ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 62


__ADS_3

Manik mata kelabu Rain menatap kearah pintu yang terbuka dan nampak sosok Brain dengan wajah kusut berjalan kearah Rain.


Saat ini Rain sedang bersandar di kepala kasur sambil menonton flim tapi melihat Brain yang berwajah kusut Rain pun mematikan handphone lalu diletakkan di samping bantal.


Dengan lesu Brain membaringkan kepala di pangkuan Rain dengan kaki yang menggantung di ujung kasur.


Brain membenamkan wajahnya di perut Rain dengan lembut agar tidak melukai Rain yang masih dalam pemulihan.


Rain tak menanyakan apapun karena ia tau kalau saat ini Brain sedang butuh tempat bersandar dan pasti jika ia memilih Rain sebagai tempat sandarannya maka ia akan menceritakan hal yang membuat ia menjadi setres.


Rain tau hubungan dia dan Brain bisa di bilang hubungan tanpa kepastian tapi ia yakin kalau Brain adalah pria yang tepat untuknya dan mungkin juga sebaliknya.


Brain memutar tubuhnya hingga berbaring telentang dengan kepala masih di pangkuan Rain.


"Dua hari lagi adalah acara pertemuan keluarga Aktarik dan pada saat itu akan banyak hal yang akan terjadi."ucap Brain menatap wajah Rain.


Tangan Rain mengelus rambut Brain sambil mendengarkan cerita lelaki dewasa itu.

__ADS_1


"Rencananya aku tidak mau hadir tapi ayah sangat mengharapkan aku hadir dalam acara itu, ia berpikir kalau pada hari itu adalah pengumuman warisan keluarga Aktarik lagi."ucap Brain sambil meletakkan tangan di dahi.


"Coba tanya sama hati Abang, dia mau kesana atau tidak?"


Brain menatap lama Rain dengan pandangan yang begitu dalam.


"Aku ingin datang, Tapi aku takut akan kemungkinan besar jika aku datang bersama dengan ayah."ucap Brain lalu menghela nafas panjang.


"Abang tau perasaan takut adalah awal dari sebuah kegagalan maka dari itu rasa takut itu harus Abang hilangkan sebabkan kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, mana tau pada hari itu semuanya berjalan dengan baik baik tanpa ada kemungkinan yang Abang pikirkan."ucap Rain.


Brain mengusap wajahnya kasar.


Rain tak terkejut mendengar hal itu sebab ia sudah paham dimana posisinya saat ini dan menjadi salah satu orang terpenting di hidup Brain maka ia juga akan di kelilingi oleh banyak masalah.


"Pikiran aku akan terbagi, antara kamu yang ada dirumah dengan menjaga ayah agar berada di dekat aku pada saat acara itu."


"Kalau begitu, bawa aku pergi."ucap Rain tanpa memikirkan terlebih dahulu, kata kata itu langsung terlontar dari mulutnya.

__ADS_1


Brain mengalihkan pandangan ke arah lain memikirkan perkataan Rain.


"Mungkin ini bisa menjadi alternatif termudah yang dapat kamu lakukan, jika kamu membawa aku dan ayahmu otomatis kan kami akan selalu dekat sama kamu."ucap Rain menyampaikan idenya.


"Itu tidaklah semudah mengucapkannya Rain, kau tau saat disana tidak ada yang bisa kita percayai dan aku tidak akan bisa melawan mereka jika mereka menculik kamu dan ayah, jika aku melawan pun belum tentu aku bisa menang melawan mereka karena aku tidak seberkuasa mereka Rain."


"Aku tidak memiliki kekuasaan seluas mereka, Rain."


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2