
Nona Zika berjalan lesu menuju setelah keluar dari mobil. Sudah lebih dari seminggu dia mengurus perusahaan yang dimiliki keluarga Altarik membuat dia menjadi tak ada kesempatan untuk bermain lagi.
Saat pulang kerja ia akan merasa capek dan berakhir di kasur.
Mata nona Zika tak sengaja menangkap siluet orang yang sudah lama tidak ia lihat sedang meloncat dari atas pagar.
Nona Zika langsung memutar tubuh dan menatap lama memastikan itu Amberly atau bukan, tapi ternyata itu benar Amberly.
"Amberly!!"teriak Nona Zika ada Amberly.
Amberly yang sudah berada di tanah pun langsung menatap ke arah orang yang memanggil.
Manik hitam itu tampak terkejut melihat nona Zika tapi ia kembali menormalkan ekspresi wajahnya.
Amberly berjalan mendekati nona Zika dengan santai.
__ADS_1
"Kamu dari mana?"tanya nona Zika menatap Amberly penuh selidik.
"hehehehe, rokok aku habis jadi tadi aku beli dulu di kedai yang di depan jalan tu."tanya Amberly.
"Benarkah? mana rokoknya?"tangan Nona Zika menengadah meminta bukti.
Amberly tersenyum lalu ia mengeluarkan sebungkus rokok dan juga mancis dari saku celana.
Lalu Amberly memberikan pada nona Zika.
Nona Zika memperhatikan bungkus rokok itu dengan seksama mana tau ada orang yang mengirim surat dengan menggunakan itu, karena dalam keluarga Altarik semua bodyguard tidak boleh menggunakan ponsel pribadi.
Setelah merasa tidak ada yang mencurigakan Nona Zika mengembalikan rokok itu pada Amberly.
"Jangan merokok terus, itu tidak baik untuk tubuh kamu dan kamu juga akan susah punya anak."ucap nona Zika menasehati.
"Tak usah khawatir aku tidak akan punya anak."ucap Amberly sambil memasukkan kembali rokok kedalam kantong celana.
"Kenapa kmu bilang seperti itu?apakah kamu mau menjadi perawan tua?"tanya Nona Zika menggoda Amberly.
"Memang iya."jawab Amberly sarkas membuat raut wajah nona Zika berubah.
"Kau benar benar tidak mau membuka hatimu untuk seorang pria Amberly?"
"Aku dulu pernah mencintai seseorang hingga akhirnya maut pun memisahkan kita. Aku sangat mencintai dia hingga hanya ada nama dia di hatiku dan tidak akan pernah tergantikan."ucap Amberly tersenyum.
Tapi dalam mata Nona Zika itu adalah sebuah senyuman yang menutupi seribu luka yang menganga.
__ADS_1
"Tak ada yang tidak mungkin Amberly, cobalah menerima orang baru maka kamu akan kembali mendapatkan kebahagian itu lagi."ucap Nona Zika mengelus pundak Amberly.
"Semoga saja."ucap Amberly.
"Aku mau masuk dulu, lelah menjadi pekerja keras nih."ucap Nona Zika lalu kembali berjalan lesu memasuki mansion.
Amberly menatap kepergian Nona Zika dengan senyuman yang perlahan lahan menghilang dan digantikan oleh wajah datar.
"Orang yang mirip semuanya sama dia saja tidak bisa menggantikan dia, apalagi orang baru."ucap Amberly menggeleng geleng lalu ikut masuk ke dalam rumah karena hari sudah malam.
Sedangkan di sebuah mobil yang berada di belakang mobil nona Zika ada Arm yang sedari tadi mendengar semua percakapan Amberly dengan nona Zika dan ucapan Amberly terakhir kali pun ia dengar dengan baik walaupun suara Amberly kecil.
"Yang mirip dengan Dia?"Arm dahi Arm berkerut memikirkan maksud ucapan terakhir Amberly.
Arm rasa Amberly memiliki sangkut paut dengan semua hal yang terjadi dalam hidupnya.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 💙