengan suara rendah tapi begitu menusuk.
Gio pun langsung menghadap kearah nona Zika tampak jelas kalau rahang pria itu mengeras dan juga menatap tajam kearah Nona Zika.
Nona Zika yang ditatap tajam kayak gitu pun tak merasa takut, ia malah menatap tajam balik Gio.
"Sakit bukan?"tanya nona Zika sambil tersenyum miring.
"sakit bukan? ketika ada seseorang yang menjelekkan dirimu? sakit bukan ketika orang menghina apa yang kamu lakukan? sakit bukan?"tanya Nona Zika lagi.
Gio tak mengatakan apapun tapi ia menyadari kalau perkataan dia tadi sudah menyakiti hati gadis yang diikat di kursi itu.
.
.
.
bersambung.
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙