ÉCLAIR

ÉCLAIR
Episode 37


__ADS_3

Banyak hal di hidup Arm yang menjadi rahasia bahkan untuk mengenali tentang dirinya sendiri ia harus bertanya dulu dengan orang lain.


Sejak kejadian tujuh belas tahun yang lalu membuat hidup seorang Arm Altarik berubah atau mungkin tidak karena diri Arm sendiri tidak tau wataknya sebelum kejadian itu terjadi.


Menatap tampilannya di dalam figuran besar yang ada tepat di hadapannya membuat Arm kembali berfikir apakah itu adalah dirinya?


Mungkin dalam segi apapun ia sangatlah mirip dengan orang yang ada di figuran itu tapi jujur saja ia merasa dirinya dan orang yang ada di foto itu adalah orang yang berbeda.


Ada suatu hal yang membuat hati Arm merasa kalau itu bukan dirinya tapi entah kenapa ia tidak bisa mengatakan secara langsung, ada suatu hal yang membelenggu diri Arm agar ia terus seperti saat ini.


Arm terus berdiri tegak, kedua tangan di masukkan ke kantong celana menatap lama figuran itu.


tok tok tok


ketukan pintu membuat lamunan Arm buyar.


"masuk."ucap Arm sambil berjalan menuju kursinya.


ceklek


pintu itu pun terbuka menampilkan sosok cantik Amberly yang sedang menggunakan pakaian santai, celana training dan juga baju kaos hitam dengan rambut yang disanggul tinggi.


"duduk!"perintah Arm, ia kembali meminum air putih hingga habis.


"Hmmm, ada hal apa tuan memanggil saya?"tanya Amberly setelah duduk di hadapan Arm.


Sungguh Amberly sangatlah gugub sekarang, jantungnya berdetak cepat saat mata kelabu itu menatap dia lama.


"Siapa nama asli kamu?"tanya Arm langsung.


"Amberly."jawab Amberly lugas tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Arm menarik nafas panjang.


"Aku rasa mataku tidaklah buta Amberly, ini adalah Amberly Snyder dan aku rasa wajah wanita yang ada di gambar itu tidaklah mirip dengan wajahmu Amberly."ucap Arm melempar selembar foto pada Amberly.


Foto itu terbang oleh angin hingga jatuh ke lantai tepat di kali Amberly.



Amberly bangkit dan berjongkok ia mengambil foto itu, foto seorang gadis berkulit putih bermanik mata cokelat dan rambut hitam yang membuat gadis itu tampak begitu manis.



Amberly mengelus foto itu, air mata setetes demi setetes pun turun tapi dengan cepat Amberly menghapusnya.



Ia kembali berdiri dan meletakkan foto itu ke atas meja kerja Arm berada tepat di tengah-tengah antar Arm dan Amberly.




Arm hanya menatap wanita di depannya dengan tenang tapi dalam otak Arm banyak sekali pertanyaan pertanyaan tentang siapa sebenarnya wanita di depannya dan apa motif ia masuk ke dalam kehidupan Arm.



"Di dunia ini ada yang harus berubah demi kelangsungan hidup atau demi kebahagian diri sendiri. Terkadang perubahan adalah pilihan satu satunya untuk bertahan hidup."ucap Amberly menggenggam kedua tangannya erat.



Arm berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Amberly lalu ia berhenti ketika sudah berada tepat di hadapan Amberly.

__ADS_1



"Apa yang sebenarnya terjadi? jujurlah Amberly, wajahmu sangatlah mirip dengan wajah seseorang yang selalu mengganggu pikiranku."ucap Arm.



Amberly pun ikut berdiri hingga jarak mereka begitu sempit hampir bersentuhan.



"kau menyuruhku jujur bukan? "



Arm mengangguk.



Tangan Amberly terangkat dan mengelus pipi Arm lalu ia berucap dengan lirih.


"mata ini adalah mata yang dulu sangat aku sukai, hidung ini adalah hidung yang selalu aku gigit ketika aku marah dan bibir ini adalah hal yang paling membuat aku candu untuk selalu menciumnya."


.


.


.


bersambung


jangan lupa untuk like and vote ya 🙂

__ADS_1


salam hangat dari author 💙


__ADS_2