
"Jangan bertindak gegabah atau kau akan mati karena kebodohanmu sendiri, Alex."ucap Leonard menatap tajam Alex.
Alex tersenyum meremehkan Leonard, mata Alex menatap Leonard dari bawah keatas dengan pandangan merendahkan.
"jangan bertindak sok hebat, kau hanya seorang wanita lemah juga gila karena kehilangan kekasih."ucap Alex menghina Leonard.
Leonard hanya tersenyum miring lalu dengan cepat ia memukul tangan Alex dan menusukkan ujung rokok yang berapi itu ke mata Alex.
Gerakan Leonard sangat cepat dan juga tidak terduga hingga Alex tak bisa mengelak.
"AKKKKHHH."Alex berteriak kesakitan memegang mata kirinya yang terkena ujung rokok berapi.
Tak ada yang bisa mengambil tindakan sebab Leonard sedang duduk di pangkuan Arn yang merupakan kepala keluarga Altarik, orang yang memiliki kuasa paling besar di sini.
Dan yang mungkin bisa mengambil tindakan adalah Tuan Adrian tapi dia masih tetap diam memperhatikan situasi.
"Bawa Abang mu keluar Kery."ucap Abizard dengan tenang.
Alexa pun dengan patuh membawa Alex keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Hanya tersisa 10 orang dalam ruangan itu.
"Sebanarnya apa yang kau inginkan Nak? jangan melakukan hal yang tidak masuk akal seperti ini, lebih baik kamu katakan tujuan kamu datang kemari."ucap Anka dengan suara yang begitu ramah tak lupa dengan senyuman menyejukkan hati.
Mata Leonard pun beralih menatap ke arah Anka yang berada disampingnya juga.
Leonard menegakkan tubuhnya kedua tangan saling menggenggam diletakkan diatas meja, wajah Leonard berubah serius.
"Sudah tujuh belas tahun aku menunggu hari ini, sudah tujuh belas tahun aku menunggu untuk mengambil semuanya yang merupakan milikku, dan hari ini aku akan membalaskan segala dendam atas kematian keluargaku karena kalian."ucap Leonard.
Leonard kembali tersenyum, lalu tatapannya beralih ke arah tuan Adrian lalu beralih ke Abizard.
"Apakah kalian merasa ada membunuh dua orang ibu dan anak?"Tanya Leonard pada Adrian dan Abizard.
Dahi Rain semakin berkerut tak paham dengan maksud ucapan dari sang ibu, sungguh ia sama sekali tak tau cerita tentang keluarga.
__ADS_1
Mata Abizard pun beralih menatap ke arah Rain dengan pandangan terkejut begitu juga dengan Adrian.
"Sudah ingat?"tanya Leonard masih dengan senyuman manis.
Setelah Leonard mengeluarkan pertanyaan itu tak ada lagi yang mengeluarkan suara, hening dengan suasana yang semakin mencekam.
"Karena ditinggal oleh calon istri membuat dendam tumbuh dalam diri seorang Tuan Adrian yang terhormat, sehingga ia membunuh wanita itu sepuluh tahun kemudian dengan sadis."ucap Leonard menatap tajam kearah Adrian.
Semua orang menatap kearah Adrian dengan pandangan tak percaya, ia pikir Adrian adalah orang yang paling bersih di antara mereka tapi ternyata dialah yang paling parah.
"Sudah ingat? atau masih pura pura tidak ingat? atau kau mungkin meminum obat penghilang ingatan yang kau berikan kepada kekasihku?"tanya Leonard dengan alis naik.
Tuan Adrian masih tetap diam dan tak merasa terganggu dengan tatapan banyak orang yang menatap kearahnya dengan pandangan tak percaya.
"Bukan itu saja 25 tahun kemudian kau juga membunuh anaknya bukan? hanya karena masih tak puas dengan pembalasan dendam yang kau anggap belum sepadan dengan malu yang kau terima?"
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 💙