
"Sayang... kamu kok nggak jemput aku sih tadi, kamu udah nggak sayang lagi sama aku, udah dapat pengganti yang lebih cantik, lebih seksi dari aku."ucap seorang gadis yang sedang berdiri di depan Arm.
Gadis itu terus menggerutu terus terusan hanya karena ia lupa menjemputnya tadi karena ia sedang ada pertemuan meeting.
"Maafkan aku sayang." hanya itu yang dikatakan oleh Arm.
Gadis itu langsung memeluk Arm dengan erat dan berhenti menggerutu. Tiba tiba Arm merasa bajunya basah karena sesuatu dan dapat ia tebak kalau itu adalah Air mata gadis kecilnya ini.
"Aku udah nungguin dua jam tapi kamu nggak datang datang, mau mesan ojek online tapi hp aku mati, taksi nggak ada, bus udah lewat dari tadi, akhirnya aku jalan kaki pulang."ucap Gadis itu sambil menangis di pelukan Arm.
Mendengar hal itu Arm merasa terkejut, ia tak menyangka hal sepele yang dia pikir menjadi musibah bagi gadis kecilnya.
Arm menggendong gadis itu menuju ke kamar mereka.
Ia mendudukkan gadis itu di tempat tidur dan jongkok di depan gadis itu, ia mengambil kaki sang gadis lalu memijitnya.
Gadis itu masih terisak sambil menatap lelaki itu.
"Maafkan aku ya, setelah ini aku akan mencarikan kamu supir pribadi biar ada yang antar jemput kamu kalau aku tidak ada."ucap Arm pelan.
"Sok sok an mau pakai supir pribadi padahal kerja kamu cuman sekretaris."ucap Gadis itu sinis.
__ADS_1
"Meskipun aku sekretaris tapi kan gaji aku besar dan untuk menggaji supir aku masih mampu bahkan sepuluh supir pun aku mampu."ucap Arm sombong.
"Dasar tuan sombong."ucap Gadis itu terkekeh.
Melihat gadisnya yang kembali tersenyum membuat Arm pun ikut tersenyum, Gadis itu adalah dunianya.
Arm menatap gadis itu lama, mengamati wajah yang tak akan pernah ia lupakan.
"Berjanjilah untuk jangan pernah melupakan ku meskipun kita berpisah."ucap Arm sambil mengelus rambut gadis itu.
Gadis itu langsung menangkap tangan Arm yang memegang kepalanya, ia menatap Arm sengit.
"Kamu berencana ninggalin aku?"
"Tenanglah sayang, aku akan selalu mengingat kamu, Leonard akan selalu mengingat Arnold."ucap gadis yang bernama Leonard itu.
Arm tak mengatakan apapun lagi ia langsung memeluk gadis itu erat seakan mereka akan terpisah suatu hari nanti.
Mata Arm terbuka, mata itu begitu merah dengan Air mata yang rerus turun tanpa bisa dihentikan.
Arm menghapus air mata itu, hatinya terasa sakit saat mimpi itu kembali datang.
__ADS_1
"Siapa aku sebenarnya?"tanya Arm entah pada siapa, ia terus menatap langit langit kamarnya.
Kembali Arm menghapus air matanya.
"Dimana kamu Leonard? Aku memang hilang ingatan tapi aku tak pernah melupakanmu sesuai dengan janjiku padamu."ucap Arm.
Leonard adalah nama wanita yang sering hadir dalam mimpinya, dan dia selalu menjadi kekasih yang sangat dicintai Arm.
"Ku harap kamu juga menepati janjiku Leonard dan menemuiku secepatnya sebagai Leonard kekasih ku."ucap Arm menerawang.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 🙂
salam hangat dari author 😘
__ADS_1
Ini genre misteri ya
jadi memang banyak hal yang harus diungkap dalam cerita ini.