
Arn terdiam mendengar ucapan Leonard, dalam keadaan yang belum baik baik saja kepala Arn kembali dipenuhi oleh pertanyaan.
Mungkin Arn sudah mendapatkan ingatannya tapi ia masih tidak tau bagaimana Leonard hidup setelah ia tinggalkan dan bagaimana pendapat Leonard saat tau itu semua.
"Leo tunggu!!"ucap Arn sedikit berteriak.
Kaki panjang Arn berlari menyusul Leonard yang sudah mau keluar dari pintu rumah sakit.
Tangan Arn langsung mencengkram tangan Leonard agar berhenti tapi ternyata ia justru membuat tangan Leonard malah semakin sakit.
Leonard sedikit berdesis, Arn pun sadar kalau ia menyakiti leonard.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja, aku hanya berusaha menghentikan mu."ucap Arn yang langsung melepaskan tangan Leonard.
Leonard pun memutar tubuh dan menghadap kearah Arn.
"Aku tau kamu khawatir sama aku tapi lebih dari rasa khawatir kamu itu, aku lebih khawatir dengan anakku yang sekarang entah dimana dan hal itu diluar pengawasan aku."ucap Leonard pelan.
"Aku bisa melepaskan dia kemana saja jika masih dalam pengawasan aku tapi sekarang aku bahkan tidak tau dia dimana Arn. Aku mohon, aku ingin pergi mencari dia. Aku tidak bisa berpikir tenang sedangkan dia sudah satu hari menghilang apalagi saat terakhir bertemu dia terkena tembakan."
"Jangan halangi aku lagi, aku ingin cepat."
"Bawa aku! aku akan menjaga mu."ucap Arn sambil memegang tangan Leonard.
"Baiklah."ucap Leonard lalu ia memutar tubuhnya dan kembali berjalan.
Di luar pun ternyata sudah ada mobil hitam yang menunggu mereka dan tanpa basa basi Leonard langsung membuka pintu belakang lalu masuk dan diikuti oleh Arn.
__ADS_1
Mobil pun berjalan dengan dikemudikan oleh Erika, orang yang dulu menjaga Rain.
"Ini lokasi Rain sekarang." Erika memberikan sebuah iPad pada Leonard.
Leonard mengambil iPad itu lalu tangannya pun bergerak lincah disana menemukan titik Rain .
"dirumah sakit?"
"Iya, saat Rain tertembak Brain langsung membawa ia kerumah sakit yang terbaik di Valencia tapi Brain tidak menjaganya, tampaknya Brain sedang membuat kekuasaan Altarik tidak goyah karena kematian beberapa anggota keluarga Aktarik."ucap Erika menjelaskan.
"Bagaimana keadaan Rain?"
Leonard menyandarkan tubuhnya sambil memijat kepalanya yang mendeyut sakit.
"Are you okey?"tanya Arn pada Leonard.
"Aku tidak apa apa."Leonard pun kembali duduk tegak lalu ia mengambil paperbag yang terletak di samping kursi supir.
__ADS_1
Dan Leonard meletakkan disamping tempat duduk, lalu dengan santai Leonard membuka baju dan mengganti dengan kaos hitam yang sudah disediakan di paperbag itu.
lalu Leonard juga mengganti celana dengan celana jins hitam dan memakai sneaker serta menyanggul rambutnya.
Bola mata Arn tak pernah lepas dari apa yang dilakukan oleh perempuan disampingnya itu.
Dan Leonard pun memakai pakaian yang nyaman untuk dia lalu ia kembali menyandarkan tubuh serta menutup mata.
Arn mengelus pipi kanan Leonard lalu ia menggerakkan kepala Leonard agar bersandar di bahu kirinya.
Leonard tak menolak ia bahkan mencari posisi nyaman.
"Maafkan aku karena terlambat menyadari semua hal, maafkan aku karena aku kamu harus berusaha mati matian sendiri."
.
.
.
bersambung
jangan lupa untuk like and vote ya 🙂
__ADS_1
salam hangat dari author 💙